Kemenkeu Buka Opsi Terbitkan Obligasi Akhir Tahun Ini

Adhitya Himawan

Rabu, 04 November 2015 | 18:45 WIB
Kemenkeu Buka Opsi Terbitkan Obligasi Akhir Tahun Ini
Peluncuran Indonsia Bond Indexes

Suara.com - Kementerian Keuangan sedang mematangkan kajian terkait opsi penerbitan surat utang menjelang akhir 2015 (pre funding) yang akan dimanfaatkan untuk pembiayaan proyek pemerintah sejak awal 2016.

"Ini masih dalam kajian. Kemungkinan 'pre funding' masih opsi, bisa dieksekusi atau tidak, karena kita lihat pasarnya juga," kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Loto Srinaita Ginting, di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Dalam UU APBN 2016, pemerintah diberikan kesempatan untuk menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) pada triwulan IV-2015, untuk menjamin ketersediaan anggaran di awal tahun anggaran 2016.

Penerbitan SBN tersebut dilaporkan pemerintah dalam APBN-P 2016 dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tahun 2016, sedangkan ketentuan penggunaan dan pelaporan dananya diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan.

Loto mengatakan kajian ini termasuk pertimbangan penerbitan surat utang tersebut dalam bentuk denominasi rupiah atau valas, karena ini pertama kalinya pemerintah mau menerbitkan surat utang untuk kebutuhan pendanaan awal tahun.

"Ini pengalaman pertama, jadi kalau kita eksekusi 'pre funding', kami pastikan kesiapan dukungan semua infrastrukturnya, termasuk aturan pelaksanaannya, agar bisa dieksekusi dengan baik," katanya.

Loto menjelaskan opsi pembiayaan lebih awal di triwulan IV ini juga dilakukan oleh beberapa negara lain yang ingin mencari peluang pendanaan dari instrumen surat utang, sebagai antisipasi minimnya pembiayaan untuk proyek pembangunan di awal tahun.

Sementara, terkait rencana pemerintah untuk menerbitkan obligasi berdenominasi Yuan (Dinsum Bonds), Loto memastikan hal itu juga sedang dalam kajian dan belum ada kepastian secara resmi.

"Kewajiban kita masih Euro, Yen dan Dolar AS, untuk Renmimbi hampir tidak ada kewajiban. Kami juga mendapat kabar 'market'nya memang tidak terlalu besar. Tenornya juga lebih pendek. Memang 'market' yang besar (untuk penerbitan obligasi valas) itu Global Bonds," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan defisit anggaran telah ditetapkan sebesar 2,15 persen terhadap PDB di APBN 2016, karena pemerintah ingin menambah pembiayaan melalui utang untuk mempercepat program pembangunan.

Pembiayaan utang tersebut dibutuhkan karena pada awal tahun pemerintah belum memiliki dana untuk memulai proyek pembangunan yang sudah ditenderkan sejak tahun sebelumnya, karena penerimaan pajak baru efektif terkumpul pada Februari.

Padahal sesuai arahan Presiden, realisasi penyerapan belanja pemerintah untuk proyek pembangunan harus dimulai sejak Januari, agar konsumsi pemerintah bisa memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi triwulan I-2016.

"Kita ingin mendorong peran pemerintah sebagai sumber pertumbuhan. Cara mendorongnya dengan meningkatkan 'size' belanja. Kalau penerimaan belum memadai, kita menambah defisit. Itu yang kita lakukan dengan strategi peningkatan SUN maupun pinjaman lainnya," kata Menkeu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perbankan Masuk Era Cerdas, Infrastruktur Digital Dituntut Makin Adaptif

Perbankan Masuk Era Cerdas, Infrastruktur Digital Dituntut Makin Adaptif

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 21:05 WIB

Purbaya Mau Bentuk Tim Khusus di Kemenkeu Gegara Sering Lupa Pantau Kebijakan

Purbaya Mau Bentuk Tim Khusus di Kemenkeu Gegara Sering Lupa Pantau Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 16:53 WIB

Purbaya Bantah Kantongi Rp 100 Miliar dari Jual Beli Jabatan Kemenkeu

Purbaya Bantah Kantongi Rp 100 Miliar dari Jual Beli Jabatan Kemenkeu

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 16:41 WIB

Purbaya Bocorkan Skema Pelunasan Utang Whoosh dari Kemenkeu, Dibayar Rp 800 M per Tahun

Purbaya Bocorkan Skema Pelunasan Utang Whoosh dari Kemenkeu, Dibayar Rp 800 M per Tahun

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:25 WIB

Purbaya Minta Anggaran Kemenkeu Rp 49,8 Triliun di 2027, Ini Rincian Programnya

Purbaya Minta Anggaran Kemenkeu Rp 49,8 Triliun di 2027, Ini Rincian Programnya

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 21:45 WIB

Telkom Perkuat Bisnis Infrastruktur Digital untuk Jaga Momentum Pertumbuhan

Telkom Perkuat Bisnis Infrastruktur Digital untuk Jaga Momentum Pertumbuhan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 18:46 WIB

Ribut-ribut Purbaya Vs Pramono Soal Obligasi Jakarta

Ribut-ribut Purbaya Vs Pramono Soal Obligasi Jakarta

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 17:29 WIB

Drama Utang BUMN Karya: Waskita Diberi Waktu, PTPP Tak Diberi Jalan

Drama Utang BUMN Karya: Waskita Diberi Waktu, PTPP Tak Diberi Jalan

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 13:59 WIB

Waskita Karya Minta Waktu 1 Dekade Untuk Bisa Lunasi Utang Obligasi

Waskita Karya Minta Waktu 1 Dekade Untuk Bisa Lunasi Utang Obligasi

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 11:44 WIB

Purbaya Minta Jakarta Tak Cari Utang Baru lewat Obligasi Daerah: Uangnya Kebanyakan

Purbaya Minta Jakarta Tak Cari Utang Baru lewat Obligasi Daerah: Uangnya Kebanyakan

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:50 WIB

Terkini

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:38 WIB

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

×