Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Indonesia Promosikan SVLK Untuk Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Adhitya Himawan

Minggu, 13 Desember 2015 | 13:48 WIB
Indonesia Promosikan SVLK Untuk Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
SVLK diperlukan guna mencegah pemakaian kayu ilegal [Antara/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim COP21 UNFCCC di Paris, Prancis, ikut mempromosikan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) sebagai salah satu instrumen perbaikan tata kelola kelola hutan yang berdampak pada upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian LHK Putera Parthama di Jakarta, Minggu, menyatakan dalam salah satu sesi diskusi panel bertemakan "Sistem Legalitas Kayu untuk Perbaikan Lingkungan Hidup" terungkap dukungan yang kuat terhadap SVLK dari berbagai pihak di Indonesia maupun Internasional.

Diskusi yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bekerja sama dengan Multistakeholder Forestry Programme (MFP) III pada Jumat (11/12/2015) itu diharapkan bisa memperkuat pemahaman publik Indonesia dan dunia tentang pentingnya SVLK.

Putera Parthama yang juga menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut menyatakan tingginya kontribusi SVLK terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca melalui pengurangan pembalakan liar.

"Emisi gas rumah kaca Indonesia sebagian besar berasal dari deforestasi. Peran SVLK dalam memperkuat tata kelola hutan dapat berkontribusi dalam pengurangan deforestasi yang akhirnya menyumbang pada pengurangan emisi gas rumah kaca," katanya.

Sementara itu pembicara lainnya Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Zainuri Hasyim menyatakan, pentingnya peran pemantau independen dalam memperkuat akuntabilitas SVLK.

Menurut dia, salah satu tantangan dalam pelaksanaan pemantauan adalah akses terhadap informasi, perlindungan keamanan bagi Pemantau dan kurangnya koordinasi antara pusat dan daerah.

Sedangkan, Direktur Esksekutif Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia Liana Bratasida dan pemilik usaha mebel CV Sun Alliance, Maria Murliantini, mewakili industri berbasis kayu, mengakui banyak keuntungan yang diterima dengan diimplementasikannya SVLK, termasuk perluasan pasar dan kenaikan ekspor.

Policy Officer at DG Environment, European Commission, Luca Perez menyatakan pujiannya terhadap kemajuan besar yang telah dicapai Indonesia dalam mengembangkan dan menyempurnakan SVLK dengan melibatkan pihak swasta dan masyarakat sipil.

Dia memastikan pada awal tahun 2016 Indonesia akan memperoleh lisensi FLEGT dari UE.

Lisensi ini akan memberi dominasi pasar bagi produk kayu Indonesia di Eropa karena Indonesia adalah negara penandatangan perjanjian kemitraan FLEGT (Forest Law Enforcement Governance and Trade) pertama yang memperoleh lisensi tersebut.

"Bagi pihak swasta Indonesia yang terus mempertanyakan mengenai lisensi FLEGT, maka jawaban saya adalah kita sudah hampir tiba pada titik final," tegas Perez.

Pada kesempatan yang sama Putera menyampaikan kenang-kenangan berupa Radio Magno, yang terbuat dari kayu dan telah memperoleh sertifikat SVLK kepada Luca Perez.

Kenang-kenangan berupa meja jati bersertifikat SVLK juga disampaikan Dirjen PHPL kepada Dubes Indonesia untuk Prancis, Hotmagaraja Panjaitan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:25 WIB

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39 WIB

Di Balik Server Raksasa: Rahasia Kelam di Balik Kecepatan Kecerdasan Buatan

Di Balik Server Raksasa: Rahasia Kelam di Balik Kecepatan Kecerdasan Buatan

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:42 WIB

Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:50 WIB

Permintaan Naik, Bagaimana Meningkatkan Produksi Kopi Tanpa Merusak Hutan dan Keanekaragaman Hayati?

Permintaan Naik, Bagaimana Meningkatkan Produksi Kopi Tanpa Merusak Hutan dan Keanekaragaman Hayati?

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:58 WIB

Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?

Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 14:07 WIB

Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?

Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:35 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:35 WIB

Suhu Bumi Terus Naik, Mengapa Para Ahli Menyarankan Kita Tak Bergantung pada AC?

Suhu Bumi Terus Naik, Mengapa Para Ahli Menyarankan Kita Tak Bergantung pada AC?

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Jangan Berharap Kopdes Seperti Minimarket, Tak Semua Barang Ada

Jangan Berharap Kopdes Seperti Minimarket, Tak Semua Barang Ada

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:31 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

8 Kesamaan Spanyol Juara Piala Dunia 2010 dan 2026: dari Laga Pembuka, Shakira, hingga Gol Penentu

8 Kesamaan Spanyol Juara Piala Dunia 2010 dan 2026: dari Laga Pembuka, Shakira, hingga Gol Penentu

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Ditolak, Hakim Sebut Gugatan Praperadilan Roy Suryo Sengaja Ulur Waktu

Bukan Cuma Ditolak, Hakim Sebut Gugatan Praperadilan Roy Suryo Sengaja Ulur Waktu

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:29 WIB

Daftar JCO Run 2026 Cuma Setengah Harga? BRI Kasih Promo Spesial

Daftar JCO Run 2026 Cuma Setengah Harga? BRI Kasih Promo Spesial

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 14:19 WIB

Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Sah

Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Sah

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:19 WIB

Dinilai Tak Relevan , Ini Alasan Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo

Dinilai Tak Relevan , Ini Alasan Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:19 WIB

3 Pilihan Sunscreen Lokal untuk Kulit Kering sesuai Review dan Harga

3 Pilihan Sunscreen Lokal untuk Kulit Kering sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 14:19 WIB

Bukan Tanpa Celah, Akademisi Cambridge Beberkan PR Besar dalam Draf RUU Perampasan Aset 2026

Bukan Tanpa Celah, Akademisi Cambridge Beberkan PR Besar dalam Draf RUU Perampasan Aset 2026

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:16 WIB

×