Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pendapatan Peruri di Q3 2015 Sebesar Rp2,17 Triliun

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 04 November 2015 | 20:01 WIB
Pendapatan Peruri di Q3 2015 Sebesar Rp2,17 Triliun
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia

Suara.com - Perum Peruri membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,17 triliun pada triwulan III 2015, tumbuh 26 persen dibandingkan pendapatan periode sama 2014 sebesar Rp1,72 triliun.

"Kenaikan pendapatan selama triwulan III 2016 didorong pertumbuhan pada semua lini produksi mulai dari produksi cetak uang kertas dan uang logam, meterai, pesanan pita cukai, paspor dan buku hingga sertifikat tanah," kata Direktur Utama Peruri, Prasetio, saat Press Konferensi Pencapaian Kinerja Triwulan III Peruri, di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Menurut Prasetio, saat yang sama perusahaan membukukan laba usaha sebesar Rp231 miliar, naik 20 persen dibanding triwulan III 2014 sebesar Rp192 miliar.

"Jika dibandingkan dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015, pencapaian laba bersih tersebut sudah 129 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp179 miliar," katanya.

Sedangkan total aset triwulan III 2015 tercatat sebesar Rp3,56 triliun, naik 16 persen dibandingkan periode sama 2014 Rp3,04 triliun. Jika dibandingkan dengan RKAP 2015, total aset itu sudah mencapai 86 persen dari target Rp4,19 triliun.

Hingga triwulan I 2015, produksi uang kertas rupiah mencapai 6,9 miliar bilyet, naik 27 persen dibanding periode sama 2014 sebesar 5,4 miliar. Target sampai dengan akhir 2015 mencapai 9,3 miliar bilyet.

Produksi uang logam tercatat 1,2 miliar keping, turun 21 persen dari sebelumnya 1,5 miliar keping. Produksi materai turun 8 persen dari sebelumnya 492 juta keping menjadi 454 juta keping.

"Sampai September produksi materai dan uang logam turun. Namun sampai dengan akhir 2015 diproyeksikan dapat mencapai target sebanyak 1,5 miliar keping, dan materai sebanyak 738 juta keping," ujarnya.

Selanjutnya produksi pita cukai mencapai 139 juta lembar, naik 3 persen dari sebelumnya 135 juta lembar. Sedangkan produksi paspor dan buku mencapai 1,8 juta buku, turun 52 persen dari sebelumnya 2,74 juta buku.

Sedangkan produksi sertifikat tanah diperkirakan mencapai 5,4 juta set hingga akhir tahun 2015, naik dari pencapaian September 2015 yang sudah mencapai 3,54 juta set.

"Secara keseluruhan pendapatan triwulan III 2015 dikontribusi oleh produk uang yang mencapai 68,85 persen, naik 5 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya," katanya.

Disusul pendapatan lainnya dengan kontribusi bervariasi antara 4-10 persen yaitu berasal paspor, pita cukai, meterai, sertifikat tanah dan dokumen lainnya.

Modernisasi alat Sementara itu, Direktur Perencanan Peruri, Atje Mihammad Darjan mengatakan secara bertahap Peruri melakukan modernisasi alat produksi.

Mesin baru pencetakan uang yang sudah mulai beroperasi pada akhir tahun 2014, sehingga menambah kapasitas produksi cetak uang sebesar 9,3 juta miliar bilyet.

"Selanjutnya 1 unit lagi mesin baru, diproyeksikan dapat beroperasi pada Januari 2016," kata Atje.

Peruri sesuai Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 2016, ditetapkan sebagai BUMN yang ditugasi menjalankan 'security printing business' terdiri atas percetakan uang rupiah, meterai, paspor, pita cukai, sertifikat tanah dan security printing.

Selain itu Peruri juga mengembangkan bisnis lain melalui anak perusahaan yang terdiri atas PT Peruri Digital Security (PDS) bidang digital security, PT Peruri Wira Timur bidan security non uang, PT Kertas Padalarang di bidang pembuatan security paper, PT Peruri Properi bidang pengembangan lahan dan aset, serta KSO Peruri Divisi Barat di bidang produk security non uang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026

Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:28 WIB

Baleg DPR Dukung UU Pembatasan Uang Tunai, Dinilai Ampuh Tekan Politik Uang

Baleg DPR Dukung UU Pembatasan Uang Tunai, Dinilai Ampuh Tekan Politik Uang

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:20 WIB

Laba Bank Danamon Melesat 35% Jadi Rp 1,1 T di Kuartal I-2026

Laba Bank Danamon Melesat 35% Jadi Rp 1,1 T di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:46 WIB

Atas Nama Pembangunan: Menggugat Praktik Sumbangan Wajib di Sekolah

Atas Nama Pembangunan: Menggugat Praktik Sumbangan Wajib di Sekolah

Your Say | Kamis, 30 April 2026 | 11:30 WIB

OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026

OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:19 WIB

Legislator PDIP Kecewa: KAI Disebut BUMN Paling Privileged tapi Gagal Jamin Keselamatan Warga

Legislator PDIP Kecewa: KAI Disebut BUMN Paling Privileged tapi Gagal Jamin Keselamatan Warga

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:06 WIB

Kata Hanung Bramantyo soal Film Sang Pengadil jadi Alat Cuci Uang

Kata Hanung Bramantyo soal Film Sang Pengadil jadi Alat Cuci Uang

Entertainment | Kamis, 30 April 2026 | 10:54 WIB

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:52 WIB

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:16 WIB

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:44 WIB

Terkini

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 23:27 WIB

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 22:48 WIB

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB