Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Resesi, Krisis Pangan Hingga Bahaya Stunting dan Solusi New Normal Pandemi

Iwan Supriyatna

Kamis, 14 Mei 2020 | 07:34 WIB
Resesi, Krisis Pangan Hingga Bahaya Stunting dan Solusi New Normal Pandemi
Ilustrasi stunting

Suara.com - Penyebaran masif wabah COVID-19 di tanah air memberikan dampak signifikan di segala lini kehidupan. Segala bentuk pembatasan aktivitas semakin menguatkan fakta krisis ini tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, namun juga menyebabkan resesi.

Apalagi badan pangan dunia (FAO) turut mengafirmasi kondisi tersebut dengan menurunkan rilisnya di bulan lalu tentang resiko krisis pangan termasuk bahaya stunting di Indonesia.

Hal ini karena keran impor terbatas akibat negara-negara produsen fokus memenuhi kebutuhan domestik, sementara sembako dalam negeri belum bisa berswasembada.

Pemerintah pun harus bekerja ekstra keras karena situasi saat ini tetap tidak dapat mengesampingkan darurat stunting sebagai salah satu isu yang telah menjadi prioritas nasional dengan penanganan yang tetap harus berjalan, bahkan di tengah masa pandemi.

Demi mencegah dan menurunkan bahaya Stunting di tengah pandemi Covid19, Tanoto Foundation melalui program Early Childhood Education and Development (ECED) yang berorientasi pada pengasuhan anak usia dini untuk generasi siap sekolah, bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menyelenggarakan kegiatan Webinar dengan bahasan, “Stunting dalam Situasi Pandemi".

Agenda ini dibuka Eddy Henry, Head of ECED Tanoto Foundation dengan turut mengundang narasumber yang terdiri dari dr. Entos Zainal, MPHM (Ketua Umum PERSAGI), dr. Anung Sugihantono, M.Kes (Ketua Tim Ahli Gugus Tugas COVID19 Jawa Tengah), Iing Mursalim, MSi (TNP2K Setwapres), Sri Sukotjo, MA (UNICEF), dan Dr. Brian Prahastuti (Kantor Staf Kepresidenan).

Dalam paparannya, Eddy melihat bahwa pertumbuhan ekonomi yang terus merosot akan membuat kemiskinan terus bertambah.

“Kemiskinan dan stunting saling menguatkan sehingga diperlukan intervensi di masa sekarang,” kata Eddy ditulis Kamis (14/5/2020).

Menurutnya, masyarakat bisa melakukan dua hal, pertama, upaya nutrition specific berupa meningkatkan kesadaran kesehatan dan gizi bagi remaja, pasangan muda, wanita hamil, menyusui melalui sosial media dan media elektornik, kemudian terus mempromosikan ASI Eksklusif dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta mendukung ketersediaan makanan bernutrisi bagi wanita hamil, menyusui dan anak usia dini melalui program bantuan sosial, dan menyediakan layanan darurat bagi ibu dan anak di puskesmas.

Kedua adalah nutrition sensitive, yakni menyediakan bantuan konseling psikososial bagi orang tua, kemudian memastikan ketersediaan sabun untuk mengoptimalkan program WASH, menyediakan alat permainan edukatif untuk membantu orang tua memberikan simulasi, menyediakan konten-konten bermanfaat untuk orang tua dan anak di media, dan memberdayakan pekerja garis depan seperti kader posyandu dan pendamping sosial PKH.

Pendapat Eddy Henry diamini oleh IIng Mursalin selaku Lead Program Manager for Stunting dari Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) yang menegaskan bahwa program penanggulangan stunting harus tetap berjalan dengan berbagai penyesuaian.

“Masa darurat pandemi bisa selesai dalam beberapa bulan, tetapi penanganan pasca pandemi ini bisa berlangsung lama dan terkait langsung dengan pemulihan ekonomi. Semakin lama penanganan, akan semakin besar dampak negatif bagi status gizi anak dan ibu hamil,” ujarnya.

Sementara PERSAGI yang diwakili oleh dr. Entos Zainal, MPHM, menekankan pentingnya intervensi bersifat lintas sektor yang menelurkan kontribusi lintas kementerian/lembaga.

"Inilah masanya antar kementerian menelurkan kontibusinya dalam menurunkan stunting yakni Kemenkes sebagai aktor utama intervensi gizi spesifik. Sementara kementerian selain Kemenkes dapat mengoptimalkan intervensi gizi sensitif, contohnya Kemendikbud dengan PAUD, parenting dan UKS, KemPU&PR dalam hal air bersih dan sanitasi, Kemenperin melalui fortifikasi produk pangan, Kementan dengan ketahanan pangan, Kemenag lewat bimbingan perkawinan dan tokoh agama, dan lainnya,” ujarnya.

Sri Sukotjo selaku Nutrition Specialist dari UNICEF yang menekankan bahwa kelompok rentan masih perlu mendapatkan perhatian lebih.

“Pemilihan pangan untuk bantuan sosial perlu dibuat lebih ramah gizi. Dana Desa juga perlu dioptimalkan untuk mencegah terjadinya penurunan status gizi ibu dan anak,” paparnya.

Dari pihak pembahas, dr. Anung Sugihantono, M.Kes menjelaskan hadirnya situasi new normal pasca kondisi fasilitas kesehatan-tenaga kesehatan, energi masyarakat, hingga sumber daya kesehatan yang tersedot akibat COVID-19 ini dengan rencana tindak lanjut yang jelas.

“Soal reformulasi intervensi dengan digitalisasi sebagai platform. Kemudian transformasi pelayanan kesehatan berbasis literasi kesehatan masyarakat, basis pangan lokal lebih mengutamakan unsur protein seperti ayam telur, ikan, peran serta masyarakat lebih kepada kepedulian seperti di Jawa Tengah dengan konsep Jogo Tonggo. Terakhir rekalkulasi target, jujur dengan persoalan yang dihadapi saat ini agar tak ada yang frustasi atau saling menyalahkan”, ujarnya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Dr. Brian Sri Prihastutit juga memastikan KSP akan terus mengawal berbagai program gizi nasional di tengah wabah virus corona.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan triple burden malnutrition, yaitu kurang nutrisi, kelebihan nutrisi dan defisiensi mikronutrien. Kami telah mencantumkan fokus penanggulangan stunting ke dalam RPJMN 2020-2024 dan hingga saat ini masih menjadi major project untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia dan derajat kesehatan masyarakat, bahkan di tengah pandemi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Corona: Kapankah Penerbangan, Penggerak Bisnis Dunia Normal Lagi?

Dampak Corona: Kapankah Penerbangan, Penggerak Bisnis Dunia Normal Lagi?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2020 | 05:05 WIB

Gara-gara Corona, Inggris Terancam Resesi Ekonomi Terburuk dalam 300 Tahun

Gara-gara Corona, Inggris Terancam Resesi Ekonomi Terburuk dalam 300 Tahun

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 10:08 WIB

Donald Trump Sebut Dirinya Raja Utang

Donald Trump Sebut Dirinya Raja Utang

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2020 | 08:19 WIB

Terkini

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:09 WIB

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:07 WIB

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:01 WIB

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:52 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana

Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:45 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:44 WIB

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB