Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Forextime: Rupiah Alami Pemulihan Hebat pada Dolar AS

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 08 Juni 2016 | 12:25 WIB
Forextime: Rupiah Alami Pemulihan Hebat pada Dolar AS
Mata uang Rupiah dan Dolar AS di salah satu gerai money changer di Jakarta, Kamis (23/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Jameel Ahmad, Chief Market Analyst Forextime menyatakan bahwa Rupiah mengalami pemulihan hebat terhadap Dolar AS pada penutupan sesi pertama di pekan perdagangan baru ini. Menurutnya, USD IDR merosot lebih dari 1.50 persen menjadi sekitar 13,370 karena Dolar terpukul secara umum di pasar valas setelah adanya laporan ketenagakerjaan non pertanian (NFP) AS yang dirilis pekan lalu sangat mengecewakan.

Berdasarkan laporan ini, ekonomi AS hanya menerima tambahan 38.000 lapangan tenaga kerja baru sepanjang bulan Mei. Ekspektasi suku bunga AS tentu saja menjadi semakin mundur, dan ini positif untuk mata uang serta ekonomi pasar berkembang karena mengurangi vulnerabilitas terhadap arus keluar modal tiba-tiba. "Apabil, Sela ekspektasi suku bunga AS terus diundurkan, dampaknya akan positif untuk Rupiah di jangka waktu menengah dan akan menjadi titik balik signifikan mengingat segala tekanan yang dihadapi seluruh mata uang pasar berkembang selama bulan lalu," kata Jameel dalam keterangan resmi, Rabu (8/6/2016).

Dolar memulai perdagangan pekan ini dengan mencoba merebut kembali momentum setelah mengalami penurunan ekstrem karena laporan NFP AS yang sangat buruk pada penutupan pekan lalu. Banyak pihak yang mungkin mempertanyakan apakah ini akan menjadi faktor penentu yang mengubah situasi bagi Dolar karena tidak ada alasan yang jelas mengapa lapangan pekerjaan di Amerika Serikat hanya meningkat 38.000 pada bulan lalu, yang tentu saja mengganggu ekspektasi suku bunga AS. "Walaupun ini hanya satu laporan NFP, penciptaan lapangan pekerjaan di bulan Mei yang merosot ke level terendah dalam hampir enam tahun terakhir dan sinyal masalah ekonomi yang tidak terduga ini hampir pasti membatalkan peluang peningkatan suku bunga AS di bulan Juni," jelas Jameel. 

Karena terganggunya ekspektasi suku bunga Federal Reserve, sebagian besar mata uang global mengalami pemulihan signifikan terhadap Dolar AS. Mata uang pasar berkembang kemungkinan besar akan menyambut gembira berita tentang pupusnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Ekonomi pasar berkembang khawatir akan peningkatan suku bunga AS karena mengancam terjadinya arus keluar modal. Para investor sangat ingin mengetahui bagaimana Federal Reserve mengevaluasi hasil NFP yang mengecewakan ini. Jadi, Janet Yellen sepertinya akan membahas prospek ekonomi dan kebijakan moneter hari ini di Philadelphia.

Selain sebagian besar mata uang global, Emas juga meningkat tajam karena melemahnya Dolar AS dan memantul sekitar 40 Dolar AS sehingga mendekati 1250 Dolar AS. Penghindaran risiko masih terasa di pasar, Dolar masih dapat terus melemah apabila ada kejelasan bahwa kenaikan suku bunga AS kembali ditunda, selain itu ada ketidakpastian menjelang referendum Uni Eropa. Mengingat tiga faktor tersebut, Juni mungkin akan menjadi bulan yang baik untuk harga Emas.  Ini adalah titik balik yang tak terduga apabila kita mengingat bahwa Emas dapat saja merosot ke level support sekitar $1200 apabila pasar meyakini bahwa Fed benar-benar akan meningkatkan suku bunga di musim panas ini.

Karena investor menarik posisi Dolar AS mereka setelah hasil NFP yang buruk, EURUSD melonjak agresif dan bergerak dari level terendah empat bulan sekitar 1.11 menuju 1.1380. Pasar secara umum tidak memahami sama sekali tentang prospek suku bunga AS di tahun 2016. Setelah hasil NFP yang sangat buruk pada Jumat siang kemarin, Euro mengalami sensitivitas tingkat tinggi. Jika prospek suku bunga AS terus ditunda, EURUSD kemungkinan akan semakin menguat di jangka waktu menengah. Ini sepenuhnya di luar dugaan mengingat beberapa hari lalu pasar semakin meyakini bahwa Fed akan meningkatkan suku bunga AS dua kali di tahun 2016. 

"GBP mungkin satu-satunya mata uang yang semakin melemah terhadap USD karena muncul indikasi tambahan bahwa pihak "Keluar" semakin kuat menjelang referendum Uni Eropa yang akan diselenggarakan sekitar dua minggu lagi. Saat pekan perdagangan dibuka, GBP anjlok karena berita di akhir pekan yang menyiratkan bahwa tidak ada jaminan "Bertahan di Uni Eropa" akan menjadi hasil yang pasti dari referendum mendatang," tutup Jameel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB