Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pasar Rumah Bekas di Surabaya Lebih Menjanjikan dari Jakarta

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 26 Oktober 2017 | 18:44 WIB
Pasar Rumah Bekas di Surabaya Lebih Menjanjikan dari Jakarta
Patung Suro dan Boyo, simbol kota Surabaya, Jawa Timur. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pergerakan harga rumah sekunder di wilayah Surabaya pada kuartal III 2017 relatif telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pembangunan properti sepanjang tahun ini diperkirakan mengarah ke Surabaya Barat.

"Meskipun demikian dengan pembangunan infrastruktur yang hampir merata di semua wilayah Surabaya memberikan pergeseran wilayah pasar yang melebar dari pusat kota Surabaya ke hampir semua wilayah Surabaya," kata CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Potensi pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) yang membentang dari utara ke selatan akan menghubungkan banyak fasilitas strategis di Surabaya Barat yang akan berdampak langsung terhadap perkembangan properti di sekitarnya termasuk pergerakan harga tanah yang berdampak juga bagi pergerakan pasar perumahan sekunder. Juga dengan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) yang akan membentang di enam kecamatan, yaitu Kenjeran, Bulak, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, dan Gunung Anyar membuat lokasi-lokasi di sekitar titik-titik simpul infrastruktur diperkirakan akan mendongkrak perkembangan harga tanah dipicu oleh perkembangan pasar properti di wilayah sekitarnya.

"Belum lagi potensi pembangunan jalan di Middle East Ring Road (MERR) Surabaya yang sempat terhenti sampai Gunung Anyar UPN diperkirakan akan dilanjutkan lagi pada 2018. Jalur sisa ini bakal lebih lebar karena didesain untuk delapan lajur kendaraan," ujarnya.

Berdasarkan riset dan analisis yang dilakukan Indonesia Property Watch, pertumbuhan harga rumah sekunder di kota-kota besar di Indonesia mengalami kenaikan bervariasi termasuk Surabaya yang mengalami kenaikan 1,03 persen pada Q3-2017. Meskipun kenaikan ini masih relatif landai, namun lebih tinggi dari pergerakan harga rumah sekunder di Jakarta yang hanya bergerak 0,55 persen. Kenaikan juga terjadi di harga tanah rumah sekunder sebesar 1,27 persen dibandingkan dengan Jakarta sebesar 1,09 persen.

"Pasar Surabaya diyakini banyak pihak lebih kondisuf dibandingkan dengan Jakarta saat ini. Hal ini yang membuat para investor lebih nyaman untuk berinvestasi di Surabaya dibandingkan kota-kota lain," tambahnya.

Surabaya Barat masih menunjukkan pertumbuhan tertinggi sebesar 1,38 persen, diikuti Surabaya Timur 1,25 persen, Surabaya Pusat 1,02 persen, Surabaya Selatan 0,92 persen, dan terendah di Surabaya Utara sebesar 0,57 persen. Pergerakan ini belum sepenuhnya sejalan dengan aktivitas transaksi di pasar rumah sekunder, meskipun pergerakan mulai terlihat di Surabaya Timur untuk rumah-rumah tipe menengah.

Tidak hanya di pasar sekunder, permintaan rumah di pasar perumahan primer pun mengalami kenaikan di wilayah ini, menyusul lebih bervariasinya segmen rumah yang ditawarkan di wilayah ini. Karenanya selain Surabaya Barat dan Surabaya Selatan, wilayah Surabaya Timur ini pun menyimpan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi lagi ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IPW Sebut Penjualan Rumah di Wilayah Banten Anjlok 25 Persen

IPW Sebut Penjualan Rumah di Wilayah Banten Anjlok 25 Persen

Bisnis | Kamis, 26 Oktober 2017 | 18:37 WIB

Sst, Rumah Bekas Termurah di Jakarta Ada di Sini!

Sst, Rumah Bekas Termurah di Jakarta Ada di Sini!

Bisnis | Minggu, 15 Oktober 2017 | 17:34 WIB

Pilih Mana, Beli Rumah Baru atau Bekas?

Pilih Mana, Beli Rumah Baru atau Bekas?

Bisnis | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 09:37 WIB

IPW Minta BI dan OJK Paksa Bank BUMN Turunkan Bunga KPR

IPW Minta BI dan OJK Paksa Bank BUMN Turunkan Bunga KPR

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 19:57 WIB

Pasar Rumah 'Second' di Jakarta Mulai Menggeliat

Pasar Rumah 'Second' di Jakarta Mulai Menggeliat

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 15:04 WIB

Proses KPR Subsidi Lambat, BTN Dikeluhkan Banyak Pengembang

Proses KPR Subsidi Lambat, BTN Dikeluhkan Banyak Pengembang

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 14:53 WIB

IPW Akui Program Sejuta Rumah Banyak Dijegal Spekulan

IPW Akui Program Sejuta Rumah Banyak Dijegal Spekulan

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 14:46 WIB

IPW: Banyak Pengembang Terjerat Lamanya Izin dan Biaya Siluman

IPW: Banyak Pengembang Terjerat Lamanya Izin dan Biaya Siluman

Bisnis | Rabu, 20 September 2017 | 20:31 WIB

Ini Alasan IPW Menangkan Meikarta di Golden Property Award 2017

Ini Alasan IPW Menangkan Meikarta di Golden Property Award 2017

Bisnis | Senin, 18 September 2017 | 14:05 WIB

Bingung Mau Beli Rumah Baru atau Bekas? Baca Ini Dulu Yuk!

Bingung Mau Beli Rumah Baru atau Bekas? Baca Ini Dulu Yuk!

Bisnis | Selasa, 12 September 2017 | 19:00 WIB

Terkini

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 10:09 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:24 WIB

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:11 WIB

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 06:17 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB