- Generasi Z di Indonesia menjadi pengguna paling aktif teknologi AI dengan peningkatan penggunaan Google Search sebesar 89,6 persen.
- Teknologi kecerdasan buatan berevolusi menjadi partner digital interaktif untuk riset, perencanaan, hingga pengambilan keputusan yang lebih tepercaya.
- Aktivitas digital Gen Z dalam mencari informasi berdampak nyata pada perubahan tren serta ekonomi di dunia nyata.
Ia juga menekankan pentingnya verifikasi informasi.
![Search Live. [Google Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/10/30962-search-live.jpg)
“Saat melihat restoran viral di media sosial, saya memastikan mengeceknya lewat Google Reviews,” katanya.
Menurut Sapna Chadha, AI menjadi faktor utama yang mengubah cara kerja Search saat ini.
“Kini, Search mampu melakukan lebih dari sekadar memberikan informasi. AI membuatnya semakin cerdas, memungkinkan interaksi berbasis percakapan dan menjawab pertanyaan yang kompleks,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa di kawasan Asia Tenggara yang didominasi populasi muda, perubahan ini terasa signifikan.
“Bagi Gen Z, Search telah menjadi teman setia. Mereka menggunakannya untuk belajar, mengeksplorasi minat, hingga membuat keputusan yang tepercaya,” ujarnya.
Menariknya, Search juga telah menjadi bagian dari budaya digital Gen Z. Mulai dari kuis interaktif hingga fenomena viral yang tercermin dalam Google Trends, platform ini ikut membentuk cara generasi muda memahami dunia.
Contohnya terlihat pada tren “Demam Teratai” di Thailand, yang awalnya viral di media sosial lalu mendorong lonjakan pencarian hingga hampir 100 persen.
Dampaknya bahkan meluas ke sektor ekonomi lokal, membuktikan bahwa aktivitas digital Gen Z dapat berujung pada perubahan nyata di dunia offline.