Halim Kalla Diperiksa 9 Jam Terkait Korupsi PLTU Mangkrak Rp1,35 Triliun

Erick Tanjung | Muhammad Yasir | Suara.com

Jum'at, 21 November 2025 | 08:04 WIB
Halim Kalla Diperiksa 9 Jam Terkait Korupsi PLTU Mangkrak Rp1,35 Triliun
Presiden Direktur PT BRN, Halim Kalla menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan PLTU 1 Kalimantan Barat. (Instagram/kadin.indonesia.official)
  • Halim Kalla, adik Jusuf Kalla, diperiksa 9 jam terkait kasus korupsi PLTU.
  • Proyek PLTU mangkrak tersebut diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1,35 triliun.
  • Empat tersangka telah ditetapkan, namun belum ditahan dan hanya dikenai status cekal.

Suara.com - Presiden Direktur PT BRN, Halim Kalla, menjalani pemeriksaan maraton selama sembilan jam oleh penyidik Kortas Tipidkor Polri pada Kamis (20/11/2025). Adik dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla itu diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan PLTU 1 Kalimantan Barat.

Direktur Penindakan Kortas Tipikor Polri, Brigjen Totok Suharyanto, mengatakan pemeriksaan yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 20.00 WIB itu berjalan intensif dengan total 50 pertanyaan.

"Pemeriksaan dilakukan untuk mengurai peran tersangka dalam proyek yang mangkrak lebih dari satu dekade ini," jelas Totok saat dikonfirmasi, Jumat (21/11/2025).

Proyek Mangkrak Rugikan Negara Rp1,35 Triliun

Dalam kasus ini, Kortas Tipidkor Polri telah menetapkan empat tersangka, termasuk mantan Direktur PLN periode 2008–2009, Fahmi Mochtar, dan dua direktur lainnya dari PT BRN dan PT Praba.

Para tersangka diduga bersekongkol untuk memenangkan tender, meskipun perusahaan yang diajukan tidak memenuhi syarat. Akibatnya, proyek tersebut mangkrak meski telah mendapatkan 10 kali perpanjangan kontrak hingga 2018.

"Pembangunan baru mencapai 85,56 persen, padahal PLN telah membayar Rp323 miliar dan USD 62,4 juta. Sebagian besar bangunan dan peralatan kini terbengkalai dan rusak," ungkap Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Cahyono Wibowo, pada 7 Oktober 2025 lalu.

Menurutnya, total kerugian keuangan negara akibat kasus ini mencapai Rp1,35 triliun.

Hingga kini, keempat tersangka belum ditahan karena penyidik masih berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk melengkapi berkas perkara. Meski demikian, Irjen Cahyono Wibowo memastikan para tersangka telah dicegah bepergian ke luar negeri melalui permohonan cekal kepada pihak Imigrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbongkar! Sindikat Pinjol Dompet Selebriti: Teror Korban Pakai Foto Porno, Aset Rp14 Miliar Disita

Terbongkar! Sindikat Pinjol Dompet Selebriti: Teror Korban Pakai Foto Porno, Aset Rp14 Miliar Disita

News | Kamis, 20 November 2025 | 18:49 WIB

Vonis Tiga Mantan Bos, Hakim Nyatakan Kerugian Kasus Korupsi ASDP Rp1,25 Triliun

Vonis Tiga Mantan Bos, Hakim Nyatakan Kerugian Kasus Korupsi ASDP Rp1,25 Triliun

News | Kamis, 20 November 2025 | 23:25 WIB

Dissenting Opinion, Hakim Ketua Sebut Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Harusnya Divonis Lepas

Dissenting Opinion, Hakim Ketua Sebut Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Harusnya Divonis Lepas

News | Kamis, 20 November 2025 | 18:22 WIB

Terkini

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:55 WIB

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:28 WIB

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:12 WIB

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:02 WIB

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:51 WIB

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:46 WIB

Potensi Korupsi Program MBG Ramai Dilaporkan ke KPK, Ini Alasan Belum Ada Penindakan

Potensi Korupsi Program MBG Ramai Dilaporkan ke KPK, Ini Alasan Belum Ada Penindakan

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:41 WIB

13 Jukir Liar Blok M Terjaring Razia, Begini Nasibnya Kini

13 Jukir Liar Blok M Terjaring Razia, Begini Nasibnya Kini

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:32 WIB

Seskab Teddy Borong 5 Sapi Kurban dari Irfan Hakim

Seskab Teddy Borong 5 Sapi Kurban dari Irfan Hakim

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:16 WIB

Prabowo Ikut Tarik Jaring Udang di Tambak Kebumen, Kagum Panen Capai 40 Ton per Hektare

Prabowo Ikut Tarik Jaring Udang di Tambak Kebumen, Kagum Panen Capai 40 Ton per Hektare

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:59 WIB