KPPU Akui Tantangan Mafia Kartel dan Monopoli Makin Besar

Adhitya Himawan

Jum'at, 14 Juli 2017 | 23:51 WIB
KPPU Akui Tantangan Mafia Kartel dan Monopoli Makin Besar
Gedung Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta Pusat, Selasa (7/6/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menargetkan dapat meningkatkan perannya dalam pertumbuhan perekonomian baik di tingkat domestik maupun tingkat regional. Wasit anti monopoli ini berencana menjadi insiator untuk membantu pembentukan dan pengembangan kelembagaan penegakan hukum persaingan usaha di negara-negara kawasan Asia Tenggara (Asean).

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan, setelah lembaganya resmi berusia 17 tahun yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, pihaknya berharap dapat meningkatkan peran lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, saat ini tantangan penegakan hukum untuk dapat memberantas para mafia kartel dan monopoli semakin besar.

"Sekarang ini, 17 tahun setelah KPPU dibentuk, kami harus bisa berperan lebih aktif, dan ada dua peran strategis yang akan kami fokuskan," katanya ketika menyampaikan sambutannya dalam acara perayaan ulang tahun KPPU ke-17 di kantor pusat KPPU, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Pertama, KPPU berharap dapat mengambil peran lebih baik lagi dalam pengembangan penegakan hukum anti monopoli dan kartel di tingkat internasional khususnya di Kawasan Asean. Menurut Syarkawi, implementasi hukum persaingan usaha yang sehat di Asia Tenggara belum berjalan dengan baik, bahkan sebagian negara masih dalam tahap pembentukan lembaga otoritas persaingan usaha.

Negara-negara tersebut antara lain, Brunei Darussalam, Laos, dan Myanmar. Bahkan, negara tetangga lain seperti Kamboja masih dalam tahap penyusunan regulasi UU Persaingan Usaha. "Seharusnya KPPU juga harus bisa naik kelas seperti otoritas persaingan usaha di Jepang yang mampu membantu negara lain. Kami berharap pada tahun ini, negara-negara lain seperti Myanmar, Papua Nugini dan lainnya akan bisa berkumpul di Jakarta untuk kita bantu dalam implementasi penegakan hukum persaingan usaha, sehingga KPPU juga akan mampu menjadi terdepan dalam penegakan hukum persaingan usaha," ujarnya.

Syarkawi menjelaskan, kerjasama otoritas persaingan usaha di masing-masing negara Asean merupakan keniscayaan. Sebab, perkembangan bisnis dan ekonomi dilakukan secara lintas negara semakin pesat, sehingga KPPU dan wasit anti monopoli di negara juga harus bersiap diri menghadapi para pelaku usaha yang melakukan monopoli atau kegiatan persaingan usaha tidak sehat lainnya.

Selain peningkatan peran di dunia internasional, Syarkawi juga berharap, di usia yang ke-17 tahun ini KPPU meningkatkan peran dan fungsinya di dalam negeri. "Kami secara internal bertekad untuk memperbaiki integritas dan kompetensi, kami ingin terus menjadi lembaga yang menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan strategis nasional," ujar dia.

Saat ini, KPPU telah menjalin kerjasama dengan sejumlah lembaga dan kementerian, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian Pertanian, Kepolisian RI, serta Dekopin. Dengan pelaksanaan kerja sama ini tentu memudahkan KPPU untuk mengawal tegaknya persaingan usaha yang sehat di sejumlah sektor strategis.

baca juga

Syarkawi berharap, ke depan, KPPU dapat terus memperkuat kerjasama sehingga lembaganya dapat terlibat aktif dalam penyusunan regulasi serta menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan strategis nasional. "Kami berharap KPPU dapat menjadi lembaga kredibel, memiliki output bagus, orangnya bagus, sehingga rekomendasi yang dikeluarkan memiliki basis teori dan data yang kuat," ujar Syarkawi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPPU Harus Didukung dalam Berantas Monopoli Bisnis

KPPU Harus Didukung dalam Berantas Monopoli Bisnis

Press Release | Kamis, 22 Juni 2017 | 13:16 WIB

KPPU Optimis Harga Daging Tetap Stabil Hingga Lebaran

KPPU Optimis Harga Daging Tetap Stabil Hingga Lebaran

Bisnis | Senin, 19 Juni 2017 | 14:54 WIB

Hingga Akhir Ramadhan, KPPU Klaim Harga Pangan Terkendali

Hingga Akhir Ramadhan, KPPU Klaim Harga Pangan Terkendali

Bisnis | Senin, 19 Juni 2017 | 14:46 WIB

KPPU Temukan Dugaan Praktik Kartel Bawang Putih

KPPU Temukan Dugaan Praktik Kartel Bawang Putih

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2017 | 06:24 WIB

KPPU: Tidak Ada Ruang Pembenar Naikkan Harga Daging Sapi

KPPU: Tidak Ada Ruang Pembenar Naikkan Harga Daging Sapi

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 19:37 WIB

Stok Daging Sapi Surplus, KPPU Optimis Tak Ada Lonjakan Harga

Stok Daging Sapi Surplus, KPPU Optimis Tak Ada Lonjakan Harga

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 19:29 WIB

Jelang Puasa dan Lebaran, KPPU Ancam Praktik Kartel Pangan

Jelang Puasa dan Lebaran, KPPU Ancam Praktik Kartel Pangan

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2017 | 21:01 WIB

Inilah Tujuh Substansi Baru Dalam RUU Persaingan Usaha

Inilah Tujuh Substansi Baru Dalam RUU Persaingan Usaha

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2017 | 20:58 WIB

Mentan Marah Kartel Cabai Raih Untung Rp2 Miliar per Orang

Mentan Marah Kartel Cabai Raih Untung Rp2 Miliar per Orang

Bisnis | Selasa, 18 April 2017 | 15:02 WIB

Sadis! Ada Mayat Dilempar dari Pesawat

Sadis! Ada Mayat Dilempar dari Pesawat

News | Kamis, 13 April 2017 | 05:32 WIB

Terkini

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×