Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

Muhammad Yasir | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 13:51 WIB
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
Ilustrasi kasus peredaran narkoba di Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur. [Suara.com/Gemini Ai]
  • Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membongkar praktik peredaran narkoba terorganisir di Gang Langgar, Samarinda.
  • Para pelaku menggunakan sistem pengawasan berlapis oleh 21 orang penjaga bersandi Sniper untuk mengamankan transaksi narkoba.
  • Operasi gabungan tersebut berhasil menangkap 13 tersangka termasuk bandar utama setelah loket beroperasi selama empat tahun.

Suara.com - Praktik peredaran narkoba di Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur, ternyata dijalankan dengan sistem yang rapi dan terorganisir. Polisi mengungkap, kampung narkoba itu bahkan dijaga para pengawas berkode 'Sniper' yang dilengkapi handy talky (HT) untuk memantau situasi.

Modus itu terbongkar setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggerebek lokasi tersebut dan menangkap belasan tersangka.

“Penjualan loket narkoba Gg. Langgar, tersangka yang berperan sebagai 'Sniper' (pengawas) berada di depan Alfamart akan memberikan kode "masuk-masuk" menggunakan tangan secara tersirat,” kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Polisi mengungkap, para 'Sniper' itu bukan sekadar penjaga biasa. Mereka saling terhubung menggunakan HT untuk mengawasi pergerakan di sepanjang jalan menuju lokasi transaksi narkoba.

“Sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 pengawas yang memegang handy talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak Gg. Langgar Blok F,” ungkap Eko.

Sistem pengamanan dibuat berlapis. Bahkan pembeli yang datang ke lokasi tak bisa masuk sembarangan.

“Kemudian pada Perempatan gang Blok F gang Langgar, Sniper mewajibkan hanya 1 orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan Narkoba tersebut. Apabila berboncengan salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F yang mana diawasi oleh para Sniper,” bebernya.

Setelah lolos dari pengawasan para 'Sniper', pembeli baru bisa masuk ke loket penjualan narkoba di Blok F Gang Langgar. Polisi menyebut satu klip kecil sabu dijual seharga Rp150 ribu.

“Loket penjualan narkoba di Gg Langgar sudah beroperasi selama 4 tahun, Penjualan Narkoba perhari mencapai 1000-1200 klip kecil dengan Harga Rp 150.000 per klip kecil,” jelas Eko.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso (tengah) saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (22/10/2025). ANTARA/Nadia Putri Rahmani.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso. ANTARA/Nadia Putri Rahmani.

Jaringan Andes

Dari hasil penyelidikan, Bareskrim menyimpulkan peredaran narkoba di kampung tersebut berjalan secara sistematis dan melibatkan banyak peran.

Dalam operasi gabungan yang dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury, polisi menangkap 13 tersangka. Salah satunya Firnandes alias Nando yang disebut sebagai bandar narkoba di Gang Langgar.

Nando diketahui merupakan anak dari bandar lama Andes alias H Endi yang kini berstatus DPO. Polisi juga memburu H Andi Sudi yang diduga menjadi penyuplai narkoba di lokasi tersebut.

Selain bandar dan kurir, polisi turut menangkap para pengawas atau 'Sniper' yang bertugas menjaga jalannya transaksi narkoba di kawasan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi

Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 08:47 WIB

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:42 WIB

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:39 WIB

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB

KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024

KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:34 WIB

Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model

Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:31 WIB

Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung

Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB

Meutya Hafid Peringatkan E-Wallet dan Operator Seluler: Jadi Alat Transaksi Judi Online

Meutya Hafid Peringatkan E-Wallet dan Operator Seluler: Jadi Alat Transaksi Judi Online

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB

Viral Model Ansy Jan De Vries Dibacok Begal di Kebon Jeruk, Polisi: Data Pasien di RS Nihil

Viral Model Ansy Jan De Vries Dibacok Begal di Kebon Jeruk, Polisi: Data Pasien di RS Nihil

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB