- Generasi Z di Indonesia menjadi pengguna paling aktif teknologi AI dengan peningkatan penggunaan Google Search sebesar 89,6 persen.
- Teknologi kecerdasan buatan berevolusi menjadi partner digital interaktif untuk riset, perencanaan, hingga pengambilan keputusan yang lebih tepercaya.
- Aktivitas digital Gen Z dalam mencari informasi berdampak nyata pada perubahan tren serta ekonomi di dunia nyata.
Suara.com - Generasi Z (Gen Z) di Indonesia kini menjadi pengguna paling aktif dalam memanfaatkan teknologi pencarian berbasis AI.
Data terbaru menunjukkan, penggunaan Google Search oleh Gen Z di Tanah Air melonjak hingga 89,6 persen, menandakan perubahan besar dalam cara generasi muda mencari informasi dan mengambil keputusan.
Didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan seperti Gemini 3.1, fungsi mesin pencari kini tidak lagi sekadar menampilkan informasi.
Search telah berevolusi menjadi partner digital yang mampu memahami pertanyaan kompleks dan menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif.
Gen Z, yang dikenal sebagai generasi “AI natives”, memanfaatkan teknologi ini jauh lebih dalam. Mereka tidak lagi hanya mengetik kata kunci, tetapi menggunakan Search untuk riset, menyusun rencana, hingga berdiskusi secara virtual.
Fitur seperti AI Mode dan Search Live membuat proses pencarian menjadi lebih cepat, natural, dan fleksibel, baik melalui teks, suara, maupun visual.
Secara global, Google mencatat lebih dari 5 triliun pencarian setiap tahun, dengan kelompok usia 18–24 tahun sebagai kontributor terbesar.
Hal ini menunjukkan bahwa peran Search justru semakin penting di era AI, bukan tergantikan.
Di Asia Tenggara, tren ini terlihat semakin kuat. Indonesia bahkan mencatat tingkat penggunaan harian tertinggi, melampaui negara lain di kawasan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya aktif secara digital, tetapi juga semakin kritis dalam memverifikasi informasi.
Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z menjadikan media sosial sebagai tempat menemukan tren, namun tetap mengandalkan Search untuk menggali lebih dalam.
Mereka menggunakan ulasan, perbandingan harga, hingga latar belakang brand sebelum mengambil keputusan.
“Sebagai travel content creator, saya sangat sering menggunakan Google Search,” ujar Arshie Larga dalam jumpa pers secara daring, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, dirinya tidak hanya mencari harga terbaik, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan.
"Ini cara saya bepergian lebih bertanggung jawab," imbuhnya.