Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Bella | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB
Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?
Aktris sekaligus warga Tangerang Selatan, Leony Vitria H dalam diskusi “Dari Reformasi ke Autokrasi?” pada Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Dinda]
  • Aktris Leony Vitria mengkritik tata kelola sampah di Tangerang Selatan dalam diskusi publik pada Kamis, 21 Mei 2026.
  • Leony menyoroti ketidaksesuaian anggaran fantastis dengan realita, seperti penyewaan truk sampah rusak dan penggunaan cairan penghilang bau.
  • Ia menilai transparansi data pengadaan pemerintah sulit dipahami masyarakat serta hanya menjadi formalitas tanpa menyelesaikan permasalahan akar sampah.

Suara.com - Aktris sekaligus warga Tangerang Selatan, Leony Vitria H, meluapkan kekesalannya terhadap buruknya tata kelola sampah di wilayahnya. Mantan personel Trio Kwek Kwek itu mengaku sudah mencapai titik jenuh melihat tumpukan sampah yang tak kunjung teratasi meski anggaran yang digelontorkan pemerintah terbilang fantastis.

Dalam sebuah diskusi publik yang digelar bersama Indonesia Corruption Watch dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Leony mengungkapkan bahwa dirinya kini mulai berani mengulik data pengadaan barang dan jasa karena merasa keluhan lisan masyarakat tidak pernah didengar.

"Saya bukan orang yang peduli politik, saya bukan orang yang concern selalu bersuara gitu soal kritik politik atau apa segala macam gitu. Tapi memang ada di satu titik yang akhirnya sampai kayak enough is enough gitu loh, kayak kita sudah muak banget gitu ya sama yang terjadi," tegas Leony dalam diskusi “Dari Reformasi ke Autokrasi?” pada Kamis (21/5/2026).

Berawal dari keresahannya sebagai warga, Leony mencoba mempelajari laporan APBD dan data di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP. Ia menemukan sejumlah angka yang dianggapnya tidak masuk akal jika dibandingkan dengan realita di lapangan.

Salah satu yang disorotinya adalah anggaran untuk mengatasi aroma tak sedap di tempat pembuangan sampah.

"Melihat ada oh ini ada anggaran untuk cairan penghilang bau hampir satu miliar. Mohon maaf baunya masih ada gitu nggak ada efek," keluh Leony.

Tak hanya itu, Leony juga menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Tangsel yang lebih memilih menyewa truk sampah bobrok daripada membeli unit baru. Menurut riset mandiri yang dilakukannya, harga satu unit truk sampah hanya berkisar Rp400 juta hingga Rp500 juta.

"Terus juga ada laporan misalnya untuk penyewaan truk sampah sampai berapa puluh M (miliar) gitu kan. Kita lihat foto-foto laporan warga dong ya, si truk sampahnya itu kan sudah layak masuk tempat sampah ya semuanya. Kenapa dipertahankan menyewa, kenapa tidak beli saja? Dengan anggaran segitu loh bisa punya 20 unit baru," tambahnya dengan nada getir.

Leony bahkan menceritakan pengalamannya saat berkendara di belakang truk sampah yang kondisinya sangat memprihatinkan.

"Saya naik motor di belakang saya jaga jarak karena takut sampahnya jatuh-jatuh ke saya saking bobroknya itu nyata gitu," ujarnya.

Kritik Solusi "Plester" dan Tumpukan Sampah yang Ditutup Terpal 

Warga menutup hidungnya saat berjalan di samping tumpukan sampah yang ditutupi terpal di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/12/2025). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc]
Warga menutup hidungnya saat berjalan di samping tumpukan sampah yang ditutupi terpal di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/12/2025). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc]

Leony menilai selama ini pemerintah hanya melakukan tindakan yang sifatnya menambal masalah tanpa menyelesaikan akar persoalannya. Ia mencontohkan kejadian saat TPA Cipeucang ditutup dan sampah meluber ke jalanan.

"Solusinya pemerintah gitu lho ditutup terpal jadi nggak kelihatan kan ada sampahnya. Ditutup terpal, maksudnya kan bukan itu masalahnya," sindirnya.

Ia juga menyoroti pengadaan-pengadaan yang dianggap tidak relevan bagi warga yang terdampak sampah, seperti pembelian sarung senilai puluhan juta rupiah di area TPA.

"Buat warga buat apa gitu kan? Buat tutup hidung ya?" cetusnya.

Transparansi yang "Hanya Dimengerti Auditor"

Meski data pengadaan bisa diakses secara daring, Leony merasa dokumen-dokumen tersebut sangat sulit dipahami oleh warga awam yang tidak memiliki latar belakang akuntansi atau ekonomi. Ia merasa transparansi yang ada saat ini seolah-olah hanya formalitas untuk menggugurkan kewajiban.

"Transparansi yang hanya dimengerti oleh auditor. Kalau orang-orang kayak gue akan salah baca laporan itu. Akhirnya transparansi itu buat siapa? Bukan buat masyarakat gitu karena hanya masyarakat yang disuruh ngerti aja," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, permasalahan sampah di Tangerang Selatan masih menjadi sorotan publik, terutama terkait overload kapasitas TPA Cipeucang dan efektivitas penggunaan anggaran pengelolaan sampah daerah.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terungkap! Skandal Pelecehan Seksual di Klub Sepatu Roda Tangsel, Korbannya Anak 16 Tahun

Terungkap! Skandal Pelecehan Seksual di Klub Sepatu Roda Tangsel, Korbannya Anak 16 Tahun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:24 WIB

Fast Fashion dan Krisis Sampah: Bisakah Perempuan Jadi Agen Perubahan?

Fast Fashion dan Krisis Sampah: Bisakah Perempuan Jadi Agen Perubahan?

Your Say | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:00 WIB

Melihat Tempat Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur

Melihat Tempat Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur

Foto | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:49 WIB

Heboh Teror Pocong di Tangerang, Netizen Kasih Komentar Kocak

Heboh Teror Pocong di Tangerang, Netizen Kasih Komentar Kocak

Entertainment | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:58 WIB

TPST Bantargebang Tutup 2027, Pemprov DKI Bakal Beri Insentif ke RW yang Lakukan Pemilahan Sampah

TPST Bantargebang Tutup 2027, Pemprov DKI Bakal Beri Insentif ke RW yang Lakukan Pemilahan Sampah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:49 WIB

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:59 WIB

Edukasi Pilah Sampah untuk Pelajar Disabilitas, Hadirkan Ruang Belajar yang Inklusif

Edukasi Pilah Sampah untuk Pelajar Disabilitas, Hadirkan Ruang Belajar yang Inklusif

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:51 WIB

Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan

Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:51 WIB

Menilik Program MBG terhadap Tumpukan Sampah Sisa Makanan

Menilik Program MBG terhadap Tumpukan Sampah Sisa Makanan

Your Say | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:24 WIB

Terkini

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur

Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!

Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:13 WIB

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:05 WIB