Intimidasi Tak Berhenti, Ini 7 Fakta Kronologi Ketua BEM UGM Dibuntuti Pria Misterius

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:44 WIB
Intimidasi Tak Berhenti, Ini 7 Fakta Kronologi Ketua BEM UGM Dibuntuti Pria Misterius
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menerima teror masif setelah mengkritik kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai anggaran negara.
  • Pemicu teror adalah surat terbuka BEM UGM kepada UNICEF tentang kegagalan negara melindungi hak pendidikan seorang bocah NTT.
  • Intimidasi melibatkan serangan siber dari nomor asing dan ancaman fisik berupa penguntitan di dunia nyata pada Februari 2026.

Suara.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, menjadi sasaran serangkaian aksi teror oleh pihak tak dikenal setelah melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Intimidasi ini muncul sebagai reaksi atas surat terbuka BEM UGM kepada Direktur Eksekutif UNICEF yang menyoroti kegagalan negara dalam melindungi hak pendidikan, menyusul tragedi bunuh diri seorang bocah berinisial YBS (10) di NTT akibat tak mampu membeli alat tulis seharga Rp 10 Ribu.

Tiyo mengatakan bahwa serangan tersebut masuk secara masif melalui pesan singkat.

"Kita mendapatkan teror dalam bentuk pesan-pesan dari nomor yang tidak dikenal, tetapi kontaknya adalah kontak Inggris Raya," ujar Tiyo yang dikutip pada, Rabu (18/2/2026).

Rangkaian intimidasi yang menimpa aktivis mahasiswa ini tidak hanya terjadi di ruang siber, namun juga mulai mengancam keselamatan fisik di dunia nyata.

Berikut adalah fakta-fakta penting terkait kronologi dan eskalasi teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM:

1. Pemicu Teror

Rangkaian intimidasi ini bermula setelah Tiyo Ardianto mengirimkan surat terbuka kepada Direktur Eksekutif UNICEF pada 6 Februari 2026.

Surat tersebut merupakan bentuk protes keras atas kematian tragis seorang bocah berinisial YBS (10) di NTT yang bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pulpen seharga Rp10.000.

baca juga

Dalam suratnya, Tiyo menulis, “What kind of world do we live in when a child loses his life because he cannot afford a pen and a book?”.

Dalam pandangan Tiyo, kematian tragis YBS adalah bukti autentik dari adanya kegagalan sistemik di mana negara dianggap abai dan gagal menyusun prioritas kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.

2. Kritik Tajam terhadap Prioritas Anggaran Pemerintah

Dalam kritiknya, BEM UGM secara tajam menyoroti adanya jurang ketimpangan dalam kebijakan anggaran di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Tiyo mengecam keras skala prioritas pemerintah yang dinilai tidak manusiawi, di mana negara sanggup menyetorkan dana fantastis sebesar Rp16,7 triliun untuk Board of Peace (BoP) sebuah lembaga internasional yang penuh kontroversi, serta menggelontorkan Rp1,2 triliun setiap harinya demi program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara di saat yang sama, seorang anak di pelosok negeri harus kehilangan nyawa hanya karena tidak mampu membeli alat tulis seharga sepuluh ribu rupiah.

Kritik tajam tersebut dilayangkan Tiyo dengan menyebut kebijakan pemerintah sebagai langkah yang 'bodoh' karena dinilai salah dalam menetapkan skala prioritas nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital

Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 18:33 WIB

Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya

Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 19:22 WIB

Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan

Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:41 WIB

DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:07 WIB

Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa

Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 11:41 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×