Perang Nuklir di Ambang Pintu, Siap-siap Negara Ini Hilang dari Peta Dunia

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2026 | 10:05 WIB
Perang Nuklir di Ambang Pintu, Siap-siap Negara Ini Hilang dari Peta Dunia
ILUSTRASI perang nuklir (BBC)
  • Perang nuklir 2026 mengancam tewasnya miliaran manusia akibat ledakan dan kelaparan global.

  • Musim dingin nuklir akan menutupi matahari dan menghancurkan ketahanan pangan di dunia.

  • Sebagian besar populasi di Amerika Serikat dan Eropa terancam hilang akibat kiamat nuklir.

Suara.com - Ketegangan yang melibatkan kekuatan militer besar Iran, Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah kini memicu kekhawatiran global yang mendalam, salah satunya perang nuklir.

Potensi terjadinya konfrontasi senjata pemusnah massal pada tahun 2026 diprediksi semakin nyata bagi banyak pihak.

Situasi memanas ini merupakan buntut dari operasi udara gabungan antara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Tehran.

Insiden yang terjadi pada akhir Februari tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Langkah militer drastis ini diambil karena Washington merasa sangat terancam dengan perkembangan teknologi nuklir milik Iran.

Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik serangan udara tersebut.

Ia menyampaikan pandangan pemerintahannya melalui wawancara eksklusif dengan CBS News pada akhir pekan yang lalu.

Pete Hegseth mengungkap kepada CBS News akhir pekan kemarin bahwa Presiden Trump melihat program nuklir Iran sebagai ancaman jangka panjang yang akan terus berkembang jika tidak dihentikan.

Pernyataan ini menegaskan bahwa langkah preventif diambil guna memutus rantai pengembangan senjata yang dianggap membahayakan tersebut.

Namun, dampak dari eskalasi ini diperkirakan akan membawa konsekuensi yang jauh lebih mengerikan bagi peradaban.

Penelitian terbaru yang dirilis dalam jurnal ilmiah Nature mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai skala kehancuran perang nuklir.

Bahkan konflik berskala kecil sekalipun memiliki kemampuan untuk merenggut nyawa miliaran penduduk di seluruh penjuru bumi.

Ledakan dahsyat yang dihasilkan akan melepaskan jelaga dalam jumlah masif ke lapisan atmosfer paling tinggi.

Partikel hitam ini kemudian akan menghalangi sinar matahari masuk ke permukaan bumi dalam waktu yang lama.

Kondisi inilah yang dikenal oleh para ilmuwan sebagai fenomena musim dingin nuklir yang sangat mematikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Siap Luncurkan Nuklir ke Iran, Tunggu Perintah Benjamin Netanyahu

Israel Siap Luncurkan Nuklir ke Iran, Tunggu Perintah Benjamin Netanyahu

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:50 WIB

DUAAARRRR Ledakan Besar Terdengar di Kota Yerusalem, Hujan Rudal Kiamat Iran Makin Brutal

DUAAARRRR Ledakan Besar Terdengar di Kota Yerusalem, Hujan Rudal Kiamat Iran Makin Brutal

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:40 WIB

Iran Simpan Bahan Baku Senjata Kiamat di Dalam Tanah, Akhir Dunia Sudah di Depan Mata

Iran Simpan Bahan Baku Senjata Kiamat di Dalam Tanah, Akhir Dunia Sudah di Depan Mata

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:24 WIB

Terkini

Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU

Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU

News | Minggu, 26 April 2026 | 21:39 WIB

Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!

Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!

News | Minggu, 26 April 2026 | 21:05 WIB

Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!

Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!

News | Minggu, 26 April 2026 | 20:35 WIB

BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank

BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank

News | Minggu, 26 April 2026 | 19:25 WIB

BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan

BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan

News | Minggu, 26 April 2026 | 19:00 WIB

Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman

Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:53 WIB

Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah

Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:42 WIB

Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus

Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:34 WIB

Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok

Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:20 WIB

Skandal Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 103 Anak Jadi Korban, DPR Desak Hukuman Maksimal

Skandal Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 103 Anak Jadi Korban, DPR Desak Hukuman Maksimal

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:10 WIB