Catut Nama Perusahaan Tambang, Anggota DPR Khilmi Terancam Dilaporkan ke MKD dan Mabes Polri

Galih Prasetyo | Suara.com

Rabu, 03 Desember 2025 | 19:25 WIB
Catut Nama Perusahaan Tambang, Anggota DPR Khilmi Terancam Dilaporkan ke MKD dan Mabes Polri
Ilustrasi Tambang (Pexels/Tom Fick)
  • Anggota DPR RI Khilmi terancam masalah etik dan pidana karena diduga mencatut nama PT Ranggalawe Pendiri Tuban (Rapetu) milik Gus Lilur.
  • Gus Lilur akan melaporkan Khilmi ke MKD atas dugaan pelanggaran etik serta ke Mabes Polri terkait unsur pidana pencatutan.
  • Pencatutan nama terjadi sebab hanya PT Rapetu yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan izin operasi terkait penambangan limestone.

Suara.com - Anggota DPR RI H. Khilmi terancam menghadapi masalah serius setelah diduga mencatut nama perusahaan tambang milik HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur.

Legislator dari Dapil Jatim IX (Gresik–Lamongan) itu disebut menggunakan nama PT Ranggalawe Pendiri Tuban (Rapetu) tanpa izin untuk kepentingan penambangan.

Gus Lilur menegaskan, pihaknya tidak pernah menjalin kerja sama dengan PT Cemara Laut Persada (CLP), perusahaan tambang yang disebut memiliki hubungan dengan Khilmi.

“Karena yang bersangkutan anggota DPR, saya akan melaporkan Khilmi ke MKD. Ini jelas pelanggaran etik,” tegas Gus Lilur.

Tak hanya urusan etik, Gus Lilur menyebut dugaan pencatutan itu juga mengandung unsur pidana.

Ia mengaku telah menunjuk kuasa hukum untuk membawa kasus ini ke Mabes Polri.

Alumni Pondok Pesantren Denanyar tersebut menilai tindakan itu merugikan dirinya karena PT Rapetu sudah lama tidak melakukan penambangan galian C.

“Ini jelas pidana. Dia mencatut nama perusahaan saya untuk mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

Kuasa hukum PT Rapetu, Ide Prima Hadiyanto, menjelaskan bahwa kasus yang menyeret nama PT CLP saat ini sudah ditangani Mabes Polri.

Dari proses hukum itulah terungkap dugaan penggunaan ilegal nama PT Rapetu.

Kasus berawal dari laporan penjualan limestone ke kawasan industri JIIPE/PT BKMS.

Dalam alur rantai pasok terdapat dua perusahaan pemasok utama: PT CLP dan PT Akbar Aura Jaya (AAJ). Penyidikan kemudian mengarah kuat kepada PT CLP.

“Dari situ baru diketahui nama PT Rapetu dipakai oleh PT CLP untuk menambang, karena hanya PT Rapetu yang memiliki IUP dan OP,” jelas Ide.

Kasus ini kini menanti tindak lanjut resmi, baik dari jalur etik melalui Majelis Kehormatan Dewan (MKD) maupun proses hukum oleh kepolisian. Gus Lilur menegaskan akan mengawal proses

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden Prabowo, Habiburokhman: Saya Orangnya Pak Prabowo

Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden Prabowo, Habiburokhman: Saya Orangnya Pak Prabowo

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:25 WIB

Verrell Bramasta Open Loker jadi Staf Ahli DPR, Intip Syarat dan Tugasnya

Verrell Bramasta Open Loker jadi Staf Ahli DPR, Intip Syarat dan Tugasnya

Entertainment | Rabu, 03 Desember 2025 | 21:00 WIB

Dua Karyawan PT WKM Dituntut 3,5 Tahun Bui Buntut Sengketa Lahan Tambang di Maluku Utara

Dua Karyawan PT WKM Dituntut 3,5 Tahun Bui Buntut Sengketa Lahan Tambang di Maluku Utara

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 20:20 WIB

Dasco Pimpin Langsung Rapat dengan 3 Badan Intelijen, Ini Bocoran Bahasannya

Dasco Pimpin Langsung Rapat dengan 3 Badan Intelijen, Ini Bocoran Bahasannya

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 15:17 WIB

DPR Kritik Pernyataan Cak Imin soal Tobat Nasuha, Minta Pemerintah Fokus pada Solusi Bencana

DPR Kritik Pernyataan Cak Imin soal Tobat Nasuha, Minta Pemerintah Fokus pada Solusi Bencana

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 11:37 WIB

Terkini

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:40 WIB

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:18 WIB

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:56 WIB