Intimidasi Tak Berhenti, Ini 7 Fakta Kronologi Ketua BEM UGM Dibuntuti Pria Misterius

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:44 WIB
Intimidasi Tak Berhenti, Ini 7 Fakta Kronologi Ketua BEM UGM Dibuntuti Pria Misterius
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menerima teror masif setelah mengkritik kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai anggaran negara.
  • Pemicu teror adalah surat terbuka BEM UGM kepada UNICEF tentang kegagalan negara melindungi hak pendidikan seorang bocah NTT.
  • Intimidasi melibatkan serangan siber dari nomor asing dan ancaman fisik berupa penguntitan di dunia nyata pada Februari 2026.

3. Serangan Digital Menggunakan Nomor Identitas Inggris Raya

Rentetan teror siber mulai merambah ruang privat Tiyo pada Senin, 9 Februari 2026, melalui pesan-pesan WhatsApp yang dikirim secara masif dari sedikitnya enam nomor misterius berkode negara Inggris Raya (+44).

Tiyo menyoroti adanya paradoks dalam serangan ini, para pelaku menuduhnya sebagai 'antek asing' dan 'penjual narasi sampah', namun mereka sendiri menggunakan infrastruktur telekomunikasi luar negeri untuk meluncurkan aksinya.

Isi pesan tersebut tidak hanya kasar secara verbal dengan menyematkan kata-kata seperti 'banci', tetapi juga telah menjurus pada upaya pembunuhan karakter melalui ancaman untuk membuka aib pribadi korban ke publik.

Baginya, penggunaan nomor asing ini merupakan indikasi kuat adanya upaya terorganisir untuk mengintimidasi mahasiswa yang menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara.

4. Ancaman Penculikan dan Intimidasi Psikis

Teror digital yang menimpa Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, kian menunjukkan wajah yang beringas dengan eskalasi ancaman yang kini telah menjurus pada ranah kriminalitas siber. Tidak lagi sekadar menerima kata-kata kasar, Tiyo mengaku menerima teror mental berupa ancaman penculikan yang masuk ke gawai pribadinya secara konsisten dalam periode kritis antara 9 hingga 11 Februari 2026.

Rangkaian intimidasi ini dipandang Tiyo sebagai instrumen represi modern yang bertujuan untuk melumpuhkan keberanian mahasiswa dalam bersuara. Ia menegaskan bahwa tekanan psikis yang dikirimkan secara masif oleh aktor-aktor anonim tersebut merupakan upaya nyata untuk membungkam kritik terhadap pemerintah melalui cara-cara yang intimidatif dan tidak demokratis.

5. Intimidasi di Dunia Nyata melalui Penguntitan

baca juga

Tak hanya terpaku pada serangan di jagat maya, tekanan terhadap Ketua BEM UGM ini kian nyata melalui bentuk intimidasi fisik yang terencana.

Pada Rabu (11/2/2026), privasi Tiyo terusik saat ia mendapati dirinya dibuntuti oleh dua pria asing bertubuh tegap di sebuah kedai, sebuah tindakan yang mengindikasikan adanya upaya pengawasan langsung di lapangan.

Para pelaku terpantau melakukan aksi pendokumentasian secara diam-diam dengan mengambil foto Tiyo dari kejauhan.

Meskipun Tiyo bersama rekan-rekannya sempat mencoba melakukan pengejaran guna mengonfrontasi maksud dan tujuan kedua pria tersebut, para pelaku langsung melarikan diri dan menghilang.

6. Rekam Jejak Teror yang Berulang

Berdasarkan pengakuan Tiyo, intimidasi kali ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ia pernah mengalami teror berupa pemasangan fotonya di area publik dengan narasi provokatif "antek asing" setelah BEM UGM memasang wajah Presiden di tubuh sapi, sebagai bentuk protes atas MBG.

Intimidasi yang didapatkan Tiyo juga pernah ia alami saat berada di dalam kereta api pasca-gelombang demonstrasi besar pada Agustus 2025 silam, di mana ia secara langsung menerima pesan-pesan ancaman penculikan yang mengancam keselamatan jiwanya.

Namun, Tiyo menggarisbawahi bahwa serangan yang ia hadapi kali ini memiliki skala dan intensitas yang jauh lebih tinggi dan terorganisier.

7. Sikap Tegas: "Semakin Ditekan, Semakin Melawan"

Menghadapi rentetan ancaman yang kian masif dan mengintimidasi, Tiyo menegaskan bahwa dirinya tidak akan menunjukkan rasa takut sedikit pun, apalagi mundur dari garis perjuangan yang tengah ditempuhnya.

Ia menekankan bahwa BEM UGM akan tetap berdiri kokoh pada komitmen awal mereka untuk menjadi penyambung lidah keadilan, dengan memegang prinsip 'something doesn’t kill you will make you stronger.

Bagi Tiyo, rangkaian teror ini bukan sekadar serangan personal, melainkan sebuah 'alarm' nyaring yang menandakan bahwa iklim demokrasi di Indonesia sedang berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan tidak sedang baik-baik saja.

Ia menilai tindakan intimidatif ini merupakan bukti otentik dari kegagalan serta ketidakmampuan pihak-pihak tertentu dalam memberikan respons yang intelektual maupun sehat terhadap kritik publik, sehingga lebih memilih jalan pintas berupa ancaman fisik dan digital.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital

Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 18:33 WIB

Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya

Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 19:22 WIB

Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan

Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:41 WIB

DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:07 WIB

Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa

Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 11:41 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×