- Habib Rizieq Shihab menyerukan umat Islam Indonesia bersatu membela Palestina dan Iran dari serangan Amerika Serikat serta Israel.
- Ia menyoroti pembatasan akses ibadah di Masjid Al-Aqsha serta menderita akibat perang yang dialami warga di wilayah konflik.
- Umat diajak menghentikan debat sektarian dan meningkatkan solidaritas melalui dukungan spiritual seperti qunut nazilah serta bantuan dana kemanusiaan.
Habib Rizieq menekankan saat ini adalah momentum bagi persatuan lintas kelompok. Ia meminta umat Islam menyadari adanya tantangan lebih besar, yang mengancam kedaulatan negara-negara Muslim.
Baginya, persatuan adalah harga mati jika ingin memberikan dampak nyata bagi pembebasan Palestina.
“Bukan waktunya kita membahas perbedaan. Bukan waktunya bicara ini Aswaja, ini Syiah. Kita bicara semua punya musuh sama, AS dan Israel," tegas Habib Rizieq.
Langkah Nyata Solidaritas Umat
Sebagai tindak lanjut dari seruan persatuan tersebut, Habib Rizieq mengajak umat Islam di Indonesia untuk meningkatkan solidaritas melalui berbagai jalur yang memungkinkan.
Ia menekankan, bantuan tidak harus selalu berupa kehadiran fisik di medan perang, melainkan bisa dimulai dari dukungan spiritual dan finansial yang konsisten.
Ia mendorong para jemaah untuk memperbanyak istighatsah. Secara khusus, juga menghidupkan kembali pembacaan qunut nazilah dalam setiap salat fardu sebagai bentuk dukungan spiritual bagi mereka yang sedang berjuang di garis depan.
Selain itu, penggalangan dana secara transparan melalui lembaga-lembaga terpercaya juga menjadi poin yang ia tekankan.
Menutup arahannya, Habib Rizieq mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terpancing oleh narasi-narasi provokatif di media sosial yang sengaja diciptakan untuk memicu konflik internal antarsesama Muslim.