Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Negara Berkembang Asia

Adhitya Himawan

Selasa, 12 Januari 2016 | 16:17 WIB
Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Negara Berkembang Asia
Dolar AS menguat terhadap mata uang negara berkembang di Asia [Antara]

Suara.com - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang negara-negara berkembang di perdagangan Asia pada Selasa (12/1/2016), karena sentimen risiko menurun di tengah kekhawatiran tentang prospek lemah bagi perekonomian Tiongkok.

Aksi jual di pasar saham Tiongkok pekan lalu mengirimkan gelombang kejutan melalui lantai perdagangan internasional, karena investor tetap khawatir tentang permintaan global rendah untuk komoditas-komoditas di belakang pertumbuhan lebih lambat di ekonomi nomor dua di dunia itu.

"Semua orang rasional ingin menjual, sementara semua orang resmi telah diberitahu untuk membeli," Michael Every, kepala penelitian pasar keuangan di Rabobank Group yang berbasis di Hong Kong, mengatakan kepada Bloomberg News.

"Dengan membuang uang baik setelah buruk, itu hanya penundaan yang tak terelakkan." Pelemahan mata uang yuan oleh Beijing -- memunculkan pertanyaan tentang kekaburan kebijakan nilai tukar -- juga memainkan peran kunci dalam penurunan ekuitas.

Pada Selasa, greenback naik terhadap mata uang negara-negara berkembali yang lebih berisiko tapi memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Namun, unit AS diperdagangkan lebih rendah terhadap yen dan euro, diambil 117,52 yen dari 117,77 yen pada Senin di New York, dan diperdagangkan pada 1,0875 dolar per euro dari 1,0858 dolar di perdagangan AS.

Mata uang Jepang, secara tradisional dianggap sebagai mata uang "safe haven" di saat terjadi gejolak dan ketidakpastian, telah meningkat lebih dari dua persen terhadap greenback sejauh tahun ini.

Ringgit Malaysia memimpin penurunan terhadap dolar, jatuh 0,40 persen, karena para analis memperingatkan mata uang ini bisa melemah lebih lanjut dilatarbelakangi terus merosotnya harga minyak.

Malaysia salah satu eksportir minyak bersih utama di Asia.

"Penurunan harga dan ketidakpastian minyak mentah yang melibatkan pelambatan di Tiongkok membebani ringgit," Zulkiflee Mohd. Nidzam, kepala perdagangan valuta asing dan obligasi Asia Finance Bank di Kuala Lumpur, mengatakan kepada Bloomberg News.

"Jika ini bertahan, ringgit melemah lebih lanjut bisa mencapai 4,45 dolar dalam waktu dekat." Minyak mentah tergelincir di bawah 31 dolar AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari 12 tahun karena tanda-tanda produsen utama Iran bisa diizinkan untuk mengekspor komoditas dalam beberapa minggu mendatang, ketika negara-negara Barat mempersiapkan diri untuk mencabut embargo setelah kesepakatan atas program nuklir Teheran.

Unit-unit negara berkembang lainnya juga jatuh terhadap greenback.

Won Korea Selatan turun 0,03 persen dan dolar Singapura menurun 0,31 persen. Baht Thailand dan dolar Taiwan juga turun terhadap mata uang AS.

Sedangkan, rupiah Indonesia melawan tren, sedikit naik 0,04 persen.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:35 WIB

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:15 WIB

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 08:02 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48 WIB

Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:32 WIB

Kurs Dolar AS Sudah Dijual Rp 17.000 di Bank-bank Besar

Kurs Dolar AS Sudah Dijual Rp 17.000 di Bank-bank Besar

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 12:50 WIB

Dijual Rp 17.000, Daftar Kurs Dolar di Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA

Dijual Rp 17.000, Daftar Kurs Dolar di Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 15:18 WIB

Kurs Dolar AS Makin Tinggi, Cek Nilainya di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA

Kurs Dolar AS Makin Tinggi, Cek Nilainya di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 10:47 WIB

Rupiah Masih Meloyo, Cek Kurs Dolar AS Hari Ini di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA

Rupiah Masih Meloyo, Cek Kurs Dolar AS Hari Ini di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 10:54 WIB

Terkini

Perdana di Langit Jakarta, Rafale Terbang Rendah di Istana Jelang HUT RI ke-81

Perdana di Langit Jakarta, Rafale Terbang Rendah di Istana Jelang HUT RI ke-81

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Insiden Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Aksi Boikot Produk OT Group Menggema, Apa Saja Produknya?

Insiden Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Aksi Boikot Produk OT Group Menggema, Apa Saja Produknya?

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Gen Z dan Era AI: Merdeka Berkreasi atau Makin Bergantung pada Teknologi?

Gen Z dan Era AI: Merdeka Berkreasi atau Makin Bergantung pada Teknologi?

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Review Jujur 3 Serum Vitamin C Terbaik, Dari Harga Pelajar hingga Pilihan Tasya Farasya!

Review Jujur 3 Serum Vitamin C Terbaik, Dari Harga Pelajar hingga Pilihan Tasya Farasya!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Modus 'Selipkan di Celana', Dua Pencuri Raket Padel di Padel Avenue Diburu Polisi

Modus 'Selipkan di Celana', Dua Pencuri Raket Padel di Padel Avenue Diburu Polisi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen

Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen

Sumut | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:57 WIB

5 Shade Wardah Colorfit Last All Day Lip Paint untuk Kulit Sawo Matang, Tahan Lama dan Bibir Segar

5 Shade Wardah Colorfit Last All Day Lip Paint untuk Kulit Sawo Matang, Tahan Lama dan Bibir Segar

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Spill Jam Tangan-Tas Branded Anggota DPRD Riau dan Istri, Nilainya Ratusan Juta

Spill Jam Tangan-Tas Branded Anggota DPRD Riau dan Istri, Nilainya Ratusan Juta

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender

Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Istana Ungkap Sejumlah Menteri Aktif Masuk Daftar Penerima Tanda Kehormatan, Siapa Saja?

Istana Ungkap Sejumlah Menteri Aktif Masuk Daftar Penerima Tanda Kehormatan, Siapa Saja?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:50 WIB

×