Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tutup Pabrik, Ternyata Kondisi Keuangan Keuangan BATA Tak Baik-baik Saja

Achmad Fauzi

Senin, 06 Mei 2024 | 14:18 WIB
Tutup Pabrik, Ternyata Kondisi Keuangan Keuangan BATA Tak Baik-baik Saja
Ilustrasi Pabrik Sepatu Bata [Ist]

Suara.com - Kondisi PT Sepatu Bata Tbk sedang tidak baik-baik saja. Pasalnya sentimen negatif menyoroti emiten produsen sepatu ini, imbas penutupan pabrik di Purwakarta.

Seperti dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (6/5/2024), perseroan terpaksa menutup pabrik tersebut imbas pesanan yang terus menurun.

"Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta, karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun," kata Sekretaris Perusahaan PT Sepatu Bata Tbk Hatta Tutuko.

Dengan penutupan pabrik itu, lantas bagaimana kondisi keuangan BATA selama tahun 2023?

Memang diakui bahwa laporan keuangan BATA memang tidak baik-baik saja. Dilansir dalam laporan keuangannya, BATA masih merugi dengan nilai rugi bersih per Desember 2023 mencapai Rp 190,2 miliar.

Nestapa Karyawan Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta: 200 Orang Jadi Pengangguran [Istimewa]
Nestapa Karyawan Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta: 200 Orang Jadi Pengangguran [Istimewa]

Nilai rugi bersih itu juga naik 79,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 yang sebesar Rp 105,9 miliar.

Naiknya nilai rugi bersih didorong dari penjualan yang turun mencapai Rp 609,6 miliar selama 2023, dibandingkan tahun 2022 nilai penjualan sebesar Rp 643,3 miliar.

Meski begitu, beban pokok perseroan mengalami penurunan menjadi Rp 380,5 miliar pada 2023, dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp 383,4 miliar.

Namun, total aset perseroan justru alami penurunan yang tercatat sebesar Rp 585,7 miliar per Desember 2023, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 724 miliar.

baca juga

Sementara, utang juga tercatat alami kenaikan Rp 454,3 miliar pada Desember 2023, Naik jika dibandikan dengan tahun 2022 yang hanya Rp 404,3 miliar.

Untuk diketahui, Penutupan ini berakibat pada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi ratusan karyawan yang bekerja di pabrik tersebut.

Alasan utama penutupan pabrik ini adalah karena perseroan mengalami kerugian yang signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Berjaya Kini Pabriknya Tutup di Purwakarta, Ternyata Sepatu Bata Bukan Merek Asli Indonesia

Dulu Berjaya Kini Pabriknya Tutup di Purwakarta, Ternyata Sepatu Bata Bukan Merek Asli Indonesia

Bisnis | Senin, 06 Mei 2024 | 10:36 WIB

2 Pabrik di Indonesia Sudah Tumbang Tahun Ini

2 Pabrik di Indonesia Sudah Tumbang Tahun Ini

Bisnis | Senin, 06 Mei 2024 | 10:16 WIB

Alasan Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kerugian Ternyata Tak Main-main

Alasan Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kerugian Ternyata Tak Main-main

Bisnis | Minggu, 05 Mei 2024 | 13:25 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×