Konflik Timur Tengah Berpotensi Picu Krisis Pupuk, Ketahanan Pangan Terancam?

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 06 April 2026 | 15:58 WIB
Konflik Timur Tengah Berpotensi Picu Krisis Pupuk, Ketahanan Pangan Terancam?
Ilustrasi - Iran hujani Israel dengan serangan rudal buntut meninggalnya Ali Larijani. (Ist)
baca 10 detik
  • Konflik Timur Tengah mengancam pasokan bahan baku pupuk kimia nitrogen impor yang dibutuhkan untuk produksi pangan Indonesia.
  • Kelangkaan bahan baku berisiko mengganggu stok pupuk nasional untuk masa tanam mendatang jika konflik terus berlangsung lama.
  • Pemerintah didorong mengoptimalkan produksi pupuk organik lokal dan menyediakan mesin pengolah pupuk bagi petani di tingkat desa.

Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda mulai berdampak secara global. Salah satu yang terdampak adalah pasokan pupuk berbasis nitrogen.

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Subejo, menuturkan bahwa perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini sangat berpotensi menimbulkan dampak bagi sektor pangan, terutama kelangkaan pasokan pupuk berbasis nitrogen untuk produksi pupuk kimia.

“Kalau misalnya pupuk organik dan pupuk hayati sesungguhnya tidak tergantung impor, tapi kalau pupuk kimia memang sebagian bahannya harus impor,” kata Subejo, dikutip, Senin (6/4/2026).

Jika konflik ini berkepanjangan dan berdampak pada pasokan bahan baku yang masuk ke Indonesia, tentu cukup berisiko, mengingat negara-negara Teluk menjadi produsen penting pupuk berbasis nitrogen.

Lebih lanjut, Subejo menerangkan bahwa kondisi tersebut, jika tidak segera membaik, akan berdampak pada stok kebutuhan pupuk pada musim berikutnya. Pasalnya, ia menyebut pemerintah sudah memiliki stok pupuk untuk musim saat ini.

“Mungkin untuk masa penanaman Juli atau Juni itu yang saya kira berisiko, kalau distribusi bahan bakunya tidak lancar,” ungkapnya.

Potensi Kembangkan Pupuk Organik

Namun di sisi lain, kondisi itu bisa dipandang sebagai sebuah momentum untuk meningkatkan produktivitas pupuk dalam negeri. Pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak, termasuk kompos dari limbah organik, dapat dioptimalkan.

“Jadi di satu sisi tetap ada risiko kekurangan pupuk kimia, tapi kita berkesempatan untuk menggantinya dengan pupuk organik,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah dan pihak swasta bisa bekerja sama dalam hal tersebut, termasuk melibatkan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang ada.

baca juga

Meskipun Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi pupuk organik, kebutuhan pupuk nonorganik tidak sepenuhnya bisa digantikan. Ia mengungkapkan, jika stok pupuk tersebut benar-benar berkurang hingga 50 persen, maka akan berisiko ke depan.

Diperlukan kesiapan untuk lebih mengoptimalkan produk-produk organik. Selain itu, perlu dilakukan antisipasi di tingkat desa melalui kelompok tani maupun BUMDes.

Menurutnya, bantuan mesin pupuk tidak harus besar, tetapi cukup untuk produksi di tingkat desa.

“Ini harus diantisipasi mulai sekarang. Jika tidak disiapkan dan tiba-tiba bahan bakunya benar-benar tidak bisa masuk, pasti akan berisiko terhadap kebutuhan petani. Sehingga petani tidak bisa memproduksi berbagai komoditas dengan baik,” paparnya.

Dari sisi pemerintah, edukasi kepada masyarakat harus mulai lebih digencarkan agar tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia dan mulai beralih ke pupuk organik.

Selain itu, strategi lainnya adalah memberikan bantuan mesin pengolah pupuk organik ke desa-desa. Langkah tersebut dapat menjadi momentum untuk mengajarkan pentingnya pupuk organik.

“Jika tidak disiapkan, nanti ketika benar-benar terjadi kelangkaan, harganya sangat mahal dan tidak tersedia, pasti masyarakat akan kolaps,” ujarnya.

“Tapi kalau strategi tersebut dilakukan, melalui penyuluhan, pengadaan mesin, dan pelatihan, saya kira ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mulai disiapkan,” imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur

Foto | Jum'at, 03 April 2026 | 18:05 WIB

Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen

Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:49 WIB

Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang

Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:17 WIB

Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur

Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:09 WIB

Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!

Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!

News | Rabu, 01 April 2026 | 08:27 WIB

BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah

BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 07:05 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Belanja Tetap Ramai, OECD Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8% pada 2026

Belanja Tetap Ramai, OECD Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8% pada 2026

Foto | Senin, 30 Maret 2026 | 19:14 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Terkini

Garuda Terbang Tinggi, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Garuda Terbang Tinggi, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Foto | Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

×