BI Masih Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,3 Persen

Adhitya Himawan

Minggu, 15 Mei 2016 | 06:42 WIB
BI Masih Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,3 Persen
Gedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin , Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com -  Bank Indonesia (BI) menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen masih memungkinkan dicapai hingga akhir 2016 dengan memerlukan dorongan salah satunya percepatan pencairan anggaran.

"Pada kuartal I pencairan anggaran di daerah masih rendah, harus didorong terus mudah-mudahan kuartal III dan kuartal IV bisa lebih baik sehingga untuk mencapai 5,2-5,3 persen masih sesuatu yang mungkin dicapai. Kalau untuk mencapai 5,6 persen saat ini masih terlalu awal," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara pada peluncuran BINDESIA di Cilangkap, Depok, Jawa Barat, Sabtu (14/5/2016).

Mirza mengatakan percepatan pencairan anggaran harus didorong oleh setiap departemen, kementerian dan pemerintah daerah sehingga ada harapan pertumbuhan ekonomi lebih baik pada kuartal II dibandingkan kuartal I yang hanya mencapai 4,92 persen.

Menurut dia, perlambatan ekonomi pada kuartal I tidak hanya terjadi di Indonesia, misalnya saja negara tetangga seperti Singapura hanya tumbuh sekitar 1 persen, Thailand di bawah 2 persen, bahkan Tiongkok hanya sekitar 6,5 persen.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok ini turut berimbas pada turunnya harga komoditas secara signifikan seperti pada tambang dan perkebunan hingga 70-80 persen.

Turunnya harga komoditas pun berpengaruh pada wilayah penghasil komoditas sejenis, seperti Sumatra dan Kalimantan yang masing-masing menyumbang 20 persen dan 9 persen perekonomian Indonesia.

Selain perekonomian Tiongkok yang melambat, pengaruh perlambatan ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed yang menaikkan suku bunga sehingga menyebabkan gejolak moneter di berbagai negara.

"Perlambatan terlalu dalam ini ditambah gejolak suku bunga Amerika yang terjadi pada 2013-2015. Kedua faktor ini yang membuat perlambatan ekonomi," ujar Mirza.

Meski demikian, ia tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dapat tercapai karena perekonomian Tiongkok mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan sehingga harga sejumlah komoditas, seperti kelapa sawit, karet, nikel dan timah mulai meningkat walaupun belum signifikan.

Penundaan kenaikan suku bunga The Fed juga membuat kurs lebih stabil sehingga industri manufaktur di Pulau Jawa yang memerlukan barang impor dapat beraktivitas kembali dan menyumbang 60 persen perekonomian Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak Jadi USD459,3 Miliar hingga Agustus

Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak Jadi USD459,3 Miliar hingga Agustus

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.600 Triliun, Naik 5,6 Persen dalam Setahun

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.600 Triliun, Naik 5,6 Persen dalam Setahun

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:16 WIB

BI Bongkar Biang Kerok Rupiah Terus Anjlok ke Level Rp17.955

BI Bongkar Biang Kerok Rupiah Terus Anjlok ke Level Rp17.955

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:33 WIB

ISEF 2026: Jadi Ajang Sinergi untuk Akselerasi Ekonomi Syariah

ISEF 2026: Jadi Ajang Sinergi untuk Akselerasi Ekonomi Syariah

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Harga Cabai Rawit Hijau Meroket 63%, Cabai Merah Tembus Rp132 Ribu/Kg

Harga Cabai Rawit Hijau Meroket 63%, Cabai Merah Tembus Rp132 Ribu/Kg

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:11 WIB

Penjualan Ritel September Diprediksi Naik, tapi Ada Sinyal Pelemahan Bulanan

Penjualan Ritel September Diprediksi Naik, tapi Ada Sinyal Pelemahan Bulanan

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Lulusan SMA Mulai Pasrah Cari Kerja, Tabungan Warga Makin Tipis

Lulusan SMA Mulai Pasrah Cari Kerja, Tabungan Warga Makin Tipis

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Survei BI: Lulusan Pemilik Ijazah SMA Mulai Pesimistis Dapat Kerja

Survei BI: Lulusan Pemilik Ijazah SMA Mulai Pesimistis Dapat Kerja

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Buat Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Susut Jadi USD146,3 Miliar

Buat Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Susut Jadi USD146,3 Miliar

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×