"Diwawancara Jokowi Tengah Malam di Istana"

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 27 Oktober 2014 | 10:00 WIB
"Diwawancara Jokowi Tengah Malam di Istana"

Suara.com - Untuk kali kedua, Khofifah Indar Parawansa kembali menjadi Menteri. Di era Presiden Gus Dur, Khofifah didaulat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Kini, Presiden Joko Widodo memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk menjadi Menteri Sosial.

Meski sempat digadang-gadang sebagai Menteri Koperasi dan UKM, Khofifah mengaku jabatan sebagai Menteri Sosial sangat dekat dengan aktivitasnya sehari-hari sebagai Ketua Muslimat Nadhlatul Ulama.

Kepada suara.com di rumahnya yang asri di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Khofifah bercerita tentang awal mulai Jokowi ‘merayu’ dirinya untuk menjadi Menteri hingga respon keluarga ketika namanya kembali disebut sebagai Menteri.

Sebenarnya sejak kapan Presiden Jokowi mulai memberikan tanda-tanda akan memberikan Anda jabatan sebagai menteri?

Tanggal 20 malam (sekitar pukul 23.00) pada saat saya dipanggil ke Istana Negara. Ketika itu beliau menyampaikan kalau nanti saya minta bantu di kabinet, Ibu Khofifah cocok di posisi apa, jadi masih kira-kira, bahasanya seperti itu.

Sebelum tanggal 20 sama sekali tidak pembicaraan tentang Kabinet?

Enggak, jadi seperti yang Pak Jokowi sampaikan berulang kali bahwa ini adalah sebuah kerja sama tanpa syarat itu beliau pegang.

Ketika dipanggil ke Istana, siapa yang menelepon, apakah Pak Jokowi sendiri?

Bukan Pak Jokowi, ada dua orang yang menelepon saya. (Khofifah tidak mau menyebut nama orang tersebut)

Apa saja yang ditanya Pak Jokowi ketika bertemu Anda di Istana?

Diskusi saja kira-kira sekitar 15 menit.

Apakah Anda berbicara dengan Jokowi bersama-sama dengan calon menteri lainnya?

Tidak, saya berbicara dengan Pak Jokowi saja.

Apakah Jokowi ditemani Jusuf Kalla saat mewawancarai Anda ketika itu?

Tidak, hanya pak Jokowi saja, mungkin karena sudah malam yah karena ketika itu saya sampai di Istana sudah sekitar pukul 23 WIB.

Ada beban ketika dipercaya kembali menjadi Menteri?

Ketika dititipi jabatan itu amanah dan masing-masing amanah itu pasti ada tanggung jawabnya, itu built in. Di dalam amanah ada tanggung jawab jadi itu harus dijadikan satu kesatuan.

Nama Anda sebelumnya santer diberitakan sebagai Menteri Koperasi dan UKM tetapi di saat-saat terakhir berubah menjadi Menteri Sosial, apakah ada pemberitahuan  soal perubahan ini?

Saya sebenarnya tidak pernah dikonfirmasi akan menjadi Menteri Koperasi UKM, media saja yang menulis.

Jadi Anda baru tahu menjabat sebagai Menteri Sosial ketika datang ke Istana, Minggu (26/10/2014) siang?

Saya rasa semua calon Menteri baru tahu posisi yang akan ditempatinya yah baru tadi (Minggu siang-red).

Saat ini banyak sekali masalah yang dihadapi masyarakat, kira-kira apa yang akan Anda lakukan sebagai Menteri Sosial dalam mencari solusi yang dihadapi masayarakat?

Pokoknya tadi sesuai briefing, semua yang terkait dengan program belum boleh dipublikasikan terlebih dahulu. Harus menunggu sampai selesai Rapat Kabinet besok. .

Anda sendiri sebenarnya merasa lebih cocok menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM atau Menteri Sosial?

Itu dua dunia yang saya terlibat di dalamnya, jadi saya pernah menjadi pimpinan Komisi VIII yang membidangi Kementerian Sosial tahun 1992-97. Jadi saya sudah berinteraksi dengan dunia itu. Dalam keseharian saya di muslimat NU juga sangat banyak yang beririsan dengan pembangunan sosial.

Ini kali kedua Anda menjadi Menteri, waktu itu menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Gus Dur dan sekarang Menteri Sosial di era Presiden Jokowi,  apa perbedaan paling mendasar dalam pemilihan menteri di era Gus Dur dengan Jokowi?

Kalau dulu saya sama Gus Dur yang diminta untuk nelfonin calon Menteri. Jadi dulu ka saya sudah jadi Wakil Ketua DPR dan saya tidak terbayang baru 22 hari menjabat posisi itu masa jadi Menteri. Saya lah yang menelepon, tiba-tiba ketika akan diumumkan Profesor Saparinah Sadli ganti menelpon saya. Kata dia, kamu saja yang jadi Menteri karena saya sudah terlalu tua untuk jadi Menteri.

Bagaimana Anda memaknai nama Kabinet yang dipilih Jokowi-JK yaitu Kabinet Kerja?

Seperti yang pak Jokowi sampaikan di pidato pertamanya di MPR, kerja, kerja dan kerja. Kerja keras dan kerja keras.

Anda sempat jadi menteri lalu off dan sekarang jadi menteri lagi, kira-kira perubahan seperti yang akan terjadi terutama bagi keluarga?

Mereka (anak-anak-red) sebenarnya sudah tahu ketika saya tidak dalam jabatan formal pun, saya jarang di rumah. Anak-anak sudah sangat paham dengan ritme kerja saya, kalau ada kekhawatiran saya kehabisan waktu buat mereka, saya justru senang. Kalau mereka tidak khawatir justru saya sedih. (Dalam wawancara sebelumnya, anak bungsu Khofifah meminta ibunya untuk tidak terlalu fokus kerja dan melupakan anak-anaknya-red).

Ketika diminta untuk menjadi Menteri, apakah dikonsultasikan dulu dengan anak-anak?

Saya hanya membahasnya dengan anak nomor dua, sedikit menyampaikan.

Kenapa tidak menyampaikan kepada semua anak-anak?

Saya rencananya baru akan memberitahu mereka setelah ada pengumuman dari Presiden Jokowi.

Anak-anak mendukung anda kembali terpilih menjadi Menteri?

Pasti, yang paling bungsu tentu berharap waktu saya untuk dia bisa lebih banyak. Tetapi dia kan di pesantren dan tidak boleh terlalu sering dikunjungi.

Di mata Anda, apa makna dari revolusi mental yang sering dilontarkan Jokowi?

Revolusi mental menurut saya sama dengan hari-hari ini, karena sekarang kan baru Tahun Baru Hijriyah. Revolusi mental itu menghijrahkan orang dari yang miskin menjadi yang berkecukupan, dari yang bodoh menjadi pintar, menghijrahkan dari keterbelakangan menjadi maju dan menghijrahkan orang dari yang korup menjadi jujur.  (Doddy Rosadi/Siswanto)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK

Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:27 WIB

Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi

Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:26 WIB

Ke Majalengka, Gus Ipul Sosialisasi DTSEN dan Cek Perkembangan Sekolah Rakyat

Ke Majalengka, Gus Ipul Sosialisasi DTSEN dan Cek Perkembangan Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Pendidikan Papua, Komite Otonomi Khusus Nyatakan Siap Dukung Sekolah Rakyat

Perkuat Pendidikan Papua, Komite Otonomi Khusus Nyatakan Siap Dukung Sekolah Rakyat

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:30 WIB

Mensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kepri

Mensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kepri

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:15 WIB

Gus Ipul Pastikan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Gus Ipul Pastikan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan KRL Bekasi

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:55 WIB

Mensos Gus Ipul Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Gorontalo dan Pagar Alam

Mensos Gus Ipul Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Gorontalo dan Pagar Alam

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:17 WIB

ASN Jawa Timur Resmi WFH Setiap Hari Rabu, Kenapa Pilih di Tengah Pekan Ya?

ASN Jawa Timur Resmi WFH Setiap Hari Rabu, Kenapa Pilih di Tengah Pekan Ya?

Your Say | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Terkini

Anhar Sudrajat, Lihai Membaca Masa Depan Kunci Sukses Metland

Anhar Sudrajat, Lihai Membaca Masa Depan Kunci Sukses Metland

wawancara | Rabu, 29 April 2026 | 21:48 WIB

Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...

Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...

wawancara | Senin, 13 April 2026 | 21:01 WIB

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

wawancara | Senin, 23 Februari 2026 | 15:06 WIB

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

wawancara | Rabu, 18 Februari 2026 | 14:29 WIB

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

wawancara | Selasa, 06 Januari 2026 | 21:31 WIB

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

wawancara | Kamis, 04 Desember 2025 | 16:43 WIB

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

wawancara | Jum'at, 14 November 2025 | 21:09 WIB

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

wawancara | Senin, 13 Oktober 2025 | 14:33 WIB

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

wawancara | Senin, 29 September 2025 | 14:21 WIB

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

wawancara | Rabu, 10 September 2025 | 20:23 WIB