Sebanyak 40.800 Lapangan Pekerjaan Telah Hilang, Apa Penyebabnya?

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 11 Agustus 2025 | 08:09 WIB
Sebanyak 40.800 Lapangan Pekerjaan Telah Hilang, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi pengangguran (Pexels.com/Timur Weber)

Suara.com - Badan Statistik Kanada melaporkan Perekonomian di negaranya mengalami kehilangan puluhan ribu lapangan kerja pada bulan Juli. 

Saat ini sebanyak, 40.800 lapangan kerja telah hilang.

Hal ini menyebabkan persentase orang yang bekerja mencapai titik terendah dalam delapan bulan karena pasar tenaga belum kembali pulih. 

Apalagi, tingkat pengangguran di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir sebesar  6,9 persen.

Sehingga,  tingkat ketenagakerjaan, atau persentase orang yang bekerja dari total penduduk usia kerja, menjadi 60,7 persen. Lantas apa penyebab lowongan pekerjaan menurun?

Dilansir Aljazeera, Senin (11/8/2025), penyebab hilangnya pekerjaan adalah tarif sektoral Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk baja, aluminium, dan mobil. 

Tarif ini telah menghantam sektor manufaktur dengan keras dan mengurangi niat perusahaan untuk merekrut karyawan.

Bank of Canada sebelumnya mengatakan, jumlah orang yang dipekerjakan di sektor manufaktur menyusut hampir 10.000 pada bulan Juli secara tahunan karena sektor-sektor yang terkait dengan baja, aluminium. 

Serta,  pembuatan mobil membatasi perekrutan dan mengalami PHK.

Sementara itu, Marty Warren, direktur nasional United Steelworkers untuk Kanada, mengatakan bahwa sekitar 1.000 anggota telah diberhentikan.

Davenport dari Oxford Economics memprediksi lebih banyak PHK dalam beberapa bulan mendatang, memperkirakan sekitar 140.000 pekerjaan hilang dan tingkat pengangguran naik ke kisaran pertengahan 7 persen akhir tahun ini.

Data menunjukkan bahwa lapangan kerja di beberapa daerah tetap terjaga dengan baik meskipun ada tarif.

Sebagian besar kehilangan pekerjaan pada bulan Juli terjadi di kalangan pekerja berusia antara 15 dan 24 tahun – tingkat pengangguran kelompok tersebut naik tipis menjadi 14,6 persen. 

Angka ini tertinggi sejak September 2010, jika tidak termasuk tahun-tahun pandemi 2020 dan 2021.

Sedangkan, tingkat pengangguran kaum muda biasanya lebih tinggi daripada rata-rata nasional. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan! Rocky Gerung Sebut Data Pengangguran Ditutupi Demi Citra, UMKM Bukan Tanda Sukses

Blak-blakan! Rocky Gerung Sebut Data Pengangguran Ditutupi Demi Citra, UMKM Bukan Tanda Sukses

News | Senin, 14 Juli 2025 | 06:47 WIB

Investasi Triliunan Rupiah Bakal Jadi 'Mesin Uang' Baru Lombok

Investasi Triliunan Rupiah Bakal Jadi 'Mesin Uang' Baru Lombok

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 16:39 WIB

Kerja Keras Tapi Gaji Segitu-Gitu Aja? Peneliti UGM Bongkar Alasannya

Kerja Keras Tapi Gaji Segitu-Gitu Aja? Peneliti UGM Bongkar Alasannya

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 13:49 WIB

Gletser di Kanada, AS, dan Swiss Kehilangan 12 Persen Es: Apa Artinya bagi Masa Depan?

Gletser di Kanada, AS, dan Swiss Kehilangan 12 Persen Es: Apa Artinya bagi Masa Depan?

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 08:53 WIB

Target Nol Emisi 2050: Indonesia Belajar dari Kanada untuk Masa Depan Berkelanjutan

Target Nol Emisi 2050: Indonesia Belajar dari Kanada untuk Masa Depan Berkelanjutan

News | Kamis, 19 Juni 2025 | 20:55 WIB

Peringkat Daya Saing RI Anjlok 13 Peringkat! Perang Tarif dan Pengangguran jadi Biang Keroknya

Peringkat Daya Saing RI Anjlok 13 Peringkat! Perang Tarif dan Pengangguran jadi Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 13:36 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB