Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

7 Kesalahan McDonald's Sehingga Penjualan Terus Merosot

Esti Utami

Selasa, 05 Mei 2015 | 07:30 WIB
7 Kesalahan McDonald's Sehingga Penjualan Terus Merosot
Ilustrasi McDonald's. (shutterstock)

Suara.com - Jaringan restoran terbesar dunia, McDonald's sedang membuat perubahan drastis untuk menyelamatkan bisnis mereka. Kepala eksekutif rantai makanan cepat saji, Steve Easterbrook, mengungkapkan strategi turnaround besar pada Senin (4/5/2015), setelah beberapa tahun terakhir penjualan terus menurun.

Easterbrook juga mengaku sejumlah kesalahan telah dilakukan yang menyebabkan kemerosotan saat ini. Berikut adalah kelemahan McDonlad's yang  disebutkan Easterbrook:

1. McDonald's perlu melayani makanan berkualitas tinggi
"Pelanggan kini menuntut makanan berkualitas tinggi lagi sehat. Dan kebutuhan McDonald perlu untuk membuat perubahan beberapa item menu intinya untuk memenuhi permintaan itu," terang Easterbrook dalam analisnya yang dirilis Senin.

Ia mengatakan untuk mencapai arah itu, perusahaan berjanji untuk menghapus antibiotik dan bahan-bahan yang sulit diucapkan dari ayamnya.

2. McDonald's lambat untuk bereaksi terhadap perubahan selera dan kebutuhan pelanggan

Pelanggan menginginkan pengalaman restoran yang lebih progresif ketimbang apa yang ditawarkan McDonald's saat ini. Easterbrook mengatakan perusahaan perlu "lebih cepat dengan inovasi dan cerdas dengan mengambil risiko."

"Dalam lima tahun terakhir dunia telah bergerak lebih cepat ketimbang bisnis di dalam. Bisnis tidak bisa mengabaikan apa yang dikatakan pelanggan ketika pesan jelas: Kami tidak pada permainan kami," kata Easterbrook.

3. Struktur perusahaan membengkak dan rumit
Perusahaan berencana untuk menanggalkan lapisan manajemen untuk merampingkan operasi.

"Organisasi kami menjadi tidak efisien dan tidak memiliki akuntabilitas yang jelas. Kami harus menjalankan hal-hal yang lebih sedikit lebih baik," kata Easterbrook.

4. Menu McDonald terlalu besar, dan itu memperlambat layanan
"Jaringan makanan ini  perlu "mengurangi kompleksitas bagi pelanggan dan kru," kata Easterbrook.

Menu McDonald telah tumbuh 42,4% dalam tujuh tahun terakhir, dari 85 item dalam 2007-121 item hari ini, menurut The Wall Street Journal.

5. Perusahaan telah membuat kesalahan dalam pemasaran
Easterbrook mengatakan perusahaan telah membuat kesalahan dengan menargetkan milenium dalam iklan seolah-olah mereka adalah satu kelompok yang homogen. Ke depan, McDonald's tak lagi bersikap mereka adalah kelompok tunggal dengan sikap bersama.

6. Kontrol McDonald's dari pesan merek makin hilang.
Easterbrook mengatakan perusahaan perlu untuk mengembalikan "kegembiraan" orang pada merek global ini dengan melibatkan lebih banyak pelanggan digital dan meningkatkan transparansi mengenai kualitas makanan.

"Satu hal yang bisa kita lakukan adalah menyediakan fakta-fakta seperti sekarang" tentang servis makanan McDonald "sehingga orang dapat membuat penilaian berdasarkan realitas bukan kesalahpahaman," katanya.

7. Perusahaan tak memberikan kekuatan yang cukup untuk para franchisee.
Easterbrook berulang kali menekankan pentingnya peran para pemegang lisensi untuk keberhasilan perusahaan.

"Dengan menempatkan lebih banyak restoran di tangan pemilik/operator terbaik, kita semakin dekat dengan masyarakat dan pelanggan yang kami layani," katanya. (businnessinsider.co.id)

BACA BERITA MENARIK LAINNYA:

Ini Nama Bayi Pangeran William dan Kate Middleton

Mengintip Museum "Sex Machines" di Praha

Awas, Janggut Anda Bisa Lebih Kotor daripada Toilet

Ini Enam Zona Sensitif yang Bikin Lelaki Kelabakan

Ingin Melihat Dunia Lain? Datanglah ke Museum Santet Surabaya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Promo Imlek Gerai Makanan Cepat Saji, Manfaatkan Kesempatan

6 Promo Imlek Gerai Makanan Cepat Saji, Manfaatkan Kesempatan

Lifestyle | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:43 WIB

Gaya Hidup Modern Bikin Diabetes di Usia Muda Meningkat? Ini Kata Dokter

Gaya Hidup Modern Bikin Diabetes di Usia Muda Meningkat? Ini Kata Dokter

Health | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:16 WIB

Restoran Cepat Saji di AS Banyak Alami Kerugian, Imbas Dukung Israel?

Restoran Cepat Saji di AS Banyak Alami Kerugian, Imbas Dukung Israel?

Bisnis | Sabtu, 05 April 2025 | 12:15 WIB

Bawang Diduga Biang Keladi Wabah E.coli di McDonald's yang Tewaskan 1 Orang

Bawang Diduga Biang Keladi Wabah E.coli di McDonald's yang Tewaskan 1 Orang

News | Kamis, 24 Oktober 2024 | 13:12 WIB

Bahaya Makanan Instan, Picu Kanker Anak?

Bahaya Makanan Instan, Picu Kanker Anak?

Health | Selasa, 03 September 2024 | 20:09 WIB

Melarang McDonald's Buka Cabang, ini 9 Daftar Negara yang Melarang McD

Melarang McDonald's Buka Cabang, ini 9 Daftar Negara yang Melarang McD

Your Say | Selasa, 25 Juli 2023 | 11:17 WIB

5 Tips agar Makanan Cepat Saji Lebih Sehat, Sudah Coba?

5 Tips agar Makanan Cepat Saji Lebih Sehat, Sudah Coba?

Your Say | Jum'at, 14 Juli 2023 | 14:02 WIB

Gerai Fast Food di Bandung Bangun Bisnis Waralaba Berbasis Franchise 4.0

Gerai Fast Food di Bandung Bangun Bisnis Waralaba Berbasis Franchise 4.0

Press Release | Sabtu, 29 April 2023 | 17:50 WIB

Patut Waspada! Ini 5 Risiko Bahaya Berbuka Puasa dengan Makanan Cepat Saji

Patut Waspada! Ini 5 Risiko Bahaya Berbuka Puasa dengan Makanan Cepat Saji

Your Say | Selasa, 04 April 2023 | 17:35 WIB

5 Makanan yang Harus Dihindari saat Sedang Diet, Sudah Tahu?

5 Makanan yang Harus Dihindari saat Sedang Diet, Sudah Tahu?

Your Say | Rabu, 08 Februari 2023 | 08:21 WIB

Terkini

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:34 WIB

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:50 WIB

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:37 WIB

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:32 WIB

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:26 WIB

×