8 Cara Membantu Anak Mengatur Waktu

Tantrum Suara.Com
Selasa, 24 Mei 2022 | 08:07 WIB
8 Cara Membantu Anak Mengatur Waktu
Karolina Grabowska/Pexels

TANTRUM - Interaksi sesama anggota keluarga pada masa kini dipastikan sangat minim dilakukan. Penyebabnya adalah rutinitas kesibukan yang tiada henti di luar rumah.

Hal itu memicu para orang tua untuk menyisihkan waktu yang sempit dengan harapan terjadi interaksi berkualitas.

Menurut psikolog anak yang merupakan Co - Founder Children Cafe Nuri Indira Dewi, untuk mengoptimalkan waktu sempit untuk interaksi berkualitas, tidak hanya hanya orang tua yang harus mengatur waktunya. Nuri menjelaskan anak juga perlu diajarkan mengatur waktunya.

"Kedua orang tua memiliki kegiatan dan kewajiban sendiri misalnya bekerja. Begitu pula anak-anak, misalnya sekolah, les, bermain, dan lainnya. Apabila waktunya tidak diatur maka dapat mengurangi frekuensi maupun intensitas interaksi antara orang tua dan anak," ujar Nuri ditulis Bandung, Selasa, 24 Mei 2022.

Nuri mengatakan dengan pengaturan waktu, anak-anak memiliki struktur yang membuat mereka lebih mudah memperkirakan apa yang akan  terjadi.

Nuri menuturkan kemampuan merencanakan, memprediksi, hingga mengantisipasi, membuat anak - anak tahu apa yang diharapkan dari mereka dan perilaku apa yang dapat mereka tampilkan.

Alasan lainnya lanjut Nuri, kemampuan mengatur waktu sejak awal dapat membuat anak - anak menjadi orang dewasa yang efisien dan lebih terorganisir.

Keterampilan mengatur waktu tersebut kata Nuri, sudah bisa diajarkan sejak kecil yaitu dengan membuat jadwal harian (daily routine).

Nuri mengaku untuk membantu anak - anak mengatur waktunya, terdapat delapan cara sederhana dalam pelaksanaannya yang harus diketahui para orang tua.

Pertama, buatlah daftar kegiatan harian anak mulai dari bangun tidur di pagi hari sampai tidur kembali di malam hari.

"Letakkan di tempat yang mudah dilihat anak," ujar Nuri.

Cara yang kedua, anak-anak usia batita yang belum mengenal huruf dan angka bisa dibuatkan jadwal dalam bentuk gambar.

Misalnya, waktu makan diwakili dengan gambar piring dan sendok, waktu mandi dengan gambar sabun dan shampoo, waktu bermain dengan gambar boneka atau mobil-mobilan. Cobalah menempelkannya di dinding kamar secara berurutan.

Anak - anak usia batita sudah diketahui belum perlu diajari tentang konsep jam, misalnya jam 1, jam 12 dan seterusnya. Namun, tidak ada salahnya menyebutkan range waktu untuk kegiatan tertentu.

"Misalnya, sambil menunjukkan gambar piring dan sendok kita dapat mengatakan, 'Sekarang kita akan makan, waktunya 20 menit ya' atau 'Adek, kita punya 1 jam untuk bermain bebas, yuk pilih mau main apa', sambil menunjukkan gambar boneka atau mobil-mobilan," tutur Nuri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI