Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

IHSG Lanjutkan Reli Penguatan di Pembukaan Perdagangan, Ini Saham Penggeraknya

Achmad Fauzi

Selasa, 29 April 2025 | 09:21 WIB
IHSG Lanjutkan Reli Penguatan di Pembukaan Perdagangan, Ini Saham Penggeraknya
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3).

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih betah di zona hijau pada pembukaan perdagangan hari Senin (28/4/2025). IHSG dibuka menguat di level 6.748.

Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.11 WIB, IHSG terus melaju aik sebesar 7,02 poin atau naik 0,10 persen menuju ke level 6.729.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,05 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp1,13 miliar, serta frekuensi sebanyak 142,04 ribu kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 260 saham bergerak naik, sedangkan 150 saham mengalami penurunan, dan 220 saham tidak mengalami pergerakan.

Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, DATA, PEGE, SOLA, BBRC, KOBC, VKTR, DEWA, LPCK, BUVA, BRMS, MIKA, DNAR.

Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, SMIL, WAPO, FORU, SMGA, DOSS, ACRO, BOAT, CMRY, JKON, RAJA, INDO, IMAS, HOKI.

Proyeksi Hari Ini

IHSG berpotensi melanjutkan tren kenaikannya pada perdagangan hari ini. Setelah pada sesi sebelumnya berhasil ditutup menguat sebesar 0,66 persen di tengah tekanan aksi jual asing sebesar Rp103 miliar. Dukungan dari sentimen global yang positif serta optimisme atas langkah stimulus lanjutan dari China menjadi faktor utama yang menopang prospek pergerakan indeks.

Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai bahwa kondisi eksternal yang cukup kondusif memberikan ruang bagi IHSG untuk menguji level resistance berikutnya.

baca juga

"Secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang untuk menguat menuju area resistance di 6.770 hingga 6.800, dengan support kuat di kisaran 6.630–6.660," ujar Fanny seperti dikutip dalam risetnya, Selasa (29/4/2025).

Dari pasar global, Wall Street bergerak variatif namun cenderung menguat pada perdagangan Senin (28/4), dengan indeks S&P 500 naik tipis 0,06 persen, Dow Jones Industrial Average menguat 0,28 persen sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,1 persen. Sentimen pasar terbagi antara optimisme atas laporan keuangan kuartalan perusahaan besar dan kekhawatiran terhadap ketidakpastian negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China. Fanny menjelaskan bahwa meskipun ketegangan perdagangan masih menjadi perhatian, pasar tampaknya lebih fokus pada potensi pertumbuhan laba emiten.

"Rilis laporan keuangan dari emiten teknologi besar seperti Apple, Meta Platforms, dan Amazon menjadi kunci pergerakan indeks di Wall Street pekan ini," tambahnya.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga memberikan komentar terkait hubungan dagang kedua negara tersebut, dengan menekankan perlunya China untuk melakukan de-eskalasi, mengingat ketimpangan perdagangan yang dinilai tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dari kawasan Asia Pasifik, mayoritas bursa saham ditutup menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,38 persen, Topix menguat 0,86 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,10 persen, dan Taiex Taiwan melonjak 0,81 persen. Namun demikian, indeks Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,04 persen dan indeks Kosdaq Korea Selatan melemah 1,41 persen. Optimisme pasar Asia didorong oleh pernyataan Menteri Keuangan China, Lan Fo’an, yang menyebutkan bahwa pemerintah China akan mengadopsi kebijakan makroekonomi yang lebih proaktif untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi tahun ini. Konferensi pers yang direncanakan oleh otoritas China untuk mengumumkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut menjadi perhatian utama investor.

"Jika stimulus tambahan benar-benar direalisasikan, hal ini akan menjadi katalis positif bukan hanya bagi bursa China, tetapi juga bursa negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia," kata Fanny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Prospek Saham yang Jadi Pilihan

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Prospek Saham yang Jadi Pilihan

Bisnis | Selasa, 29 April 2025 | 08:47 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Terus Perkasa, Mayoritas Bursa Saham Kompak Menguat

IHSG Hari Ini Diprediksi Terus Perkasa, Mayoritas Bursa Saham Kompak Menguat

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 11:05 WIB

IHSG Terus Melaju Naik di Pada Senin Pagi, Didorong oleh Saham-saham Ini

IHSG Terus Melaju Naik di Pada Senin Pagi, Didorong oleh Saham-saham Ini

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 09:14 WIB

Terkini

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:37 WIB

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

×