Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Mobil Listrik Buatan Tiongkok Sulit Cari Pembeli di Eropa? Ini Analisanya

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Kamis, 02 Mei 2024 | 12:17 WIB
Mobil Listrik Buatan Tiongkok Sulit Cari Pembeli di Eropa? Ini Analisanya
Ilustrasi pelabuhan pengiriman mobil ekspor [Shutterstock].

Suara.com - Akrab dengan produk mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) buatan Tiongkok yang berseliweran di jalan raya negeri kita? Beragam brand atau merek, memiliki kekhasan sendiri, serta meraih pasar masing-masing.

Bisa berjaya namun tidak terjadi secara instan atau serta-merta.

Dikutip dari The Conversation, pernah terjadi masa di mana EV buatan Tiongkok banyak menumpuk di pelabuhan-pelabuhan Eropa. 

Perlu sampai 18 bulan di tempat parkir pelabuhan karena distributor mengalami kesulitan untuk mengirimkannya kepada konsumen.

Di sisi lain, industri otomotif Tiongkok mengalami revolusi dalam satu dekade terakhir. Mulai dari memproduksi mobil tiruan dari negara Barat sampai membuat mobil yang setara dengan produk terbaik di dunia. 

Sebagai negara manufaktur terbesar di dunia, Tiongkok sudah pasti memproduksi EV dalam jumlah besar.

Kemudian dalam skala global, Tiongkok adalah negara yang memiliki pasar EV terbesar. Selain produsen negeri sendiri yang bertebaran, sederet brand luar negeri, antara lain Tesla, sampai Ford membuka pabrik di sini.

Kembali kepada EV Tiongkok, produk mendapat ulasan positif. Mobil-mobil tenaga listrik ini disebutkan menyamai, atau bahkan melampaui brand terkenal Eropa dalam hal jangkauan, kualitas, dan teknologi. 

Akan tetapi, memasuki pasar yang sudah mapan sebagai penantang atau kompetitor adalah suatu hal rumit. 

Para produsen Tiongkok harus menghadapi kekhawatiran pembeli, kurangnya citra merek, proteksionisme perdagangan, sampai cepatnya situasi ketinggalan zaman atau mengejar fitur paling mutakhir.

Program ekspansi otomotif Tiongkok sejalan dengan langkah yang dilakukan Jepang pada 1960-an dan 1970-an. 

Pada saat itu, produk yang berasal dari Jepang patut dipuji tetapi tidak memiliki kemahiran, desain, dan umur panjang dibandingkan produk Barat. 

Mobil Jepang dianggap bersuara nyaring, kurang bertenaga, dan rentan berkarat, serta terlihat sangat generik dibandingkan dengan desain bergaya Eropa. 

Kemudian, sentimen keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia Kedua juga masih segar di benak para pembeli (terutama Amerika), yang sulit memaafkan negara yang melancarkan serangan kepada Pearl Harbor. 

Akan tetapi, dengan terus berfokus pada produk yang dapat diandalkan, relatif murah, dan semakin bergaya, Jepang perlahan-lahan mengubah hal ini menjadi pembangkit tenaga otomotif pada 1990-an dan 2000-an. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah? Cek Batas Minimalnya

Berapa Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah? Cek Batas Minimalnya

Otomotif | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:51 WIB

Volkswagen Pangkas Kapasitas Produksi Satu Juta Unit Akibat Laba Anjlok

Volkswagen Pangkas Kapasitas Produksi Satu Juta Unit Akibat Laba Anjlok

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 19:47 WIB

Pasar Mobil Bekas Turut Merasakan Dampak Kehadiran Mobil Listrik China

Pasar Mobil Bekas Turut Merasakan Dampak Kehadiran Mobil Listrik China

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 17:27 WIB

Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik

Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:59 WIB

Mau Beli EV Bekas? Jangan Sampai Battery Health-nya di Bawah Angka Ini

Mau Beli EV Bekas? Jangan Sampai Battery Health-nya di Bawah Angka Ini

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 15:21 WIB

Kenapa KA Argo Bromo Anggrek Bisa Menembus Gerbong KRL? Ini Penjelasannya

Kenapa KA Argo Bromo Anggrek Bisa Menembus Gerbong KRL? Ini Penjelasannya

Entertainment | Kamis, 30 April 2026 | 07:33 WIB

Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang

Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 15:20 WIB

Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?

Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 15:40 WIB

Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD

Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 13:15 WIB

Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik

Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:02 WIB

Terkini

Tekanan Pasar Aset Kripto Pengaruhi Kinerja COIN di Kuartal I-2026

Tekanan Pasar Aset Kripto Pengaruhi Kinerja COIN di Kuartal I-2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 15:24 WIB

Harga Avtur di Bandara SoekarnoHatta Naik Lagi, Melonjak 16,6 Persen, Tembus Rp27.357/Liter

Harga Avtur di Bandara SoekarnoHatta Naik Lagi, Melonjak 16,6 Persen, Tembus Rp27.357/Liter

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:53 WIB

Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?

Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:47 WIB

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:36 WIB

BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital

BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:21 WIB

Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026

Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:12 WIB

Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?

Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:52 WIB

Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz

Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:43 WIB

Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M

Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:09 WIB

KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia

KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:04 WIB