Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin

Arief Apriadi

Selasa, 07 April 2026 | 08:16 WIB
Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin
Donald Trump dan Vladimir Putin (REUTERS/Kevin Lamarque)
baca 10 detik
  • Trump sebut NATO 'macan kertas' dan klaim Putin secara pribadi mengaku lebih takut padanya.
  • Ia beberkan detail operasi penyelamatan pilot F-15 di Iran yang melibatkan 155 pesawat tempur dan pengebom.
  • Trump berikan ultimatum hingga Selasa malam terkait pembukaan Selat Hormuz dan sebut penentang perang sebagai orang bodoh.

Suara.com - Presiden AS Donald Trump kembali mengguncang panggung politik global dengan klaim kontroversial yang berpotensi memicu kemarahan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump secara terbuka sesumbar bahwa lingkungan pertahanan NATO sama sekali tidak memiliki efek gentar terhadap pemimpin Rusia tersebut.

Ia bahkan mengeklaim bahwa Putin secara pribadi berkali-kali mengaku lebih takut pada dirinya dan Amerika Serikat (AS) dibandingkan kepada kekuatan sekutu militer tersebut.

"NATO adalah macan kertas. Putin tidak takut pada NATO. Putin takut pada AS. Dia sangat takut pada AS. Dan dia sudah mengatakan hal itu kepada saya berkali-kali," kata Donald Trump dikutip dari Haberler, Selasa (7/4/2026).

Pernyataan bombastis ini dilontarkan di tengah memanasnya situasi konflik dengan Iran, di mana Trump juga memberkan detail operasi militer yang baru sedang berlangsung.

Trump menceritakan detail operasi penyelamatan pilot pesawat F-15 yang sebelumnya ditembak jatuh oleh Iran.

“Itu adalah operasi bersejarah. Operasi itu berlangsung selama 7 jam. 21 pesawat memasuki Iran. Kami mengejutkan pasukan Iran dengan memindahkan mereka ke area yang berbeda.," kata Trump.

"Kami mengirim mereka ke 7 lokasi berbeda, kami melakukan operasi pengalihan. Kami keluar tanpa korban jiwa. Kami tidak pernah meninggalkan satu pun tentara Amerika di belakang, kami berada di bawah tembakan hebat.”

“Kami menyelamatkan mereka dengan helikopter, yang sangat bagus. Itu adalah operasi yang fantastis."

baca juga

"Kami menggunakan total 155 pesawat dalam operasi tersebut, termasuk 4 pesawat pembom, 64 jet tempur, 48 pesawat pengisian bahan bakar, dan 13 pesawat penyelamat. Pilotnya sangat berani; dia mendaki gunung, dia kehilangan banyak darah, tetapi dia tidak tertangkap.”

Di sela-sela pidatonya, Trump juga menyinggung masalah upaya mempersenjatai rakyat Iran yang ternyata tidak berjalan sesuai rencana.

"Kami mengirimkan beberapa senjata, dan senjata-senjata itu seharusnya sampai ke rakyat Iran. Tahukah Anda apa yang terjadi? Orang-orang yang seharusnya mendistribusikan senjata-senjata itu menyimpannya untuk diri mereka sendiri," ungkap Trump.

"Saya sangat marah kepada beberapa orang, dan mereka akan membayar mahal untuk ini. Rakyat Iran akan melawan segera setelah mereka mendapatkan senjata. Jika mereka memiliki senjata, Iran akan menyerah dalam dua detik. Iran hanya memiliki beberapa rudal dan beberapa drone."

Terkait kelanjutan perang, ia menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang bisa mendeklarasikan gencatan senjata dan memberikan ultimatum terkait Selat Hormuz.

"Kami bisa menarik diri dari Iran segera, tetapi saya ingin melihat ini sampai akhir. Saya satu-satunya yang dapat menyatakan gencatan senjata. Saya belum menyatakan gencatan senjata apa pun. Kami sedang berbicara dengan mereka; mereka punya waktu sampai besok malam," jelas Trump.

"Semuanya tampaknya berjalan dengan baik, tetapi kita akan menunggu dan melihat. Anda harus mengerti bahwa kami telah berurusan dengan orang-orang ini selama 47 tahun. Membuka kembali Selat Hormuz adalah prioritas kami."

Trump juga melontarkan pernyataan keras kepada warga Amerika yang menentang perang dengan Iran.

"Mereka bodoh. Karena perang ini hanya mempunyai satu tujuan: mencegah Iran memiliki senjata nuklir."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas

Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:06 WIB

Belum Kering Luka Serangan Drone Iran, Tentara Amerika Sudah Diminta Kerja Lagi!

Belum Kering Luka Serangan Drone Iran, Tentara Amerika Sudah Diminta Kerja Lagi!

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:55 WIB

Bukan Gertak Sambal, Iran Rudal Kawasan Industri Al Jubail Sehari Setelah Diancam Trump

Bukan Gertak Sambal, Iran Rudal Kawasan Industri Al Jubail Sehari Setelah Diancam Trump

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:44 WIB

Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel

Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:14 WIB

Terkini

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua

Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:41 WIB

Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa

Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:20 WIB

Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif

Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:17 WIB

Hakim yang Vonis Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY, Ada Bukti Rekaman Ketiduran Saat Sidang

Hakim yang Vonis Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY, Ada Bukti Rekaman Ketiduran Saat Sidang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:09 WIB

Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan

Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:00 WIB

Wamensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Saat Terima Audiensi DPRD Teluk Wondama

Wamensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Saat Terima Audiensi DPRD Teluk Wondama

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:55 WIB

Cerita Mahasiswa UI di DPR, Ada Akademisi Dicekal Masuk Kampus Akibat Intervensi Politik

Cerita Mahasiswa UI di DPR, Ada Akademisi Dicekal Masuk Kampus Akibat Intervensi Politik

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:53 WIB

Gubsu Bobby Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Catat Surplus Rp521,494 M

Gubsu Bobby Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Catat Surplus Rp521,494 M

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:52 WIB

Siap-siap Biaya Haji 2027 Naik! Hati-hati Pelayanan Jemaah Jadi Korban Jika Anggaran Dipangkas

Siap-siap Biaya Haji 2027 Naik! Hati-hati Pelayanan Jemaah Jadi Korban Jika Anggaran Dipangkas

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:49 WIB

×