Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 16 April 2026 | 15:03 WIB
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. [dok Pemprov Sumut]
baca 10 detik
  • Bobby Nasution diduga melakukan tindakan kekerasan berupa penamparan terhadap seorang sopir direktur BUMD pada Kamis, 16 April 2026.
  • Pakar kebijakan publik menilai tindakan fisik tersebut tidak pantas karena melanggar prosedur disiplin pegawai yang berlaku resmi.
  • Gubernur seharusnya menyelesaikan masalah melalui jalur komunikasi formal dan fokus menyusun kebijakan makro bagi kepentingan masyarakat luas.

Suara.com - Dugaan aksi kekerasan berupa penamparan yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution terhadap seorang sopir direktur BUMD sempat menjadi sorotan.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, Agustinus Subarsono, menilai meskipun tindakan itu dimaksudkan untuk mendisiplinkan bawahan, cara yang digunakan dianggap tidak pantas dilakukan oleh seorang kepala daerah.

"Apa yang dilakukan Bobby Nasution selaku gubernur Kepala Daerah meski tujuannnya baik untuk pendisiplinan karyawan. Namun menurut saya tidak proper (pantas) dilakukan," kata Subarsono kepada Suara.com, Kamis (16/4/2026).

Menurut Subarsono, secara struktural gubernur memiliki jalur komunikasi formal yang lebih tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam hal ini, Bobby dinilai seharusnya bisa berkoordinasi langsung dengan pimpinan unit terkait tanpa harus turun tangan secara fisik terhadap staf teknis.

"Selaku Gubernur dia bisa telpon Direktur BUMD untuk menyelesaikan kasus tersebut, di mana sang driver secara hirarkis berada dalam komando Direktur BUMD," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti prioritas kerja seorang kepala daerah. Menurut Subarsono, gubernur seharusnya mencurahkan energi dan waktu untuk memikirkan kebijakan besar yang berdampak luas bagi masyarakat.

"Apa yang dilakukan Bobby adalah masalah sangat kecil dalam konteks sebagai kepala daerah. Gubernur sebagai Daerah seharuskan memikirkan kebijakan makro bukan ngurusi masalah-masalah kecil seperti itu," tuturnya.

Dari sisi regulasi, Agustinus menekankan bahwa sanksi fisik berupa penamparan tidak dikenal dalam aturan disiplin pegawai. Setiap pelanggaran yang dilakukan karyawan atau aparatur, kata dia, memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang sudah diatur resmi.

baca juga

"Sanksi dalam wujud penamparan sangat tidak elok dilakukan oleh kepala daerah. Pendisiplin karyawan ada prosedur bakunya (SOP), mulai dari yang paling ringan teguran lisan, kemudian teguran tertulis dan pernyataan tidak puas secara tertulis," ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa sebagai pejabat publik, Bobby Nasution terikat pada PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

Dalam aturan tersebut, tidak ada satu pun pasal yang melegalkan kekerasan fisik sebagai bentuk pembinaan kepada bawahan atau karyawan di lingkungan pemerintahan.

"Dalam PP No 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS tidak dicantumkan sanksi dalam wujud penamparan," tambahnya.

Ia mengimbau seluruh pejabat publik menjaga marwah jabatan dengan bertindak rasional dan mengendalikan emosi di ruang publik. Penegakan kedisiplinan, menurutnya, seharusnya tetap berada dalam koridor hukum dan mengedepankan pendekatan edukatif.

"Dalam era demokrasi sebaiknya para pejabat publik dapat menahan emosi dan bertindak rasional, dalam konteks hukum dan lebih mengedepankan edukatif," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang

Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:36 WIB

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 13:36 WIB

Sopir Bajaj di Tanah Abang Diperas Preman Rp100 Ribu per Hari, Kaca Dipecah Jika Tak Bayar

Sopir Bajaj di Tanah Abang Diperas Preman Rp100 Ribu per Hari, Kaca Dipecah Jika Tak Bayar

Entertainment | Senin, 13 April 2026 | 06:30 WIB

Pengalaman Jadi Sopir Angkot, Bahlil Sebut Batas BBM 50 Liter Per Hari Sudah Wajar

Pengalaman Jadi Sopir Angkot, Bahlil Sebut Batas BBM 50 Liter Per Hari Sudah Wajar

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 14:20 WIB

Lebaran ke Rumah Bobby Nasution, Raffi Ahmad dan Gigi Kembali Disentil Isu Liar Asal-usul Lily

Lebaran ke Rumah Bobby Nasution, Raffi Ahmad dan Gigi Kembali Disentil Isu Liar Asal-usul Lily

Entertainment | Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:10 WIB

Menaker Temukan Sopir Bus Hanya Tidur 2 Jam Jelang Mudik, Langsung Dicegah Berangkat

Menaker Temukan Sopir Bus Hanya Tidur 2 Jam Jelang Mudik, Langsung Dicegah Berangkat

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:19 WIB

Lebaran di Balik Kemudi, Kisah Rasimin Menunda Kepulangan Demi Mengantar Rindu Orang Lain

Lebaran di Balik Kemudi, Kisah Rasimin Menunda Kepulangan Demi Mengantar Rindu Orang Lain

News | Senin, 16 Maret 2026 | 15:46 WIB

Bikin Mudik Makin Aman, Ini Camilan Sehat yang Tidak Bikin Ngantuk Menyetir

Bikin Mudik Makin Aman, Ini Camilan Sehat yang Tidak Bikin Ngantuk Menyetir

Otomotif | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:30 WIB

Sopir Taksi Ketemu Vidi Aldiano, Diberi Segepok Uang Rp7 Juta untuk Mudik

Sopir Taksi Ketemu Vidi Aldiano, Diberi Segepok Uang Rp7 Juta untuk Mudik

Entertainment | Selasa, 10 Maret 2026 | 21:00 WIB

Ngeri! Sopir Calya Ugal-Ugalan di Gunung Sahari Ternyata Bawa 4 Pelat Palsu, Sajam, dan Senpi Mainan

Ngeri! Sopir Calya Ugal-Ugalan di Gunung Sahari Ternyata Bawa 4 Pelat Palsu, Sajam, dan Senpi Mainan

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Jet Tempur Amerika Serikat Hancurkan Pos Rudal Iran

Jet Tempur Amerika Serikat Hancurkan Pos Rudal Iran

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:01 WIB

Kuntadi Selangkah Lagi Jadi Jampidsus, Keppres Ditargetkan Terbit Pekan Depan

Kuntadi Selangkah Lagi Jadi Jampidsus, Keppres Ditargetkan Terbit Pekan Depan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:57 WIB

Jangan Asal Atur, Pengusaha Dapur MBG Minta BGN Libatkan Mitra Soal Kebijakan

Jangan Asal Atur, Pengusaha Dapur MBG Minta BGN Libatkan Mitra Soal Kebijakan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:57 WIB

Misteri Pengganti Febrie Adriansyah Terjawab, Mensesneg Sebut Nama Kuntadi

Misteri Pengganti Febrie Adriansyah Terjawab, Mensesneg Sebut Nama Kuntadi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:50 WIB

Jejak Elektronik Disita, KPK Bidik Peran Bobby Rizaldi dalam Skandal WTP Muara Enim

Jejak Elektronik Disita, KPK Bidik Peran Bobby Rizaldi dalam Skandal WTP Muara Enim

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:50 WIB

Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh

Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:50 WIB

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:37 WIB

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:09 WIB

×