Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran

Selasa, 03 Februari 2026 | 21:35 WIB
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
Luthfi Fitriani atau akrab dipanggil Epi, saat menjalankan tugas. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Lantunan Asmaul Husna mengalir lembut dari seorang perempuan bertongkat. Suaranya hangat dan menenangkan para penerima manfaat yang tengah menjalani rehabilitasi sosial milik Kementerian Sosial RI di Sentra Phalamartha Sukabumi, Jawa Barat.

Perempuan itu bernama Luthfi Fitriani atau akrab dipanggil Epi. Sosok hafidzah atau penghafal Alquran ini tak hanya menonjol dari lantunan suaranya, tapi membuktikan pula bahwa seorang penyandang tuna netra bisa memimpin bimbingan spiritual mental.

Meskipun tidak melihat wajah-wajah di hadapannya, tetapi ia mengenali mereka melalui suara, intonasi, dan jeda napas. Dari sanalah ia membaca kegelisahan, harapan, sekaligus perkembangan yang perlahan tumbuh.

Dedikasi Epi dimulai sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang kini menjabat sebagai penyuluh sosial ahli pertama. Sejak 2015, ia mengabdikan diri di Sentra Phalamartha.

“Saya tidak bisa melihat sejak lahir karena ada gangguan pada syaraf mata,” kata Epi perlahan.

Dalam kesehariannya, Epi mendampingi penerima manfaat residensial. Pendampingan dilakukan melalui terapi mental spiritual secara klasikal di kelas, konseling individu maupun kelompok, serta penguatan motivasi sesuai kebutuhan masing-masing. Ia juga menjadi pendamping langsung bagi lima penerima manfaat yang berada dalam ampuannya.

“Di sini saya melatih penerima manfaat untuk menghafal Alquran dan melantunkan salawat. Selain itu juga memberikan arahan dan motivasi kepada 5 penerima manfaat yang menjadi ampuan saya,” kata Epi.

Setiap Selasa pagi, dari pukul 08.00 hingga 09.00, Epi mengajar secara berkelompok. Di luar jadwal tersebut, bimbingan membaca Alquran kerap dilakukan secara privat. Materi disesuaikan dengan kemampuan penerima manfaat, mulai dari mengenal huruf hijaiyah, membaca dengan benar sesuai tahsin dan tajwid, hingga mengenal seni bacaan Alquran seperti murotal dan qiraah. Bagi yang sudah siap, Epi mendorong mereka menghafal surat-surat pendek serta melantunkan salawat dan lagu-lagu religi.

Bagi Epi, setiap penerima manfaat menyimpan potensi yang tidak boleh dibiarkan padam. Ia memahami bahwa sebelum mengalami skizofrenia, mereka memiliki kemampuan dan minat beragam.

Baca Juga: Pastikan Korban Banjir Purbalingga Tidak Kekurangan Pangan, Kemensos Dirikan Dapur Umum

Beberapa penerima manfaat kini dilibatkan dalam kegiatan keagamaan di sentra, seperti melantunkan adzan salat atau tampil sebagai qori dan qoriah pada peringatan hari besar Islam. Kepercayaan kecil itu seringkali menjadi titik balik bagi kepercayaan diri mereka.

Pengabdian Epi tidak berhenti di ruang sentra. Di rumah, ia berbagi nilai yang sama dengan suaminya yang bekerja sebagai pengajar di SLB Negeri Handayani. Keduanya percaya bahwa kesabaran, ketekunan, dan keyakinan adalah fondasi utama dalam pendidikan dan pendampingan.

Di Sentra Phalamartha, Epi mungkin tidak melihat perubahan itu secara kasat mata. Namun dari suara yang kian mantap, ia tahu tiap penerima manfaat punya potensi tersendiri. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI