Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

2 Faktor Pendorong Kurs Rupiah Menguat Hari Ini, Tembus Rp16.603 per Dolar AS

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:04 WIB
2 Faktor Pendorong Kurs Rupiah Menguat Hari Ini, Tembus Rp16.603 per Dolar AS
Kurs rupiah hari ini
  • Nilai tukar rupiah menguat 0,16% ke level Rp16.576 per dolar AS, didorong oleh pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang ditafsirkan sebagai sinyal dovish.
  • Proyeksi pasar yang meyakini The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis points (bps) pada pertemuan 29 Oktober mendatang melemahkan Dolar AS dan menopang penguatan Rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan signifikan di pasar valuta asing.

Pada penutupan perdagangan Rabu sore (15/10/2025), kurs rupiah tercatat menguat sebesar 27 poin atau 0,16 persen menjadi Rp16.576 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.603 per dolar AS.

Analis mata uang, Ibrahim Assuabi, yang juga menjabat sebagai Direktur Laba Forexindo Berjangka, menjelaskan bahwa penguatan rupiah ini terutama dipengaruhi oleh sentimen dari bank sentral Amerika Serikat (AS).

Faktor Utama Pendorong Kenaikan Nilai Tukar Rupiah

Kenaikan nilai tukar rupiah didorong oleh dua faktor utama yang saling berkaitan, yaitu:

1. Pernyataan Gubernur The Fed yang Ditafsirkan Dovish

Penyebab paling krusial adalah pernyataan dari Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, yang dinilai oleh pasar sebagai sinyal dovish (cenderung longgar atau mendukung suku bunga rendah).

Dikutip via Antara, Ibrahim Assuabi mengutip bahwa Powell, saat berbicara di pertemuan National Association for Business Economics di Philadelphia, mengakui bahwa ekonomi AS mungkin berada pada jalur yang lebih kuat dari perkiraan, namun ia secara bersamaan memberikan peringatan mengenai potensi melemahnya pasar tenaga kerja di AS.

Powell menegaskan bahwa The Fed akan menetapkan kebijakan suku bunga berdasarkan evolusi prospek ekonomi dan keseimbangan risiko, bukan berdasarkan jalur yang sudah pasti.

Hal ini ditafsirkan pasar sebagai kesiapan The Fed untuk menyesuaikan kebijakan moneter jika diperlukan.

2. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Komentar Powell secara langsung memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed berpotensi melakukan pemangkasan suku bunga pada pertemuan bulan Oktober dan Desember 2025.

Proyeksi penurunan suku bunga ini secara otomatis akan menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan melemahkan nilai tukar Dolar AS terhadap mata uang global, termasuk Rupiah.

Menurut data dari CME Fed Watch, peluang The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis points (bps) pada pertemuan 29 Oktober mendatang saat ini mencapai 97 persen.

Meskipun pemerintahan federal AS sempat tutup (shutdown) dan laporan data ekonomi resmi tertunda, Powell menyatakan The Fed memiliki sumber data internal yang menunjukkan prospek ketenagakerjaan dan inflasi AS tidak banyak berubah sejak pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh! Gerakan Seribu Rupiah Dedi Mulyadi Bikin Warga Ramai Protes

Heboh! Gerakan Seribu Rupiah Dedi Mulyadi Bikin Warga Ramai Protes

Video | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 15:00 WIB

Jaga Stabilitas Rupiah, BNI Dukung Ekspansi QRIS Lintas Negara

Jaga Stabilitas Rupiah, BNI Dukung Ekspansi QRIS Lintas Negara

News | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Rupiah Kembali Perkasa Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.563

Rupiah Kembali Perkasa Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.563

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 09:54 WIB

Terkini

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB