Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

Bella | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 17:27 WIB
Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bertemu untuk menghabiskan hari Sabtu bersama di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/6/2024). (Foto dok. Prabowo)
  • Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran bersaing memperebutkan pengaruh terhadap Partai NasDem guna kepentingan politik tahun 2029.
  • Gibran melakukan konsolidasi politik personal melalui pembentukan relawan serta gerilya menggembosi NasDem untuk memperkuat basis dukungannya di Indonesia.
  • Prabowo menemui Surya Paloh di Hambalang pada 11 April 2026 untuk merangkul NasDem masuk ke dalam orbit kekuasaannya.

Suara.com - Dinamika politik pasca-Pilpres 2024 mulai memanas dengan munculnya sinyal persaingan pengaruh antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Keduanya disebut-sebut tengah memperebutkan pengaruh terhadap Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebagai bagian dari reposisi kekuatan politik menuju 2029.

Analis politik dan militer, Doktor Selamat Ginting, mengungkapkan bahwa pembentukan 34 relawan Gibran di seluruh provinsi Indonesia merupakan sinyal kuat konsolidasi basis politik personal. Menurutnya, Gibran tengah menjalankan pola "pre-presidential positioning" yang dulu pernah dilakukan ayahnya, Joko Widodo (Jokowi).

"Ini adalah sebuah sinyal bahwa Gibran sedang melakukan konsolidasi basis politiknya. Artinya tidak cukup hanya mengandalkan PSI. Saya membaca ini konsolidasi basis politik personal yang dilakukan oleh Gibran untuk early positioning 2029 mendatang," ujar Selamat Ginting dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (14/4/2026).

Taktik Gerilya Gibran Gembosi NasDem

Selamat Ginting menyoroti manuver Gibran yang mulai merambah ke partai politik menengah seperti NasDem. Alih-alih membangun partai dari nol, Gibran dinilai lebih tertarik mengambil alih atau "menggembosi" partai yang sudah memiliki kursi di Senayan melalui tokoh-tokoh kuat.

Ia mengungkapkan adanya eksodus sejumlah pentolan NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang kini dipimpin adik Gibran, Kaesang Pangarep. Tokoh-tokoh kuat di Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat disebut mulai merapat ke gerbong PSI.

"Gibran menggunakan orang-orang Nasdem yang dulu masuk di dalam untuk gerilya. Gerilya menggembosi Nasdem," ujarnya.

Strategi ini dianggap lebih realistis bagi Gibran daripada mengandalkan PSI yang dalam dua kali pemilu gagal menembus ambang batas parlemen.

Muncul Isu ‘Gren Dam’ dan Pertemuan Hambalang

Di sisi lain, Prabowo Subianto juga tidak tinggal diam. Selamat Ginting membeberkan informasi mengenai pertemuan antara Prabowo dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di Hambalang pada 11 April lalu yang tidak diketahui pers.

Pertemuan tersebut memicu spekulasi di media sosial mengenai kemungkinan penggabungan atau akuisisi Partai NasDem oleh Gerindra, yang kemudian memunculkan istilah "Gren Dam" (Gerindra-NasDem).

"Pendekatan Gerindra kira-kira 11 April lalu, berkembang informasi Prabowo menjumpai Surya Paloh tanpa diketahui pers. Pertemuan di Hambalang bisa dibilang posisi Surya Paloh ini kan relatif terjepit setelah di dalam kontestasi Pemilu 2024 lalu berseberangan dengan Jokowi,” ujarnya.

Menurutnya, Surya Paloh saat ini berada dalam posisi dilematis setelah berseberangan dengan Jokowi dalam Pilpres 2024. Namun, adanya ikatan sejarah sesama alumni Golkar, baik dari jalur birokrasi, partai, maupun militer, menjadi jembatan bagi Prabowo untuk merangkul NasDem masuk ke dalam orbit kekuasaannya.

Perebutan Pengaruh Menuju 2029

Selamat Ginting menilai fragmentasi internal di tubuh NasDem tak terelakkan. Para elite partai mulai mencari posisi baru yang lebih dekat dengan lingkar kekuasaan. Mengingat pada pertengahan 2026 mendatang, konstelasi politik diperkirakan kembali berubah menyambut persiapan pemilu berikutnya.

"Partai-partai ini mencari posisi baru dalam orbit kekuasaan dan jika ini benar akan ada eksodus besar-besaran dari tokoh-tokoh Nasdem ke PSI atau ke Gerindra, ini bisa mengindikasikan memang ada fragmentasi internal di tubuh Nasdem," ujarnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dapat Kejutan Ultah di DPR, Titiek Soeharto Senyum-senyum Ditanya Ucapan 'Spesial' dari Prabowo

Dapat Kejutan Ultah di DPR, Titiek Soeharto Senyum-senyum Ditanya Ucapan 'Spesial' dari Prabowo

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:43 WIB

Siswi 15 Tahun di Langkat Jadi Tersangka Usai Bela Ayah, Curhat ke Prabowo Subianto

Siswi 15 Tahun di Langkat Jadi Tersangka Usai Bela Ayah, Curhat ke Prabowo Subianto

Entertainment | Selasa, 14 April 2026 | 15:16 WIB

Geger Isu Dicaplok Gerindra, Nasdem Sebut Tempo Telah Minta Maaf

Geger Isu Dicaplok Gerindra, Nasdem Sebut Tempo Telah Minta Maaf

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:54 WIB

Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah

Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:44 WIB

Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final

Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:42 WIB

Menteri Bahlil: Kunjungan ke Rusia untuk Amankan Pasokan Energi Nasional

Menteri Bahlil: Kunjungan ke Rusia untuk Amankan Pasokan Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 12:36 WIB

Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?

Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 12:30 WIB

Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin

Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:55 WIB

Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus

Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:40 WIB

Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'

Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:26 WIB

Terkini

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:36 WIB

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:17 WIB

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:16 WIB

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:13 WIB

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:56 WIB

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB

Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama

Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:47 WIB

DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan

DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip

Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:31 WIB