Deretan Senjata Mematikan Iran, Siap Ratakan Pangkalan AS dan Israel

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:01 WIB
Deretan Senjata Mematikan Iran, Siap Ratakan Pangkalan AS dan Israel
Ilustrasi rudal militer Iran di Selat Hormuz. [Instagram]
  • Serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran memicu serangan balasan Iran pada fasilitas militer Israel dan pangkalan AS.
  • Presiden Iran menegaskan balasan adalah hak sah; AS memperkirakan konflik militer ini akan berpotensi berlangsung selama sekitar empat minggu.
  • Iran mengandalkan program rudal terbesar di Timur Tengah, didukung jaringan "kota rudal" bawah tanah, sebagai fondasi daya tangkal utama.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah telah bertransformasi menjadi arena perang terbuka. Menyusul serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Teheran tak membuang waktu untuk melancarkan serangan balasan mematikan.

Sasarannya jelas, fasilitas militer Israel serta pangkalan-pangkalan udara yang berafiliasi dengan pasukan AS di sejumlah negara Teluk.

Bagi Teheran, tewasnya Khamenei mengubah psikologi konflik dari sekadar aksi-reaksi menjadi pertaruhan eksistensial Republik Islam.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa membalas kematian Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi lainnya merupakan “kewajiban dan hak yang sah” bagi negaranya.

Di sisi lain, AS menyadari bahwa rentetan serangan ini tidak akan mereda dalam hitungan hari. Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa operasi militer antara koalisi AS-Israel melawan Iran berpotensi memakan waktu cukup panjang

“Prosesnya memang selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan berlangsung sekitar empat minggu. Biasanya memang sekitar empat minggu, jadi sekuat apa pun negara ini, karena ini negara besar akan membutuhkan empat minggu, atau bahkan kurang,” ujar Trump, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/3/2026).

Untuk menghadapi kekuatan udara AS dan Israel yang canggih, Iran mengandalkan persenjataan rudalnya. Mengingat angkatan udara Teheran masih bergantung pada armada pesawat tua, program rudal dijadikan fondasi utama daya tangkal (deterens) sekaligus alat gempur utama.

Analis pertahanan menilai arsenal rudal Iran adalah yang terbesar dan paling beragam di kawasan Timur Tengah. Meski jangkauan maksimalnya yang berada di angka 2.000 hingga 2.500 kilometer belum mampu menjangkau daratan utama Amerika Serikat, senjata-senjata ini lebih dari cukup untuk memporak-porandakan Israel dan basis militer sekutu di Teluk.

Seperti dilansir dari Al Jazeera berikut adalah deretan senjata mematikan yang diandalkan Iran dalam membalas serangan AS-Israel.

1. Rudal Jarak Pendek

Dengan daya jelajah 150 hingga 800 kilometer, rudal balistik jarak pendek dirancang untuk menghantam target militer regional secara kilat. Koleksi andalan Teheran di kategori ini meliputi keluarga Fateh (seperti Zolfaghar dan Qiam-1) serta Shahab-1 dan Shahab-2.

Keunggulan utama senjata ini terletak pada kemampuannya ditembakkan secara bertubi-tubi. Taktik hujan rudal ini memangkas waktu peringatan dini musuh dan sangat menyulitkan sistem pertahanan lawan untuk melakukan cegatan.

Taktik serupa pernah sukses membuat lebih dari 100 tentara AS mengalami cedera otak traumatis saat Iran membombardir pangkalan Ain al-Assad di Irak pada 2020 lalu.

2. Rudal Jarak Menengah

Jika rudal jarak pendek adalah pukulan jab cepat, maka rudal balistik jarak menengah (1.500 - 2.000 km) adalah pukulan hook mematikan bagi Iran. Di sinilah Teheran mengerahkan sistem Shahab-3, Emad, Ghadr-1, varian Khorramshahr, hingga generasi terbaru seperti Kheibar Shekan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Siswa Tewas, PBB Kutuk Pengeboman Israel yang Mengenai Sekolah di Iran

Ratusan Siswa Tewas, PBB Kutuk Pengeboman Israel yang Mengenai Sekolah di Iran

Tekno | Selasa, 03 Maret 2026 | 12:52 WIB

AS Boncos, Rudal Seharga Rp 60 Miliar Dihabisi Drone Murah Milik Iran

AS Boncos, Rudal Seharga Rp 60 Miliar Dihabisi Drone Murah Milik Iran

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 11:53 WIB

PSSI-nya Iran: Tak Pantas Kami Berada di Piala Dunia 2026 Usai Kebrutalan AS-Israel

PSSI-nya Iran: Tak Pantas Kami Berada di Piala Dunia 2026 Usai Kebrutalan AS-Israel

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 12:00 WIB

20 Rekomendasi Film dan Serial Perang Iran vs AS-Israel, Ada Homeland

20 Rekomendasi Film dan Serial Perang Iran vs AS-Israel, Ada Homeland

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:56 WIB

Staf Trump Sebut Iran Tak Pernah Targetkan AS, Perang Jadi Upaya Pengalihan Isu?

Staf Trump Sebut Iran Tak Pernah Targetkan AS, Perang Jadi Upaya Pengalihan Isu?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:55 WIB

40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan

40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:53 WIB

Bintang Timnas Iran Mehdi Taremi Dikabarkan Ingin Angkat Senjata Bela Negara

Bintang Timnas Iran Mehdi Taremi Dikabarkan Ingin Angkat Senjata Bela Negara

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:50 WIB

Terkini

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:09 WIB

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

News | Sabtu, 04 April 2026 | 19:36 WIB

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:55 WIB

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:02 WIB

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

News | Sabtu, 04 April 2026 | 17:43 WIB

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:08 WIB

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:01 WIB

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

News | Sabtu, 04 April 2026 | 15:31 WIB

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:43 WIB