Peluang Investasi Zaman Now Kalangan Milenial

Adhitya Himawan

Rabu, 18 April 2018 | 16:06 WIB
Peluang Investasi Zaman Now Kalangan Milenial
Konferensi pers PT Real Time Futures di Jakarta. [Dok Real Time]

Suara.com - Tingkat pertumbuhan transaksi perdagangan berjangka (futures trading) di Bursa Berjangka tergolong masih lambat jika dibandingkan dengan perdagangan saham di Bursa Efek. Padahal perdagangan berjangka ke depannya akan menjadi alternatif investasi yang sangat menarik.

Selama ini masyarakat awam masih meragukan prospek dari investasi perdagangan berjangka. Tak dapat dipungkiri hal itu terjadi karena adanya sejumlah kendala seperti tingkat kepercayaan masyarakat, kurangnya pemahaman, minimnya sosialisasi, modal investasi yang dinilai besar dan tools bertransaksi yang dinilai begitu rumit, hingga munculnya perusahaan-perusahaan ilegal.

Melihat kendala yang dihadapi dalam industri perdagangan berjangka, maka PT Real Time Futures sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang ini melakukan edukasi dan sosialisasi guna merengkuh kepercayaan publik terhadap investasi perdagangan berjangka. “Kami akan terus melakukan sosialisasi, edukasi secara komprehensif dan berkelanjutan, membuat sistem edukasi yang interaktif, serta memberikan pelayanan holistik bagi seluruh calon nasabah,” kata Narif Rahmat Santosa, Komisaris PT Real Time Futures dalam keterangan tertulis, Rabu (18/4/2018).

Berbicara mengenai sejumlah kendala dalam perdagangan berjangka, Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ)/Jakarta Futures Exchange (JFX), menambahkan, “Munculnya persepsi masyarakat yang takut dengan investasi berjangka, disebabkan selain kurangnya pemahaman, juga karena banyaknya penipuan atau biasa dikenal dengan ‘investasi bodong’ yang dilakukan oknum. Pialang ilegal sangat mudah menggaet nasabah sebab modal yang dikeluarkan juga sedikit. Sementara untuk jadi pialang resmi ada aturan informasi SITNA (sistem informasi transaksi nasabah), menggunakan sistem Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Dengan sistem SITNA ini nasabah bisa memantau transaksinya.”

Terkait dengan hal itu, Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), menandaskan bahwa SITNA merupakan salah satu upaya untuk meningkatan kepercayaan dan rasa aman bagi investor maupun calon investor dalam berinvestasi di pasar perdagangan berjangka di Indonesia.

Lebih lanjut, Paulus kembali menegaskan bahwa sangat penting agar masyarakat perlu memahami terlebih dahulu serta mempelajari investasi yang diinginkan dalam perdagangan berjangka. Lalu mengecek keabsahan pialang berjangka yang dituju ke regulator yakni Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Dari pihak Bappebti, Natalius Nainggolan, Kepala Bagian Pengembangan Pasar Bappebti turut menegaskan dalam hal pengawasan, Bappebti adalah lapisan terakhir. "Kami sangat concern. Karena dalam perdagangan berjangka sudah menjadi tugas kami untuk memberi pengawasan, agar masyarakat mendapat perlindungan dari pemerintah,” katanya.

Perdagangan berjangka (futures trading) merupakan sebuah transaksi perdagangan derivatif dengan sistem margin trading dengan komoditi yang biasanya diperdagangkan dalam kontrak perdagangan berjangka antara lain: emas, CPO, kopi, dan kakao. Ada pula kontrak indeks dan valas. PT Real Time Futures sebagai salah satu pemain dalam industri ini menawarkan dua jenis produk investasi yakni Kontrak Berjangka Komoditi (Kontrak Gulir Emas) dan Kontrak Derivatif (mata uang, emas, dan CFD/Contract For Different Single Stock). “Mata uang, emas, dan CFD saat ini masih menjadi produk yang mendominasi pasar berjangka karena sangat likuid,” kata Junaidi Roparulian Simanjuntak, CEO PT Real Time Futures.

Dengan pengalaman selama lebih dari satu dekade, tepatnya dimulai pada tahun 2004, PT Real Time Futures telah dipercaya oleh para nasabahnya karena memiliki berbagai keunggulan yang salah satunya adalah sistem transaksi yang transparan, spread dan komisi yang rendah. Ke depannya keunggulan yang selama ini telah dimiliki PT Real Time Futures akan terus ditingkatkan dengan memberikan beberapa layanan tambahan yang tentunya akan semakin memudahkan nasabah dalam bertransaksi, antara lain: penggunaan robot trading, free virtual private server (VPS), hingga trading cabinet yang didukung dengan teknologi mutakhir dan terkini yang terintegrasi langsung dengan sistem MetaTrader 4 dengan menggunakan API (application programing interface).

“Robot trading memungkinkan nasabah melakukan transaksi secara otomatis selama 24 jam. VPS, kami sediakan secara gratis untuk nasabah dengan nilai investasi tertentu, VPS yaitu sebuah komputer virtual yang beroperasi selama 24 jam untuk menjalankan robot trading kapan pun dan di mana pun selama terkoneksi dengan internet. Keuntungannya adalah nasabah tidak perlu bertransaksi secara manual yang menyita waktu,” ujar Narif.

PT Real Time Futures yang memiliki tagline “Take Your Time and Make It Real” juga menyasar generasi milenial sebagai target market mereka. Mengapa milenial? Junaidi Roparulian Simanjuntak, CEO PT Real Time Futures, menjawab bahwa generasi milenial adalah generasi ‘zaman now’ yang sangat kritis. "Kami melihat hal tersebut sebagai peluang untuk mengubah stigma negatif pasar perdagangan berjangka yang selama ini dinilai sebagai investasi yang merugikan. Melalui edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan dapat mengubah stigma negatif,” katanya.

Jika banyak yang beranggapan bahwa generasi milenial lebih menyukai traveling daripada berinvestasi, Narif menanggapi fenomena tersebut dengan mengatakan bahwa melalui edukasi yang tepat, mindset seperti itu akan berubah dengan sendirinya. Karena di saat milenial sedang liburan, transaksi tetap dapat berlangsung melalui robot trading yang dijalankan lewat VPS. "Terlebih lagi ke depannya kami akan mengajukan persetujuan penerimaan nasabah secara elektronik online dengan modal investasi minimal deposit hanya sekitar Rp 10 juta,” tutup Narif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Mulai Melunak, Menperin Berharap Investasi Singapura Tetap Mengalir ke Indonesia

Mulai Melunak, Menperin Berharap Investasi Singapura Tetap Mengalir ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:10 WIB

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Danantara Bersiap Caplok Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Abu-abu

Danantara Bersiap Caplok Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Abu-abu

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:40 WIB

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi

Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Asing Cabut Dana, Masih Amankah Berinvestasi di IHSG?

Asing Cabut Dana, Masih Amankah Berinvestasi di IHSG?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Pertimbangan Investasi Properti Lintas Negara, Studi di Australia Ini Bisa Jadi Masukan

Pertimbangan Investasi Properti Lintas Negara, Studi di Australia Ini Bisa Jadi Masukan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×