Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 11:34 WIB
Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran
Donald Trump (Poltus)
  • Amerika Serikat memulai blokade pelabuhan Iran untuk memaksa penghentian perang selama enam pekan.

  • Donald Trump menegaskan blokade bertujuan menghentikan ancaman Iran terhadap stabilitas ekonomi dunia.

  • Iran mengancam akan menyerang balik seluruh pelabuhan di kawasan Teluk jika blokade berlanjut.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengonfirmasi bahwa seluruh garis pantai Iran kini dalam kondisi terbatas dan diawasi ketat secara militer.

Para pelaut diinstruksikan untuk tetap waspada meski jalur menuju pelabuhan non-Iran dilaporkan masih dapat dilalui dengan pengawalan militer yang ketat.

Komando Pusat militer Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan blokade mencakup seluruh kapal yang mencoba masuk atau keluar dari teritorial Iran.

Keputusan CENTCOM tetap memberikan izin bagi kapal dengan tujuan pelabuhan negara tetangga merupakan strategi untuk meminimalisir kekacauan logistik global.

Trump melalui saluran media sosialnya mengklaim bahwa kekuatan laut utama Iran sebenarnya sudah mengalami kehancuran yang sangat signifikan.

Namun, keberadaan kapal serang cepat milik Iran tetap diwaspadai karena dianggap masih mampu melakukan tindakan sabotase di medan tempur.

Presiden Amerika Serikat memberikan peringatan keras bahwa setiap kapal yang berani mendekati zona blokade akan segera dieliminasi tanpa kompromi.

"Jika ada kapal-kapal ini yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dihancurkan," tulis Trump dalam pesan digitalnya kepada publik dunia.

Krisis Keamanan Maritim dan Ancaman Regional

Pihak berwenang Iran menegaskan bahwa jika mereka tidak mendapatkan keamanan, maka negara-negara tetangga juga tidak akan merasakannya.

"Keamanan di Teluk Persia dan Laut Oman adalah untuk semua orang atau untuk tidak seorang pun," lapor Islamic Republic of Iran Broadcasting.

Stabilitas kawasan kini bergantung pada sejauh mana kedua belah pihak mampu menahan diri dari konfrontasi fisik yang lebih destruktif.

Sebuah pernyataan resmi dari militer Iran menegaskan bahwa tidak ada satu pun pelabuhan di wilayah tersebut yang akan berada dalam posisi aman.

Dampak dari blokade ini diperkirakan akan memicu lonjakan harga komoditas energi jika ketegangan di Selat Hormuz tidak segera mereda dalam waktu dekat.

Krisis ini berawal dari perang berkepanjangan selama lebih dari sebulan yang melibatkan kepentingan besar di wilayah Selat Hormuz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump

Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:17 WIB

Presiden Meksiko Ungkap Alasan FIFA Tolak Iran Pindah Venue Piala Dunia 2026 ke Negaranya

Presiden Meksiko Ungkap Alasan FIFA Tolak Iran Pindah Venue Piala Dunia 2026 ke Negaranya

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 11:00 WIB

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:58 WIB

Terkini

Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'

Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:26 WIB

Indonesia dan AS Resmi Perkuat Kemitraan Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer

Indonesia dan AS Resmi Perkuat Kemitraan Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:26 WIB

Kritik JPPI Buntut Skandal Grup Chat FH UI: Belajar Hukum, Tapi Jadi Pelaku Pelecehan

Kritik JPPI Buntut Skandal Grup Chat FH UI: Belajar Hukum, Tapi Jadi Pelaku Pelecehan

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:20 WIB

Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump

Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:17 WIB

Polda Metro Bongkar Pabrik Zenith di Semarang, Sita 1,83 Ton Bahan Baku

Polda Metro Bongkar Pabrik Zenith di Semarang, Sita 1,83 Ton Bahan Baku

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:15 WIB

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:12 WIB

Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota

Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:58 WIB

Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal

Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:46 WIB