Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Jakarta Macet, Menteri Rini Ajak Investor Tanam Modal di Sumut

Laban Laisila | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 20 April 2015 | 17:53 WIB
Jakarta Macet, Menteri Rini Ajak Investor Tanam Modal di Sumut
Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) bersama Menteri ESDM Sudirman Said (kanan) dan Dirut Pertamina yang baru Dwi Soetjipto usai jumpa pers di kantor BUMN, Jakarta, Jumat (28/11). (Antara)

Suara.com - Peserta ajang World Economic Forum East Asia yang terdiri dari CEO perusahaan negara asing mengeluhkan soal kemacetan terutama yang membuat para investor asing enggan untuk berinvestasi di Indonesia.

Merespon keluhan tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengajak para investor untuk menanamkan modalnya di luar Jawa.

Rini menyarankan para investor asing untuk berinvestasi di Sumatera Utara menjadi salah satu kawasan yang tengah gencar dipromosikan.

"Karena sudah banyak yang mengeluhkan dan Jakarta juga sudah sempit, jadi kita alihkan mereka untuk berinvestasi di luar Jawa. Misalnya di Sumatera Utara. Itu pembangunan yang terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke," kata Rini saat menghadiri acara World Economic East Asia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (20/4/2015).

Menurutnya, sudah ada beberapa pihak yang tertarik berinvestasi di Sumatera Utara. Salah satunya adalah perusahaan asal Jepang, Marubeni.

Saat ini, lanjut Rini, sudah ada perusahaan yang berinvestasi di KEK Sei Mangke yaitu PT Unilever Tbk (UNVR). Bahkan perusahaan tersebut berniat menambah investasinya.

"Saya lupa nilainya. Tapi Unilever sudah mengatakan mereka sudah akan men-double produksi mereka dengan investasi tambahan karena mereka merasa dekat dengan bahan baku kelapa sawit dan itu menguntungkan bagi mereka," jelasnya.

Di Sumatera Utara,  menurut Rini, fasilitasnya sudah cukup lengkap. Mulai dari listrik, pelabuhan, jalan, sampai rel kereta api.

"Kenapa Sumatera Utara?  Karena fasilitasnya sudah siap semuanya. Di sana ada pelabuhan laut dalam, industrial estate, listrik, jalan, dan juga kereta api. Kita juga bekerjasama dengan KAI," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Dorong Asing Investasi Pembangkit Listrik

Indonesia Dorong Asing Investasi Pembangkit Listrik

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 12:04 WIB

Menko Sofyan Djalil: MMM Itu Investasi Bodong!

Menko Sofyan Djalil: MMM Itu Investasi Bodong!

Bisnis | Selasa, 14 April 2015 | 17:07 WIB

Janjikan Keuntungan 30 Persen Sebulan, Investasi Ini Diawasi OJK

Janjikan Keuntungan 30 Persen Sebulan, Investasi Ini Diawasi OJK

Bisnis | Kamis, 09 April 2015 | 17:42 WIB

Marak Investasi Bodong, Pemerintah Akui Makan Banyak Korban

Marak Investasi Bodong, Pemerintah Akui Makan Banyak Korban

Bisnis | Rabu, 08 April 2015 | 12:19 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB