Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Bank Mega Syariah Optimalkan Penurunan Suku Bunga Buat Genjot Kinerja Bisnis

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 27 Agustus 2025 | 10:40 WIB
Bank Mega Syariah Optimalkan Penurunan Suku Bunga Buat Genjot Kinerja Bisnis
Ilustrasi Bank Mega Syariah. [Ist]

Suara.com - Bank Mega Syariah menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan menjadi 5 persen per Agustus 2025.

Penurunan ini diyakini akan memberikan angin segar bagi perekonomian, mendorong konsumsi dan pembiayaan, serta memungkinkan perbankan meningkatkan laba melalui perluasan kredit.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan, kendati tidak menggunakan bunga (interest) sebagai dasar operasional, kebijakan suku bunga Bank Indonesia juga menjadi pertimbangan acuan bagi hasil di Bank Mega Syariah.

“Untuk menjaga daya saing, Bank Mega Syariah terus fokus memperkuat fundamental bisnis dengan menjaga komposisi dana murah atau CASA," ungkap Hanie dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Menurutnya, strategi ini membuat perseroan mampu menawarkan pembiayaan dengan harga yang lebih kompetitif kepada nasabah.

Tren penurunan suku bunga menjadi momentum bagi Bank Mega Syariah untuk mendorong pertumbuhan bisnis melalui pendekatan B2B2C, dengan menggandeng lembaga pendidikan dan kesehatan guna menjaring dana institusi sekaligus individu di dalamnya.

Dengan kekuatan ekosistem B2B2C, Bank Mega Syariah dapat menghasilkan net interest margin (NIM) lebih optimal.

Di saat yang sama, inovasi produk juga terus dilakukan, salah satunya melalui program-program unggulan yang dirancang sesuai kebutuhan nasabah.

Secara keseluruhan, hingga Juli 2025 Bank Mega Syariah membukukan penyaluran pembiayaan sebesar lebih dari Rp 9,18 triliun, tumbuh 25,6 persen dibandingkan Juli 2024.

Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan pembiayaan korporasi yang naik 16,88 persen hingga mencapai lebih dari Rp 3,9 triliun, atau setara dengan 43 persen dari total pembiayaan.

Selain pembiayaan korporasi, Bank Mega Syariah terus memperkuat produk pembiayaan konsumer, khususnya pada produk pembiayaan tanpa agunan (Flexi Mitra) untuk nasabah payroll.

Sementara untuk versi non payroll, Bank Mega Syariah menawarkan berbagai produk seperti pembiayaan pemilikan rumah (flexi home) dan pembiayaan multiguna (Flexi Multiguna).

Adapun total Pembiayaan konsumer per Juli 2025 sebesar Rp 523 miliar, meningkat 46,09 persen (YoY).

Sementara dari sisi pengumpulan dana, Bank mega Syariah terus memperkuat dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah atau CASA.

Inovasi produk juga dilakukan dengan menghadirkan program Tabungan Mesya Berkah yang menawarkan beragam hadiah dan reward menarik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Jepang, BI Bidik QRIS Bisa Digunakan di China

Usai Jepang, BI Bidik QRIS Bisa Digunakan di China

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2025 | 09:31 WIB

Padahal Negara Teknologi Tinggi, Tapi Diplomat Jepang Beri Jempol Buat QRIS RI: Kami Kalah Jauh!

Padahal Negara Teknologi Tinggi, Tapi Diplomat Jepang Beri Jempol Buat QRIS RI: Kami Kalah Jauh!

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2025 | 11:31 WIB

QRIS Sudah Bisa Dipakai di Jepang, Liburan Makin Praktis!

QRIS Sudah Bisa Dipakai di Jepang, Liburan Makin Praktis!

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2025 | 09:55 WIB

Libur Panjang, Aliran Modal Asing Masuk Cukup Deras Tembus Rp15,31 Triliun

Libur Panjang, Aliran Modal Asing Masuk Cukup Deras Tembus Rp15,31 Triliun

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2025 | 09:36 WIB

BRI Gelar Consumer Expo 2025 di Bandung, Hadirkan Suku Bunga KPR Ringan Mulai 2,40%

BRI Gelar Consumer Expo 2025 di Bandung, Hadirkan Suku Bunga KPR Ringan Mulai 2,40%

Bisnis | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 19:54 WIB

Utang Luar Negeri Tembus Rp 7.019 Triliun, BI Klaim Masih Sehat

Utang Luar Negeri Tembus Rp 7.019 Triliun, BI Klaim Masih Sehat

Bisnis | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 20:11 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB