Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon

Arief Apriadi

Rabu, 22 April 2026 | 14:40 WIB
Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon
Israel serang Lebanon (Antara)
  • Anggota parlemen Hezbollah, Hassan Fadlallah, bersumpah akan meruntuhkan "Garis Kuning" Israel yang berupaya mencaplok sebagian wilayah Lebanon selatan.
  • Hezbollah menolak tegas wacana pelucutan senjata dan mengecam upaya pemerintah Lebanon melakukan negosiasi langsung dengan penjajah Zionis Israel.
  • Teheran dan Hezbollah terus berkoordinasi memantau pelanggaran gencatan senjata Israel untuk kemudian digunakan menekan AS melalui mediator Pakistan.

Islamabad saat ini memegang peranan krusial sebagai mediator utama yang menjembatani komunikasi antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat.

Syarat Mutlak Perdamaian yang Adil

Meskipun dalam posisi siaga tempur, Fadlallah menyatakan bahwa Hezbollah sebenarnya menghendaki agar masa gencatan senjata saat ini dapat terus dipertahankan.

"Kami ingin gencatan senjata terus berlanjut dan disertai dengan upaya tak kenal lelah agar tentara pendudukan mundur dari tanah kami dan agar semua pengungsi dapat kembali ke desa-desa mereka... serta pembebasan para tahanan dan kemudian program rekonstruksi," jelas Fadlallah.

Namun, pembela tanah Lebanon ini menolak mentah-mentah segala bentuk kesepakatan bias yang mengembalikan situasi ke masa pascaperang tahun 2024.

Israel diketahui tidak pernah berhenti membombardir Lebanon meskipun ada kesepakatan damai pada tahun 2024, dengan menggunakan dalih usang bahwa Hezbollah sedang mempersenjatai diri kembali.

"Tidak akan ada gencatan senjata sepihak," kata Fadlallah memperingatkan pihak musuh.

"Ketika pihak Israel melakukan pelanggaran dan serangan, perlawanan tentu tidak akan tinggal diam," tegasnya memastikan komitmen pembalasan.

Menolak Tunduk pada Tekanan Internal dan Negosiasi Langsung

Selama setahun terakhir, pemerintah di Beirut dilaporkan telah mengambil beberapa langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Hezbollah, termasuk komitmen pelucutan senjata pada 2025 dan pelarangan aktivitas militer.

Namun, Fadlallah memastikan bahwa kekuatan perlawanan ini adalah hak sah yang mustahil untuk dicabut oleh pihak mana pun.

"Tidak seorang pun di Lebanon atau di luar negeri yang akan mampu melucuti senjata perlawanan," ujar sang anggota parlemen.

Fadlallah juga mengecam keras upaya pemerintah Lebanon untuk terlibat dalam pembicaraan langsung dengan penjajah Israel terkait penghentian permusuhan.

Ia menyebut langkah diplomasi yang lemah tersebut sebagai "jalur politik untuk memberikan konsesi gratis" kepada pihak agresor.

"Adalah demi kepentingan Lebanon, presiden republik dan pemerintah untuk menjauh dari jalur negosiasi langsung dan kembali ke pemahaman nasional tentang pilihan terbaik bagi Lebanon," kata Fadlallah kepada AFP.

"Kami akan menolak dan menghadapi segala upaya untuk membebankan biaya politik pada Lebanon melalui konsesi yang dibuat untuk musuh Israel ini," tandasnya.

Harapan pada Diplomasi Poros Perlawanan

Hezbollah secara konsisten menunjuk pada peran krusial Republik Islam Iran dalam melindungi kedaulatan kawasan dari agresi hegemoni AS-Israel.

Gencatan senjata saat ini sangat bertumpu pada proses negosiasi tingkat tinggi antara Teheran dan Washington yang tengah difasilitasi di Islamabad.

Meskipun ketidakpastian masih membayangi arah perundingan tersebut, komitmen Iran untuk mendukung sekutunya di Lebanon menjadi perisai utama dalam menghadapi tekanan militer Barat.

Penetapan "Garis Kuning" oleh Israel sejatinya hanyalah satu dari sekian banyak upaya Zionis untuk melegitimasi pencaplokan wilayah berdaulat Arab yang secara konsisten terus digagalkan oleh pejuang perlawanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:15 WIB

Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:58 WIB

Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis

Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:54 WIB

2 Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus

2 Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:39 WIB

Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis

Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB