Mobil Listrik Buatan Tiongkok Sulit Cari Pembeli di Eropa? Ini Analisanya

Kamis, 02 Mei 2024 | 12:17 WIB
Mobil Listrik Buatan Tiongkok Sulit Cari Pembeli di Eropa? Ini Analisanya
Ilustrasi pelabuhan pengiriman mobil ekspor [Shutterstock].

Suara.com - Akrab dengan produk mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) buatan Tiongkok yang berseliweran di jalan raya negeri kita? Beragam brand atau merek, memiliki kekhasan sendiri, serta meraih pasar masing-masing.

Bisa berjaya namun tidak terjadi secara instan atau serta-merta.

Dikutip dari The Conversation, pernah terjadi masa di mana EV buatan Tiongkok banyak menumpuk di pelabuhan-pelabuhan Eropa. 

Perlu sampai 18 bulan di tempat parkir pelabuhan karena distributor mengalami kesulitan untuk mengirimkannya kepada konsumen.

Di sisi lain, industri otomotif Tiongkok mengalami revolusi dalam satu dekade terakhir. Mulai dari memproduksi mobil tiruan dari negara Barat sampai membuat mobil yang setara dengan produk terbaik di dunia. 

Sebagai negara manufaktur terbesar di dunia, Tiongkok sudah pasti memproduksi EV dalam jumlah besar.

Kemudian dalam skala global, Tiongkok adalah negara yang memiliki pasar EV terbesar. Selain produsen negeri sendiri yang bertebaran, sederet brand luar negeri, antara lain Tesla, sampai Ford membuka pabrik di sini.

Kembali kepada EV Tiongkok, produk mendapat ulasan positif. Mobil-mobil tenaga listrik ini disebutkan menyamai, atau bahkan melampaui brand terkenal Eropa dalam hal jangkauan, kualitas, dan teknologi. 

Akan tetapi, memasuki pasar yang sudah mapan sebagai penantang atau kompetitor adalah suatu hal rumit. 

Baca Juga: RUPST PT Astra International Tbk 2024: Diversifikasi Portofolio Bisnis Hadirkan Peluang Jangka Panjang

Para produsen Tiongkok harus menghadapi kekhawatiran pembeli, kurangnya citra merek, proteksionisme perdagangan, sampai cepatnya situasi ketinggalan zaman atau mengejar fitur paling mutakhir.

Program ekspansi otomotif Tiongkok sejalan dengan langkah yang dilakukan Jepang pada 1960-an dan 1970-an. 

Pada saat itu, produk yang berasal dari Jepang patut dipuji tetapi tidak memiliki kemahiran, desain, dan umur panjang dibandingkan produk Barat. 

Mobil Jepang dianggap bersuara nyaring, kurang bertenaga, dan rentan berkarat, serta terlihat sangat generik dibandingkan dengan desain bergaya Eropa. 

Kemudian, sentimen keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia Kedua juga masih segar di benak para pembeli (terutama Amerika), yang sulit memaafkan negara yang melancarkan serangan kepada Pearl Harbor. 

Akan tetapi, dengan terus berfokus pada produk yang dapat diandalkan, relatif murah, dan semakin bergaya, Jepang perlahan-lahan mengubah hal ini menjadi pembangkit tenaga otomotif pada 1990-an dan 2000-an. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI