Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki

Selasa, 03 Februari 2026 | 20:33 WIB
Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT), Andreas Hugo Pareira
Baca 10 detik
  • Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira menyampaikan duka cita atas dugaan bunuh diri siswa SD YBS (10) di Ngada, NTT.
  • Andreas mendesak penegak hukum menyelidiki pasti penyebab kematian korban untuk menghindari spekulasi di masyarakat.
  • Peristiwa ini menjadi tamparan sosial atas minimnya perhatian dan kasih sayang terhadap generasi muda.

Suara.com - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT), Andreas Hugo Pareira, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus keprihatinan luar biasa atas tragedi dugaan bunuh diri yang menimpa YBS (10), seorang siswa sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Peristiwa pilu yang diduga dipicu karena ketidakmampuan keluarga membeli perlengkapan sekolah ini dinilai sebagai sinyal darurat bagi tatanan sosial masyarakat.

Andreas menegaskan, bahwa kejadian ini sangat menyayat hati dan tidak seharusnya terjadi di tengah masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan.

"Peristiwa meninggalnya seorang bocah SD di Kecamatan Jerebuu Ngada karena dugaan bunuh diri dengan menggantungkan diri sangat memilukan semua kita yang mempunyai hati," ujar Andreas kepada Suara.com, Selasa (3/2/2026).

Menyikapi kasus tersebut, Andreas menyampaikan tiga poin krusial. Pertama, ia mendesak aparat penegak hukum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

"Terhadap kasus ini, pertama, pihak kepolisian perlu menyelidiki penyebab dan menjelaskan penyebab kasus kematian ini. Kedua, pihak pemda perlu serius menangani keluarga anak ini sehingga tidak terulang lagi kasus semacam ini," tegasnya.

Lebih lanjut, Andreas menyoroti aspek tanggung jawab sosial yang jauh lebih mendalam.

Menurutnya, kematian tragis bocah tersebut merupakan bukti adanya ruang hampa dalam pemberian perhatian dan kasih sayang, baik di lingkup terkecil keluarga maupun lingkungan masyarakat luas.

"Ketiga, bagaimanapun peristiwa ini merupakan tamparan untuk kita sebagai masyarakat ketika seorang bocah yang meninggal tragis karena putus asa, hilangnya perhatian, hilangnya kasih sayang dari keluarga, dari masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki

Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum refleksi atas tanggung jawab sosial dalam mengawal tumbuh kembang generasi muda.

Andreas berharap kejadian serupa tidak pernah terulang kembali dengan memperkuat kepedulian antarsesama.

"Tanggung jawab sosial kita seharusnya terusik untuk menjadi tumpuan menyelamatkan generasi anak-anak ini untuk tumbuh dewasa, menjadi manusia yang kemudian berguna masyarakatnya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI