facebook

Jadi CEO Termuda di Indonesia, Eko Pujianto Bawa SKB Food dari Trotoar ke Lantai Bursa

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Jadi CEO Termuda di Indonesia, Eko Pujianto Bawa SKB Food dari Trotoar ke Lantai Bursa
CEO PT Sari Kreasi Boga Tbk (SKB Food), Eko Pujianto melakukan sesi wawancara eksklusif saat berkunjung ke Kantor Redaksi Suara.com di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Eko Pujianto tidak menyangka dirinya kini di pucuk tertinggi strata suatu perusahaan.

Suara.com - Eko Pujianto tidak menyangka dirinya kini berada di pucuk tertinggi strata suatu perusahaan. Padahal, Eko tidak pernah terlintas apalagi bermimpi untuk menjadi pemimpin.

Ayah dan ibu Eko merupakan seorang petani dan peternak. Dari situ, dia diajarkan bisnis lewat berdagang. Sehingga, tidak asing lagi, jika dia bergelut di sektor makanan.

"Dari kecil saya pun sudah diajari untuk menggembala kambing, menggembala sapi pada saat itu umur 12 tahun lah ya. Pas kelas 6 SD itu kita sudah diajari untuk menggembala ikut juga jual beli hewan. Dan ya sampai pada akhirnya saya di titik ini," kata Eko saat diwawancarai di Studio Suara.com.

Singkat cerita, kerasnya hidup yang dijalani Eko membawa Eko menjadi nahkoda perusahaan makanan PT Sari Kreasi Boga Tbk atau SKB FOOD. Bahkan Eko di usianya yang ke 28 tahun, dinobatkan oleh MURI sebagai CEO termuda yang membawa perusahaannya sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga: Bermula dari 1 Outlet di Surabaya, Kini Kebab Baba Rafi Sampai Mancanegara, Ini Rahasianya

Sukses Keluar dari Jurang Pandemi

Bisnis SKB Food tidak selamanya berjalan mulus. Setelah, wabah pandemi menyerang, bisnis kebab Baba Rafi juga tak luput ikut bergejolak.

Kendati begitu, Eko tak patah arang. Dengan memanfaatkan teknologi digital, dirinya merambah pemasaran secara daring atau online.

"Nah itu (teknologi digital) satu sisi sangat membantu bagi bisnis kita dan mempercepat sebenarnya proses perpindahan pola bisnis yang kita menyesuaikan dengan pola konsumsi masyarakat yang dulunya mau bergerak ke outlet outlet kita, tapi semenjak pandemi kan mereka di rumah atau tidak tidak apa namanya tidak mau keluar rumah gitu ya. Nah kita manfaatkan itu dengan penjualan online salah satunya," beber dia.

Selain itu, semangat para mitra Kebab Baba Rafi yang membara, juga mendorong bisnis SKB yang awalnya loyo di pandemi menjadi perkasa kembali.

Baca Juga: Profil Perusahaan Baba Rafi, Harga Sahamnya Langsung Melejit Usai IPO

Padahal menurutnya, selama pandemi penjualan para mitra selalu minus, tetapi mereka tetap memperjuangkan Kebab Baba Rafi agar tetap eksis.

Tidak hanya itu, dengan adanya e-commerce kini Kebab Baba Rafi memiliki banyak lapak online.

"Tapi penjualan online nya sangat luar biasa, bahkan kita siapkan fasilitas antar makanan. Nah itu yang kami lakukan dan operator-operator outlet yang dilakukan, sehingga inovasi inovasi ini yang kita terus angkat gitu. Bahkan pertumbuhan dari virtual kitchen saya setahun pada saat covid itu pertumbuhannya bisa sampai 300 outlet," ucap dia.

CEO PT Sari Kreasi Boga Tbk (SKB Food), Eko Pujianto melakukan sesi wawancara eksklusif saat berkunjung ke Kantor Redaksi Suara.com di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
CEO PT Sari Kreasi Boga Tbk (SKB Food), Eko Pujianto melakukan sesi wawancara eksklusif saat berkunjung ke Kantor Redaksi Suara.com di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Miliki 969 Outlet Hingga Sukses Bina UMKM

Eko menuturkan, lewat kolaborasi dengan mitra, menghasilkan suatu inovasi yang bisa menggenjot kinerja perusahaan maupun outlet para mitra.

Sampai saat ini, Eko memegang kendali 969 outlet dari beberapa brand termasuk Kebab Baba Rafi yang berada di Aceh hingga Papua. Dan hampir semua outlet tersebut merupakan hasil proses bisnis waralaba.

Tidak hanya memegang kendali outlet, Eko juga melakukan pembinaan outlet tersebut. Bahkan, dengan metode dari perusahaan, banyak mitra yang awalnya memiliki satu outlet bisa berkembang biak menjadi 12 outlet.

"Ada juga mitra terbaik saya tahun 2021 itu, mitra kami yang ada di Pontianak. Beliau buka berawal dari 1 outlet dan sekarang sudah 12 outlet dan itu bentuknya kontainer ya. Outlet yang cukup besar. Dari 1 mas, bisa sampai 12. Jadi, ya cerita-cerita mitra kami yang berhasil sukses itu sangat banyak. Makanya kita secara produk, secara brand, alhamdulillah masih eksis sampai sekarang," imbuh dia.

Selain itu, Eko juga masih membuka kesempatan bagi para masyarakat yang bisa bermitra dengan sistem waralaba. Adapun, sistem waralaba yang ditawarkan SKB Food sangat menarik mulai dari Rp150 juta hingga Rp500 juta.

"Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa SKB ini memang betul betul berangkat dari nol. Kita kemarin punya tagline, SKB ini dari lantai trotoar ke lantai perusahaan, dari grup pangan ke IPO," ucapnya.

Kesuksesan Eko membawa produk Kebab Baba Rafi juga tidak terlepas dari sokongan investor.

"Dan itu salah satu kunci kita bisa dipercaya oleh investor bahwa diyakini bisnis kita ini sustain dan secara produk, secara brand, memang kita ini sudah baik gitu ya sehingga ini potensi untuk bisa dikembangkan ke yang lebih baik lagi," pungkasnya.

Komentar