Efek Buruk Klorokuin, Obat yang Jadi Andalan Jokowi Lawan Covid-19

Liberty Jemadu

Selasa, 31 Maret 2020 | 14:19 WIB
Efek Buruk Klorokuin, Obat yang Jadi Andalan Jokowi Lawan Covid-19
Sejenis klorokuin yang digunakan sebagai bagian dari pengobatan pasien Covid-19 di Prancis pada Februari 2020. [AFP/Gerard Julien]

Suara.com - Setelah Jumat pekan lalu Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah sedang menyiapkan klorokuin fosfat dan avigan untuk menyembuhkan penderita Covid-19, dua jenis obat ini kini diburu oleh penduduk di tengah makin tingginya kecemasan masyarakat akibat melonjaknya kasus baru infeksi virus corona di Indonesia.

Karena sampai kini belum ditemukan obat Covid-19 dan vaksinnya, Jokowi terpaksa menggunakan klorokuin setelah pil ini disebut-sebut mampu menyembuhkan penderita Covid-19 di beberapa negara. Tak tanggung-tanggung, pemerintah telah memesan 3 juta pil klorokuin.

Klorokuin sudah digunakan secara luas selama lebih dari 70 tahun untuk mencegah dan mengobati penyakit malaria, serta terapi pada penyakit autoimun (lupus dan artritis rematik). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkannya dalam daftar obat esensial, yakni obat-obatan untuk memenuhi prioritas kebutuhan pelayanan kesehatan penduduk.

Sesungguhnya, hingga saat ini belum ada hasil uji klinis (uji pada manusia) yang andal yang dapat mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan klorokuin untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

Saat ini baru ada dua publikasi ilmiah terkait uji coba klorokuin pada pasien terinfeksi SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19).

Satu riset pada 26 pasien di Prancis dan satu lagi di China pada lebih dari 100 pasien. Walau kedua riset tersebut mengindikasi pengobatan itu berdampak positif pada pasien, kita harus memberlakukan pemberian obat itu dalam konteks obat eksperimental atau obat off-label karena baru diuji pada pasien yang terbatas.

Penggunaan obat ini juga harus diawasi dengan sangat ketat lantaran obat ini memiliki banyak efek samping dari yang ringan seperti gatal dan mual sampai berat seperti gangguan irama jantung dan kematian.

Orang tidak boleh minum klorokuin tanpa resep dokter dan pengawasan petugas medis. Kasus minum klorokuin tanpa resep dokter di Nigeria menyebab dua orang tewas baru-baru ini.

Uji pre-klinik klorokuin untuk Covid-19

baca juga

Uji di lab menggunakan sel yang diinfeksi oleh SARS-CoV-2 membuktikan klorokuin sangat efektif dalam mengurangi penggandaan virus. Obat ini juga cukup menjanjikan untuk mengobati Covid-19 karena dengan pemberian dosis standar memiliki kemampuan masuk yang baik ke jaringan tubuh, termasuk ke paru-paru.

Peneliti menduga mekanisme antivirus klorokuin terjadi karena zat aktif klorokuin meningkatkan kebasaan dari endosom sehingga mengganggu penyatuan (fusi) antara virus dan sel target, sehingga proses infeksi tidak terjadi.

Selain itu, klorokuin dapat menghambat masuknya SARS-CoV dengan mengganggu proses glikosilasi ACE2 (angiotensin converting enzyme), suatu proses penambahan gula tertentu pada reseptor ACE2. Jika glikosilasi ini dihambat, maka ikatan antara virus dan reseptor (molekul protein tempat virus melekat) akan terganggu dan mencegah infeksi serta penyebaran virus.

Turunan klorokuin (hidroksiklorokuin) juga telah diteliti di lab terhadap sel yang diinfeksi SARS-CoV-2. Sekelompok peneliti dari China baru-baru ini menunjukkan hidroksiklorokuin secara efektif menghambat proses masuknya virus ke dalam sel, dan memperlambat perbanyakan diri virus yang sudah masuk dalam sel inang. Manfaat senyawa ini serupa dengan klorokuin.

Uji coba pada pasien Covid-19

Dalam keadaan darurat beberapa pelayanan medis menggunakan klorokuin dan hidroksiklorokuin untuk pasien terinfeksi Covid-19. Namun, sebelum dilaksanakan uji klinis dengan metode sahih penggunaannya belum bisa dijadikan standar untuk terapi pasien secara umum.

Di Prancis, Philippe Gautret dan koleganya melakukan uji klinis hidroksiklorokuin untuk indikasi COVID-19 secara open-label (peneliti dan pasien mengetahui obat diujicobakan pada tubuh pasien) dan tanpa acak pada pada 36 orang. Sebanyak 26 pasien terdaftar dalam kelompok pengobatan, sedangkan 16 orang dalam kelompok kontrol.

Kelompok pengobatan minum 200 mg hidroksiklorokuin sulfat tiga kali sehari selama 10 hari. Enam pasien juga diberi azitromisin (obat antiinfeksi bakteri) selama lima hari (500 mg/hari) pada hari pertama, diikuti 250 mg/hari selama 4 hari berikutnya.

Hasilnya menunjukkan adanya hasil positif penggunaan hidroksiklorokuin baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan azitromisin. Para pasien menunjukkan negatif SARS-CoV-2 pada hari keenam. Namun, temuan ini masih sangat dini dan hanya dilakukan pada subjek terbatas. Philippe sendiri menyarankan untuk menelitinya lebih lanjut terkait hal ini.

Jianjun Gao dan koleganya dari Departemen Farmakologi Qingdao University China juga melaporkan penggunaan klorokuin pada 100 pasien lebih yang terkena Covid-19 di China.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang diberi pengobatan klorokuin fosfat lebih unggul daripada kelompok tanpa diberi klorokuin dalam menghambat memburuknya pneumonia (radang paru-paru), memperbaiki gambaran CT-scan paru, menghasilkan pengurangan virus, dan memperpendek durasi penyakit.

Riset Gao ini memberikan harapan pada penanganan Covid-19. Namun, data yang diperoleh dalam penelitian tersebut tidak dapat kami pelajari lebih lanjut karena detail protokol dan hasil penelitian dipublikasi masih menggunakan bahasa Mandarin.

Saat ini, uji klinis fase I (uji obat pertama kali pada manusia untuk menentukan keamanan obat) hidroksiklorokuin untuk indikasi infeksi Covid-19 sedang didaftarkan di National Institute of Health Amerika Serikat.

Uji klinis ini akan menilai efektivitas penggunaan hidroksiklorokuin sebagai obat pencegahan penularan Covid-19 bagi orang berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan yang berinteraksi dengan pasien Covid-19. Riset yang disponsori oleh Universitas Oxford direncanakan mulai Mei 2020 selama 100 hari.

Selain itu di China sedang berjalan setidaknya 23 uji klinik pada pasien Covid-19 untuk membuktikan kemanjuran dan keamanan obat tersebut. Hasilnya kemungkinan akan dipublikasikan dalam waktu dekat.

Efek yang merugikan

Selain dapat menyembuhkan beberapa penyakit, klorokuin memiliki efek merugikan bagi pasien yang minum obat ini. Namun karena masyarakat telah menggunakan obat ini cukup lama, klinisi mampu memprediksi, memantau, dan mengatasi efek merugikan dari obat ini.

Obat ini diketahui memiliki indeks terapi yang sempit, artinya konsentrasi obat untuk menghasilkan efek terapi sangat berdekatan dengan konsentrasi obat untuk menghasilkan efek toksik/beracun.

Berikut ini beberapa efek membahayakan dari klorokuin/hidroksiklorokuin:

  1. Gangguan pada otot jantung dan memperparah kondisi pasien dengan riwayat penyakit jantung.
  2. Gangguan pada pergerakan otot: kepayahan bergerak hingga kekakuan, kejang berlanjut, dan gerakan menyentak tidak teratur.
  3. Kerusakan retina hingga kebutaan yang muncul pada penggunaan dalam jangka waktu lama (lebih dari 5 tahun) dan dosis tinggi.
  4. Adanya kemungkinan interaksi yang berbahaya antara klorokuin dengan obat lain seperti antibotik, antimuntah dan antidepesan.

Karena itu, penggunaan klorokuin harus dilakukan dengan monitoring yang ketat seperti pemeriksaan darah, uji serum elektrolit, uji fungsi hati dan ginjal, uji fungsi mata, serta EKG untuk mengetahui fungsi jantung.

Dengan kata lain, penggunaan obat ini sangat tidak dianjurkan untuk pengobatan mandiri tanpa pengawasan ketat dari dokter, apoteker, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya.

Mengingat kasus kelangkaan masker dan hand sanitiser karena masyarakat membelinya dengan membabi buta, kami berharap kasus serupa tidak akan terjadi pada obat ini.

Jika ini terjadi maka kelangkaan obat juga akan menjadi masalah baru. Pasien yang benar-benar membutuhkan klorokuin, seperti pasien malaria, artritis rematik, dan lupus akan juga terkena dampaknya.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Gegara Sowan ke Jokowi, PDIP Buka Pemicu Pemecatan Achmad Hidayat: Ada Pidana dan Perdata!

Bukan Gegara Sowan ke Jokowi, PDIP Buka Pemicu Pemecatan Achmad Hidayat: Ada Pidana dan Perdata!

News | Senin, 14 September 2026 | 16:27 WIB

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:05 WIB

Jokowi Diminta Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Serahkan Keputusan ke Hakim

Jokowi Diminta Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Serahkan Keputusan ke Hakim

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:41 WIB

Eks Menpora Dito Sebut Yaqut Tak Terlibat dalam Pembahasan Kuota Haji Jokowi dan Arab Saudi

Eks Menpora Dito Sebut Yaqut Tak Terlibat dalam Pembahasan Kuota Haji Jokowi dan Arab Saudi

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:16 WIB

Jokowi Umumkan Kuota Haji Tambahan, Fuad Hasan Langsung Telepon Dito Ariotedjo

Jokowi Umumkan Kuota Haji Tambahan, Fuad Hasan Langsung Telepon Dito Ariotedjo

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:31 WIB

Disebut Paling Tahu, Hakim Diminta Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji

Disebut Paling Tahu, Hakim Diminta Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:54 WIB

Cerita Soal Kunjungan Jokowi ke Arab, tapi Eks Menpora Dito Tak Ikut Rapat Lanjutan Soal Kuota Haji

Cerita Soal Kunjungan Jokowi ke Arab, tapi Eks Menpora Dito Tak Ikut Rapat Lanjutan Soal Kuota Haji

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Bicara Pertumbuhan Swasta dan Kebijakan Ekonomi Era Jokowi

Purbaya Bicara Pertumbuhan Swasta dan Kebijakan Ekonomi Era Jokowi

Video | Rabu, 09 September 2026 | 13:59 WIB

Viral Video Arian Seringai Sebut Jokowi Bawa Sial hingga Seret Nama Presiden Prabowo

Viral Video Arian Seringai Sebut Jokowi Bawa Sial hingga Seret Nama Presiden Prabowo

Entertainment | Selasa, 08 September 2026 | 15:59 WIB

Terkini

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:00 WIB

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:53 WIB

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

Kalbar | Selasa, 15 September 2026 | 10:47 WIB

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

×