Selain di Selat Madura, Fenomena Halocline Juga Terjadi di Tempat Ini

Agung Pratnyawan, Amelia Prisilia

Jum'at, 22 Maret 2019 | 16:06 WIB
Selain di Selat Madura, Fenomena Halocline Juga Terjadi di Tempat Ini
Fenomena Halocline di Selat Madura. (Suara.com/Achmad Ali)

Suara.com - Sebuah fenomena alam dua air laut yang tak mau bercampur belum lama ini telah mengejutkan warga di Selat Madura. Kejadian ini dikenal dengan nama fenomena halocline.

Ternyata, fenomena halocline tidak hanya terjadi di Selat Madua. Fenomena air laut yang tidak mau bercampur ini juga terjadi di berbagai lokasi.

Baca Juga : Mengenal Awan Lenticular yang Mirip UFO di Puncak Gunung Lawu

Fenomena halocline di Selat Madura ini terjadi tepat di bawah Jembatan Suramadu.

Menurut Adi Hermanto selaku Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak, Surabaya, fenomena ini adalah hal yang biasa terjadi.

Halocline yang terjadi ini mengakibatkan terjadinya gradasi warna sehingga air laut seolah tampak terbelah. Gradasi warna tersebut terjadi karena adanya perbedaan antara densitas atau massa jenis dan salinitas atau tingkat keasinan air laut.

Ketika air dengan kandungan garam yang rendah bertemu dengan yang lebih tinggi, maka fenomena alam ini kemungkinan akan terjadi.

Ahli Kelautan Universitas Airlangga, Amin Alamsyah mengatakan bahwa fenomena halocline ini semestinya sangat minim terjadi ketika curah hujan sedang tinggi.

Baca Juga : Selain Segitiga Bermuda, 3 Segitiga Ini Juga Terkenal Berbahaya

baca juga

Hal ini karena kondisi salinitas air laut dan air tawar dari muara yang tercampur dan menghasilkan perbedaan salinitas yang cukup ekstrem.

Kemungkinan lain bisa saja karena adanya paparan bahan pencemar yang terlarut. Hal lain yang menyebabkan fenomena ini terjadi adalah suspensi lumpur yang teraduk dan mempengaruhi warna laut.

Teluk Alaska. (facebook/Hoc Vien Kham Pha)
Teluk Alaska. (facebook/Hoc Vien Kham Pha)

Selain yang terjadi di Selat Madura ini, fenomena air laut yang tidak bercampur juga terjadi di beberapa lokasi lainnya.

Walaupun, penyebabnya bukan karena fenomena halocline, beberapa penyebab air laut tidak bercampur di daerah ini adalah karena perbedaan suhu air tersebut.

Baca Juga : Mengenal Air Terjun Api, Ilusi Lava yang Memesona

Hal serupa sering ditemui di Teluk Alaska saat air laut Samudera Pasifik dan Laut Bering bertemu. Kedua perairan ini sama sekali tidak pernah menyatu.

Penyebabnya adalah karena kedua perairan ini memiliki konsentrasi garam yang terlarut di air dan kepadatan air laut tersebut berbeda satu sama lain.

The Glass Window Bridge. (Bahamas.com)
The Glass Window Bridge. (Bahamas.com)

Kejadian serupa juga terjadi di The Glass Window Bridge yang berada di Queen's Highway, Gregory Town, Central Eleuthera, Bahama.

Tidak secara otomatis bertemu, dua laut yang berbeda warna dan karakteristik ini tidak bercampur karena terhalang strip batu selebar 30 kaki. Fenomena alam ini cukup unik saat dilihat dari udara.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai fenomena air laut yang tidak bercampur yang terjadi di Selat Madura beberapa waktu ini. Karena unik, fenomena holocline ini menarik perhatian banyak orang. (HiTekno.com)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Godzilla El Nino 2026: Alarm Keras dari Bumi yang Mulai Hilang Keseimbangan

Godzilla El Nino 2026: Alarm Keras dari Bumi yang Mulai Hilang Keseimbangan

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 17:38 WIB

Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming

Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:06 WIB

Waduh, Api Abadi Mrapen yang Pernah Nyalakan Obor Asian Games Kini Padam

Waduh, Api Abadi Mrapen yang Pernah Nyalakan Obor Asian Games Kini Padam

Foto | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:51 WIB

Cahaya Misterius di Bulan, Ilusi atau Fenomena Alam Nyata?

Cahaya Misterius di Bulan, Ilusi atau Fenomena Alam Nyata?

Tekno | Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:58 WIB

Bukan Sekadar Penghubung: Rahasia di Balik Megahnya Jembatan Suramadu

Bukan Sekadar Penghubung: Rahasia di Balik Megahnya Jembatan Suramadu

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:59 WIB

Benarkah Matahari Jatuh di Aceh? Viral di Medsos dan Ini Fakta Sebenarnya!

Benarkah Matahari Jatuh di Aceh? Viral di Medsos dan Ini Fakta Sebenarnya!

News | Kamis, 04 September 2025 | 16:47 WIB

Fenomena Halo Matahari Hiasi Langit Batam

Fenomena Halo Matahari Hiasi Langit Batam

Foto | Senin, 25 Agustus 2025 | 20:40 WIB

Muncul Fenomena Halo Matahari di Langit Batam, Warga Abadikan Momen Langka

Muncul Fenomena Halo Matahari di Langit Batam, Warga Abadikan Momen Langka

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 14:38 WIB

Aphelion 2025: Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Aphelion 2025: Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari, Ini Dampaknya bagi Indonesia

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 11:28 WIB

Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia Akibat Kombinasi Fenomena Alam

Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia Akibat Kombinasi Fenomena Alam

Foto | Senin, 20 Januari 2025 | 16:17 WIB

Terkini

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:40 WIB

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:38 WIB

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:35 WIB

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:24 WIB

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:20 WIB

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

DPR | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:17 WIB

Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan

Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:10 WIB

Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja

Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja

Otomotif | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:10 WIB

×