Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS

Dythia Novianty

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:58 WIB
Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. [ANTARA/Anadolu/py]
baca 10 detik
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan pembukaan Selat Hormuz bergantung pada pemenuhan komitmen AS terkait Memorandum Islamabad.
  • Iran mengajukan syarat pencabutan sanksi, pelepasan aset, investasi, serta penghentian perang di Lebanon untuk membuka selat.
  • Situasi krisis memicu penurunan ekspor-impor Iran serta gangguan sektor energi yang berdampak pada perekonomian domestik.

Iran juga mengklaim telah mengekspor hampir 90 juta barel minyak selama kesepakatan sebelumnya berlangsung.

Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran, pada 21 Juni. [West Asia News Agency/via Reuters]
Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran. [West Asia News Agency/via Reuters]

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan Selat Hormuz bukan hanya menyangkut jalur kapal. Bagi Iran, akses pelayaran, ekspor energi, investasi, dan pencabutan sanksi saling berkaitan dengan upaya mempertahankan aktivitas ekonomi negara.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Perdagangan Energi

Iran dan Oman sebelumnya telah membahas pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz setelah nota kesepahaman antara Washington dan Teheran tidak berjalan sesuai rencana.

Dalam kesepakatan sebelumnya, AS dan Iran disebut sepakat memperpanjang gencatan senjata dan secara bertahap mengembalikan pelayaran melalui Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang.

Namun, Iran menilai komitmen tersebut tidak dipenuhi sehingga upaya mengembalikan kondisi pelayaran seperti semula mengalami kegagalan.

Kini, rute yang disepakati bersama Oman menjadi salah satu upaya baru untuk mengatur kembali lalu lintas di kawasan tersebut. Akan tetapi, Iran masih menjadikan pemenuhan komitmen AS sebagai syarat utama.

Tekanan Energi Mulai Terasa di Dalam Negeri

Di tengah persoalan Selat Hormuz, Iran juga menghadapi tekanan energi di dalam negeri.

baca juga

Pezeshkian menggambarkan kondisi negaranya sebagai situasi perang. Sejumlah jalur transportasi disebut terblokir, pasokan barang terganggu, dan pendapatan negara mengalami tekanan.

Sektor energi juga ikut terdampak. Infrastruktur pembangkit listrik serta fasilitas minyak dan gas disebut menjadi sasaran serangan sehingga produksi energi menurun.

Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].
Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].

Situasi tersebut membuat pemerintah Iran harus mencari cara untuk menekan konsumsi bahan bakar tanpa semakin membebani masyarakat.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kerja jarak jauh, perluasan transportasi umum, peningkatan standar efisiensi kendaraan, serta elektrifikasi taksi dan sepeda motor.

Harga Bensin Belum Diputuskan

Tekanan energi juga memunculkan wacana perubahan harga bensin. Namun, Pezeshkian menegaskan pemerintah belum memutuskan kapan dan seberapa besar kenaikan harga akan diberlakukan.

Ia mengatakan salah satu usulan yang sedang dibahas berkaitan dengan tarif ketiga untuk konsumsi yang melampaui kuota reguler.

Tarif yang diusulkan disebut sekitar 10.000 toman. Pezeshkian membantah rumor yang menyebut harga bensin akan melonjak menjadi 50.000 toman.

Sebelum kebijakan diterapkan, pemerintah masih perlu melakukan konsultasi dengan parlemen dan lembaga yudikatif.

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Iran juga mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Lesu di Hari Kejepit, Ditutup ke Level Rp17.721

Rupiah Lesu di Hari Kejepit, Ditutup ke Level Rp17.721

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:23 WIB

Iran Akan 'Palak' dan Sita Kapal Lewat Selat Hormuz yang Bandel

Iran Akan 'Palak' dan Sita Kapal Lewat Selat Hormuz yang Bandel

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Iran Siap Tutup Jalur Minyak Teluk Persia Jika As Tekan Ekonomi Teheran

Iran Siap Tutup Jalur Minyak Teluk Persia Jika As Tekan Ekonomi Teheran

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Besar-besaran, AS Malah Bikin Ulah Lagi

Harga Minyak Dunia Turun Besar-besaran, AS Malah Bikin Ulah Lagi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:46 WIB

Menteri Luar Negeri Iran Nilai Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Bentuk Keputusasaan

Menteri Luar Negeri Iran Nilai Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Bentuk Keputusasaan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Iran Hadapi Perang Ekonomi Total Akibat Ancaman Sanksi Baru Donald Trump

Iran Hadapi Perang Ekonomi Total Akibat Ancaman Sanksi Baru Donald Trump

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×