BGN Klaim Kejadian Gangguan Pencernaan MBG Turun Signifikan Seiring Penambahan SPPG

Vania Rossa | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 20 Januari 2026 | 13:59 WIB
BGN Klaim Kejadian Gangguan Pencernaan MBG Turun Signifikan Seiring Penambahan SPPG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (Tangkap layar)
  • Kepala BGN memaparkan tren positif penurunan kasus gangguan pencernaan terkait program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
  • Penurunan signifikan kasus keamanan pangan berkorelasi dengan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah ada.
  • Saat ini, 32% dari target 6.150 SPPG telah memiliki SLHS, dengan rencana akreditasi menyeluruh di tahun 2026.

Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memaparkan perkembangan positif terkait aspek keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hal itu disampaikan Dadan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dadan mengungkapkan bahwa tren kasus gangguan pencernaan atau kejadian menonjol akibat MBG terus mengalami penurunan yang signifikan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, penurunan kasus ini berbanding lurus dengan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah. 

Ia menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur pelayanan ini memperkuat penerapan standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan di lapangan.

“Kasus kejadian yang menurun menunjukkan bahwa aspek perbaikan penerapan SOP keamanan pangan terjadi sangat signifikan. Dan kasus kejadian menurun menurut kami dengan peningkatan jumlah SPPG yang lebih signifikan,” ujar Dadan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dadan membeberkan detail penurunan angka kejadian tersebut secara periodik. Puncak kejadian keamanan pangan tercatat terjadi pada bulan Oktober 2025 dengan 85 kejadian. Namun, angka tersebut berhasil ditekan pada bulan-bulan berikutnya.

“Kita bisa lihat bahwa puncak kejadian keamanan pangan terjadi pada bulan Oktober dengan 85 kejadian. Dan alhamdulillah bisa menurun di 40 kejadian di November dan menyisakan kejadian di Desember 2025, 12 kejadian, dan di Januari sudah terdapat 10 kejadian meskipun kami targetkan nol kejadian tapi masih saja ada pelanggaran-pelanggaran SOP yang terjadi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dadan memaparkan bahwa saat ini pihaknya terus mengejar pemenuhan legalitas dan standarisasi kualitas di setiap unit layanan. Dari target 6.150 SPPG, sebanyak 32 persen di antaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Untuk memastikan keamanan pangan jangka panjang, BGN telah menyiapkan peta jalan standarisasi yang lebih ketat pada tahun ini. 

Dadan menegaskan, bahwa selain mengejar pemenuhan SLHS, pihaknya juga akan memulai proses akreditasi secara menyeluruh.

“Kami upayakan terus membaik dan kita bisa tunjukkan juga dengan jumlah SPPG yang sudah SLHS itu mencakup 32 persen dan sedang dikejar agar bisa terus meningkat berjumlah 6.150 SPPG. Dan tahun 2026 ini kita selain ada SLHS juga kita akan melakukan akreditasi dan sertifikasi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BGN: Anak Hasil Pernikahan Siri dan Putus Sekolah Wajib Dapat MBG

Kepala BGN: Anak Hasil Pernikahan Siri dan Putus Sekolah Wajib Dapat MBG

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 13:39 WIB

Viral Menu Kering MBG Disebut Jatah 2 Hari, Kepala SPPG Bekasi: Itu Salah Paham

Viral Menu Kering MBG Disebut Jatah 2 Hari, Kepala SPPG Bekasi: Itu Salah Paham

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 13:11 WIB

BGN Siap Pangkas Tengkulak, Janji Hubungkan Petani Langsung ke Dapur MBG

BGN Siap Pangkas Tengkulak, Janji Hubungkan Petani Langsung ke Dapur MBG

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 11:58 WIB

Terkini

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:25 WIB

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:58 WIB

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:55 WIB

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:51 WIB

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:37 WIB

Pemicu Tersembunyi Kekerasan Digital di Kalangan Siswa, Salah Satunya Takut Dibilang Nggak Asyik

Pemicu Tersembunyi Kekerasan Digital di Kalangan Siswa, Salah Satunya Takut Dibilang Nggak Asyik

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:34 WIB

La Ode Ahmad: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Pusat Ekonomi Desa, Bukan Cuma Proyek Fisik

La Ode Ahmad: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Pusat Ekonomi Desa, Bukan Cuma Proyek Fisik

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:23 WIB