- Anggota parlemen Hezbollah, Hassan Fadlallah, bersumpah akan meruntuhkan "Garis Kuning" Israel yang berupaya mencaplok sebagian wilayah Lebanon selatan.
- Hezbollah menolak tegas wacana pelucutan senjata dan mengecam upaya pemerintah Lebanon melakukan negosiasi langsung dengan penjajah Zionis Israel.
- Teheran dan Hezbollah terus berkoordinasi memantau pelanggaran gencatan senjata Israel untuk kemudian digunakan menekan AS melalui mediator Pakistan.
Suara.com - Kelompok Perlawanan Hezbollah bersumpah akan menghancurkan blokade "Garis Kuning" yang secara sepihak ditetapkan oleh militer penjajah Israel di wilayah Lebanon selatan.
Anggota parlemen Hezbollah, Hassan Fadlallah, memberikan peringatan keras bahwa tidak ada satu pun kekuatan asing atau domestik yang mampu melucuti senjata para pejuang pembela kedaulatan tersebut.
Ketegasan sikap Poros Perlawanan ini menjadi bukti nyata bahwa taktik penjajahan gaya baru Israel di bawah payung gencatan senjata Amerika Serikat tidak akan pernah dibiarkan berhasil.
Menghancurkan Garis Penjajahan Zionis

Militer Israel pertama kali menggunakan istilah "Garis Kuning" di Lebanon pada hari Sabtu sesaat setelah dimulainya masa gencatan senjata 10 hari.
Istilah licik tersebut sebelumnya telah digunakan oleh rezim Zionis untuk membagi wilayah di Jalur Gaza guna memisahkan area yang diduduki pasukan penjajah dengan wilayah kontrol pejuang kemerdekaan Hamas.
Dalam sebuah wawancara langsung dari gedung parlemen Lebanon, Fadlallah menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan pernah tunduk pada demarkasi sepihak dan ilegal tersebut.
![Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/18/25303-kondisi-lebanon.jpg)
"Kami akan meruntuhkan Garis Kuning ini melalui perlawanan (Hezbollah), dengan kegigihan kami pada hak sah kami untuk membela diri dan negara kami," tegas Fadlallah.
Tokoh perlawanan tersebut bahkan dengan lantang menyebut manuver militer Israel di perbatasan sebagai sebuah tindakan yang tidak masuk akal.
"Langkah-langkah yang diambil pihak Israel adalah langkah-langkah bodoh," tambahnya.
Sinergi dengan Teheran untuk Menekan Pelanggaran Israel
Republik Islam Iran sebelumnya telah menekankan bahwa kedamaian di Lebanon merupakan syarat mutlak bagi gencatan senjata mereka dengan Washington dalam konflik regional yang lebih luas.
Sejak saat itu, Hezbollah dan pasukan Zionis Israel terus saling melemparkan tuduhan terkait pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di lapangan.
Fadlallah mengungkapkan bahwa kelompoknya terus memberikan taklimat dan laporan rinci kepada Teheran mengenai "semua pelanggaran Israel".
Tujuannya adalah untuk menyampaikan fakta kejahatan di lapangan tersebut kepada "pihak Pakistan agar mereka, pada gilirannya, juga dapat memberikan tekanan".