Menaker Hanif Klaim Pengangguran Tahun 2016 Capai Titik Terendah

Adhitya Himawan | Nikolaus Tolen | Suara.com

Senin, 24 Oktober 2016 | 14:54 WIB
Menaker Hanif Klaim Pengangguran Tahun 2016 Capai Titik Terendah
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. [suara.com/Siswanto]

Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri  mengatakan bahwa Tahun 2016 sebagai tahun percepatan kerja bagi pemerintahan era Presiden Joko Widodo. Namun, kata dia percepatan tersebut dihadapi dengan berbagai persoalan yang cukup rumit bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan terobosan agar mencapai percepatan pembangunan tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing tinggi, dan berkarakter.

"Pemerintah gencar meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan kompetensi dan sertifikasi profesi. Sebab kalau kita lihat angkatan tenaga kerja kita, masih banyak yang harus ditingkatkan kompetensinya," kata Hanif saat memaparkan hasil kerja dua tahun Jokowi-JK di gedung Bina Graha Kementerian Sekretariat Negara, jalan Medan Merdeka Utara, Senin (24/10/2016).

Kata Politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Bulan Februari 2016, angkatan kerja Indonesia mencapai 127,67 juta jiwa. Dari angka tersebut, sekitar 60 persennya adalah lulusan SMP ke bawah. Bahkan kata dia, jika dijumlahkan dengan angkatan kerja yang berpendidikan SMA maka jumlahnya mencapai 77,81 persen. Meski begitu, kata Hanif, angka pengangguran pada Tahun 2016 menjadi angka pengangguran yang terendah pertama sejak reformasi.

"Angka pengangguran di Indonesia pada tahun 2016 mencapai titik terendah sebanyak 7,02 juta orang atau 5,5 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah itu pun lebih dibandingkan dengan angka pengangguran pada tahun 2015 yang mencapai 7,45 juta orang atau 5,81persen dari total penduduk Indonesia," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pelatihan kompetensi adalah sebuah upaya pemerintah untuk memberikan bekal kompetensi bagi angkatan kerja yang berlatarbelakang pendidikan rendah. Adapun konsep yang digunakan adalah Pelatihan Berbasis kompetensi. Katanya, dengan konsep tersebut, pelatihan yang diterima masyarakat memiliki kesesuaian (link and match) dengan perkembangan dunia usaha dan industri.

"BLK sebagai wadah untuk menyelenggarakan pelatihan kompetensi terus diintegrasikan dengan perusahaan-perusahaan yang ada. Hingga Agustus 2016, ada 6.286 perusahaan yang telah terintegrasi dengan BLK. Jumlah ini jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun 2015, yakni 5.365 perusahaan,"kata Hanif.

Langkah lain yang terus dikembangkan oleh Menaker adalah dengan melakukan sertifikasi profesi. Dimana itu adalah sebuah langkah agar kompetensi yang dimiliki angkatan kerja pasca mengikuti pelatihan dapat diakui di dunia usaha dan industri. Tujuan lainnya adalah untuk mensetarakan kompetensi yang telah dimiliki masyarakat. Kata Hanif, saat ini, jumlah tenaga kerja yang telah tersertifikasi adalah 2.463.306, lebih banyak dari Tahun 2015 yang jumlahnya 2.430.495 tenaga kerja.

"Karenanya, kita adakan pelatihan kompetensi untuk angkatan kerja yang belum memiliki kompetensi kerja itu, dan kita adakan sertifikasi untuk pekerja yang memiliki pengalaman kerja B, tetapi tidak memiliki sertifikat kompetensi ataupun jenjang pendidikan yang cukup," kata Hanif.

Langkah lain untuk meningkatkan kemampuan SDM adalah dengan membuat skema pemagangan. Kata dia, pihaknya sudah mbuaat kesepakatan  dengan Kamar Dagang Indonesia untuk menjalin kerja sama pemagangan pada 2.000 perusahaan. Dan pemagangan tersebut kata dia, nantinya akan didesain sedemikian rupa sehingga peserta magang benar-benar dapat menyerap ilmu dan pengalaman kerja di lingkungan kerja setempat.

"Jadi magang bukan hanya bekerja untuk bantu-bantu saja, tapi benar-benar dengan pekerjaan tertentu dan jabatan tertentu. Mereka yang selesai dengan program magang juga dapat segera terserap di industri, karena memiliki kompetensi yang sudah matched dengan kebutuhan industri," kata Hanif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puan: Tingkat Penganggguran Tahun Ini Capai 5,5 Persen

Puan: Tingkat Penganggguran Tahun Ini Capai 5,5 Persen

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2016 | 14:14 WIB

Menaker Hanif Minta Jerman Kirim Instruktur Vokasi di Indonesia

Menaker Hanif Minta Jerman Kirim Instruktur Vokasi di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:24 WIB

Luhut Optimis Pulau Jawa Sepenuhnya Terhubung Jalan Tol di 2019

Luhut Optimis Pulau Jawa Sepenuhnya Terhubung Jalan Tol di 2019

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:08 WIB

BCA Tingkatkan Skill Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja

BCA Tingkatkan Skill Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 17:13 WIB

Tingkat Kemiskinan Masih Tinggi

Tingkat Kemiskinan Masih Tinggi

Foto | Selasa, 20 September 2016 | 16:12 WIB

Rizal Ramli Kritik Kemiskinan di Jakarta Akibat Pembangunan

Rizal Ramli Kritik Kemiskinan di Jakarta Akibat Pembangunan

News | Kamis, 15 September 2016 | 14:42 WIB

Jokowi: Jumlah Orang Miskin di ASEAN Masih 120 Juta Orang

Jokowi: Jumlah Orang Miskin di ASEAN Masih 120 Juta Orang

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 12:56 WIB

Ini Penyebab Angka Kemiskinan Buton Utara Masih Tinggi

Ini Penyebab Angka Kemiskinan Buton Utara Masih Tinggi

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 07:10 WIB

Ini Resep Sri Mulyani untuk Mengurangi Angka Kemiskinan

Ini Resep Sri Mulyani untuk Mengurangi Angka Kemiskinan

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 18:11 WIB

Ketimpangan Kemiskinan di Indonesia per Maret 2016 Sedikit Turun

Ketimpangan Kemiskinan di Indonesia per Maret 2016 Sedikit Turun

Bisnis | Minggu, 21 Agustus 2016 | 13:13 WIB

Terkini

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:23 WIB

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:10 WIB

285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini

285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB

Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik

Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:54 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:44 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:42 WIB

OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo

OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:15 WIB

200 Ribu Pekerjaan Perbankan Bakal Hilang, Bank Mulai PHK Karyawan dan Tutup Cabang

200 Ribu Pekerjaan Perbankan Bakal Hilang, Bank Mulai PHK Karyawan dan Tutup Cabang

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:30 WIB

124 Truk Bandel Langgar Aturan Mudik, Kemenhub Ancam Bekukan Izin

124 Truk Bandel Langgar Aturan Mudik, Kemenhub Ancam Bekukan Izin

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:29 WIB

Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini

Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:12 WIB