Array

BRIN Dorong Pembentukan Pusat Kolaborasi Riset Punca dan Baterai Kendaraan Listrik

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 23 Februari 2022 | 22:36 WIB
BRIN Dorong Pembentukan Pusat Kolaborasi Riset Punca dan Baterai Kendaraan Listrik
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mendukung riset baterai kendaraan listrik di Indonesia. [Antara]

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pembentukan sejumlah pusat kolaborasi riset (PKR) untuk menjawab topik-topik riset spesifik dan penting, seperti PKR Sel Punca dan PKR Baterai untuk kendaraan listrik.

“Dengan PKR ini kita bisa masuk secara aktif ke topik riset tertentu, melibatkan banyak pakar terkait, tanpa harus keluar pembiayaan terlalu besar dibandingkan bila harus membentuk pusat riset tersebut di BRIN,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, Rabu (23/2/2022).

Keberadaan PKR Sel Punca akan mendukung terciptanya ekosistem riset sel punca dan meningkatkan riset dan pengembangan sel punca di Indonesia.

Sel punca sudah dibicarakan sejak 10 tahun yang lalu sebagai pengobatan masa depan, namun penggunaan terapi sel punca dalam dunia kesehatan di Indonesia masih sangat minim. Pengembangan dan riset sel punca juga masih belum banyak dilakukan.

Sementara PKR Baterai, kata Handoko, akan mendorong percepatan pengembangan baterai sebagai komponen penting untuk kendaraan listrik yang merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Indonesia.

Dalam skema PKR, BRIN memberikan pendanaan untuk biaya sumber daya manusia (SDM), SDM Manajemen Riset, bahan riset dan penyediaan infrastrukturnya. Perguruan Tinggi berkontribusi menyiapkan alokasi periset dari unsur dosen dan mahasiswa pascasarjana, ruang kerja dan operasional perkantoran.

Sementara mitra industri, katanya, menyampaikan masalah yang ingin dijawab melalui riset, menyediakan bahan dan fasilitas produksi dan memfasilitasi percobaan implementasi.

“Skema PKR ini ditujukan agar kita bisa adaptif pada dinamika riset dengan membentuk pusat riset yang fokus pada topik spesifik, tanpa membebani pembiayaan, dan sebaliknya mengoptimalkan sumber daya yang telah ada di berbagai pihak, seperti di BRIN, kampus dan industri,” ujar Handoko.

Menurut dia, pusat kolaborasi riset dapat didirikan di perguruan tinggi dan rumah sakit yang bekerja sama dengan pusat riset BRIN dalam bidang yang relevan. Pendanaan dapat diberikan selama 3-7 tahun dan dapat diperpanjang berbasis evaluasi tahunan dan pada akhir periode.

Baca Juga: BRIN Bangun Infrastruktur Riset untuk Tarik Minat Peneliti Dunia

“Saya yakin kampus dan industri akan bersemangat memanfaatkan skema ini,” tutur Handoko. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI