Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pendanaan Pembangunan Infrastuktur Lebih Tepat via Pasar Modal

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 09 November 2015 | 13:29 WIB
Pendanaan Pembangunan Infrastuktur Lebih Tepat via Pasar Modal
Sejumlah pekerja dalam sebuah proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta. [Antara/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa pendanaan melalui pasar modal untuk pembangunan infrastruktur di dalam negeri merupakan langkah tepat lantaran instrumen yang disediakan merupakan pembiayaan jangka panjang.

"Pembiayaan infrastruktur membutuhkan waktu jangka panjang, dalam artian kalau kita membangun infrastruktur membutuhkan waktu, oleh karena itu kalau menggunakan dana perbankan dapat terjadi ketidakselarasan (mismatch) dalam arus kasnya. Instrumen saham dan obligasi sangat cocok untuk investasi jangka panjang," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida dalam pembukaan "Investor Summit and Capital Market Expo 2015" di Jakarta, Senin (9/11/2015).

Di negara maju, lanjut dia, pembangunan infastrukturnya rata-rata dibiayai dengan produk pasar modal, maka itu OJK akan terus melakukan upaya membuka pendananan yang luas untuk pembangunan infrastruktur dan sektor riil di Indonesia yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Masyarakat di suatu bangsa tidak akan mungkin maju kalau infrastruktur dan sektor riilnya tidak berkembang, untuk membangun infrastruktur dibutuhkan pendanaan dengan jangka waktu panjang, maka produk pasar modal cocok sekali," katanya.

Kendati demikian, Nurhaida mengakui bahwa likuiditas produk pasar modal Indonesia belum maksimal karena jumlah produk dan investor yang masih terbatas. Likuiditas suatu pasar merupakan salah satu barometer penentu para pemodal untuk melakukan investasi.

Nurhaida mengharapkan, melalui penyelenggaraan "Investor Summit and Capital Market Expo 2015" ini dapat lebih dekat dengan masyarakat sehingga meningkatkan pengetahuan pada industri pasar modal.

"Dari jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 250 juta jiwa, yang memiliki identitas tunggal investor atau 'single investor identification number' (SID) hanya sebanyak 420.000 nasabah, berarti masih kurang dari 0,2 persen. Kami dari OJK dan Self Regulatory Organizations (SRO) pasar modal terus berupaya mencoba mendekatkan pasar modal kepada masyarakat, salah satunya melalui penyelenggaraan ini," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa Universitas untuk membuat silabus mengenai pasar modal, dengan begitu industri pasar modal tidak asing di masyarakat.

"Pasar modal akan masuk kurikulum dari tahun pertama dan pada tahun terakhir, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan 'on the job training' di SRO dan Perusahaan Sekuritas yang kita tunjuk. Jika mereka bisa lulus dengan baik dengan indeks prestasi (IP) di atas 3,2 atau 3,3 dan dengan ijin OJK mereka bisa mendapatkan lisensi sebagai wakil perantara perdagangan efek (WPPE)," katanya.

Ia menargetkan program itu akan dimulai pada kuartal I 2016 mendatang. Melalui program itu diharapkan setiap tahunnya dapat mencetak sekitar 20 profesional baru di bidang pasar modal.

"Hari ini (Senin, 9/11/2015) kita tandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, dan IPMI International Business School," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OJK Targetkan ETF Emas Meluncur Tahun Ini, Simak Bocorannya

OJK Targetkan ETF Emas Meluncur Tahun Ini, Simak Bocorannya

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:49 WIB

Nasib Saham RI Digantung MSCI, Bos BEI Buka Suara

Nasib Saham RI Digantung MSCI, Bos BEI Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:22 WIB

IHSG Mulai Nyungsep, Dibuka Merah ke Level 7.560

IHSG Mulai Nyungsep, Dibuka Merah ke Level 7.560

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:16 WIB

Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu

Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:50 WIB

BEI Resmi Terapkan Liquidity Provider Saham

BEI Resmi Terapkan Liquidity Provider Saham

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 15:18 WIB

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:13 WIB

OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang

OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 07:29 WIB

Sukuk PNM Tembus Panggung Dunia, Menang di The Asset Awards 2026 Hong Kong

Sukuk PNM Tembus Panggung Dunia, Menang di The Asset Awards 2026 Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 10:53 WIB

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:49 WIB

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:10 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 19:49 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:50 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:22 WIB