Indonesia Promosikan SVLK Untuk Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Adhitya Himawan

Minggu, 13 Desember 2015 | 13:48 WIB
Indonesia Promosikan SVLK Untuk Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
SVLK diperlukan guna mencegah pemakaian kayu ilegal [Antara/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim COP21 UNFCCC di Paris, Prancis, ikut mempromosikan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) sebagai salah satu instrumen perbaikan tata kelola kelola hutan yang berdampak pada upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian LHK Putera Parthama di Jakarta, Minggu, menyatakan dalam salah satu sesi diskusi panel bertemakan "Sistem Legalitas Kayu untuk Perbaikan Lingkungan Hidup" terungkap dukungan yang kuat terhadap SVLK dari berbagai pihak di Indonesia maupun Internasional.

Diskusi yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bekerja sama dengan Multistakeholder Forestry Programme (MFP) III pada Jumat (11/12/2015) itu diharapkan bisa memperkuat pemahaman publik Indonesia dan dunia tentang pentingnya SVLK.

Putera Parthama yang juga menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut menyatakan tingginya kontribusi SVLK terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca melalui pengurangan pembalakan liar.

"Emisi gas rumah kaca Indonesia sebagian besar berasal dari deforestasi. Peran SVLK dalam memperkuat tata kelola hutan dapat berkontribusi dalam pengurangan deforestasi yang akhirnya menyumbang pada pengurangan emisi gas rumah kaca," katanya.

Sementara itu pembicara lainnya Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Zainuri Hasyim menyatakan, pentingnya peran pemantau independen dalam memperkuat akuntabilitas SVLK.

Menurut dia, salah satu tantangan dalam pelaksanaan pemantauan adalah akses terhadap informasi, perlindungan keamanan bagi Pemantau dan kurangnya koordinasi antara pusat dan daerah.

Sedangkan, Direktur Esksekutif Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia Liana Bratasida dan pemilik usaha mebel CV Sun Alliance, Maria Murliantini, mewakili industri berbasis kayu, mengakui banyak keuntungan yang diterima dengan diimplementasikannya SVLK, termasuk perluasan pasar dan kenaikan ekspor.

Policy Officer at DG Environment, European Commission, Luca Perez menyatakan pujiannya terhadap kemajuan besar yang telah dicapai Indonesia dalam mengembangkan dan menyempurnakan SVLK dengan melibatkan pihak swasta dan masyarakat sipil.

Dia memastikan pada awal tahun 2016 Indonesia akan memperoleh lisensi FLEGT dari UE.

Lisensi ini akan memberi dominasi pasar bagi produk kayu Indonesia di Eropa karena Indonesia adalah negara penandatangan perjanjian kemitraan FLEGT (Forest Law Enforcement Governance and Trade) pertama yang memperoleh lisensi tersebut.

"Bagi pihak swasta Indonesia yang terus mempertanyakan mengenai lisensi FLEGT, maka jawaban saya adalah kita sudah hampir tiba pada titik final," tegas Perez.

Pada kesempatan yang sama Putera menyampaikan kenang-kenangan berupa Radio Magno, yang terbuat dari kayu dan telah memperoleh sertifikat SVLK kepada Luca Perez.

Kenang-kenangan berupa meja jati bersertifikat SVLK juga disampaikan Dirjen PHPL kepada Dubes Indonesia untuk Prancis, Hotmagaraja Panjaitan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konstruksi Hijau Jadi Tren Baru, Produk Rendah Emisi Mulai Didorong

Konstruksi Hijau Jadi Tren Baru, Produk Rendah Emisi Mulai Didorong

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:03 WIB

Media Eropa Gambarkan Kengerian Krakatau Meletus: Tahun 1883 Bikin Dunia Dingin, 2018 Tsunami

Media Eropa Gambarkan Kengerian Krakatau Meletus: Tahun 1883 Bikin Dunia Dingin, 2018 Tsunami

News | Selasa, 08 September 2026 | 10:22 WIB

3 Negara Tetangga Menjerit! Kebakaran di Indonesia Hasilkan 23 Juta Metrik Ton Emisi Karbon

3 Negara Tetangga Menjerit! Kebakaran di Indonesia Hasilkan 23 Juta Metrik Ton Emisi Karbon

News | Sabtu, 05 September 2026 | 16:35 WIB

Red Flag Dana Hibah Iklim Global, Mengapa Uang Konservasi Bisa Mampet?

Red Flag Dana Hibah Iklim Global, Mengapa Uang Konservasi Bisa Mampet?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 11:05 WIB

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS

Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:58 WIB

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Ikan Kiamat Muncul di Lombok Usai Gempa NTT, Pakar Singgung Dampak Perubahan Iklim

Ikan Kiamat Muncul di Lombok Usai Gempa NTT, Pakar Singgung Dampak Perubahan Iklim

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Hadapi Perubahan Iklim, BRIN Dorong Riset Kelautan Indonesia-Tiongkok

Hadapi Perubahan Iklim, BRIN Dorong Riset Kelautan Indonesia-Tiongkok

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Trenggiling Bukan Sekadar Satwa Lucu, Ia Bagian dari Benteng Alam Kita

Trenggiling Bukan Sekadar Satwa Lucu, Ia Bagian dari Benteng Alam Kita

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×