Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar Amerika Loyo ke Rp16.667

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 12 Desember 2025 | 09:49 WIB
Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar Amerika Loyo ke Rp16.667
Ilustrasi suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 0,05% pada pembukaan Jumat (12/12/2025) di level Rp16.667 per dolar AS.
  • Mata uang Asia bervariasi; dolar Taiwan menguat terbesar 0,14% sementara peso Filipina melemah 0,20%.
  • Analis memprediksi rupiah akan terus menguat dipengaruhi sentimen global dan pelemahan dolar AS.

Suara.com - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Jumat (12/12/2025) dibuka di level Rp16.667 Amerika Serikat (AS).

Alhasil, rupiah menguat 0,05 persen dibanding penutupan pada Kamis yang berada di level Rp 16.668 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.688 per dolar AS.

Selain itu, mata uang di Asia bervariasi dengan dolar Taiwan mencatat penguatan terbesar yakni 0,14 persen, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,10 persen.

Dolar Singapura menguat 0,06 persen, won Korea menguat 0,01 persen dan yuan China menguat 0,004 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini.

Ilustrasi Yen. [Pixabay]
Ilustrasi Yen. [Pixabay]

Peso Filipina melemah 0,20 persen, baht Thailand melemah 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,05 persen dan dolar Hong Kong yang melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,38, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,34.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan, penguatan rupiah diperkirakan masih akan terjadi.

baca juga

Hal ini seiring dengan sentimen global dan dalam negeri yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda.

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah cukup besar setelah data pekerjaan AS klaim pengangguran yang jauh lebih lemah dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, rupiah juga diramal akan menguat pada hari ini. Apalagi tekanan dolar membuat rupiah akan terus menguat pada penutupan hari ini.

"Range rupiah 16600-16700 masih menguat," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, NIlai Tukar Rupiah Diramal Tembus Rp16.800 di Akhir Tahun

Waduh, NIlai Tukar Rupiah Diramal Tembus Rp16.800 di Akhir Tahun

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 18:10 WIB

Rupiah Menguat Kamis Sore, Gosip dari Amerika Jadi Pemicu Utama

Rupiah Menguat Kamis Sore, Gosip dari Amerika Jadi Pemicu Utama

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 16:05 WIB

Rupiah Pagi Ini Gagah Lawan Dolar AS

Rupiah Pagi Ini Gagah Lawan Dolar AS

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 09:49 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis, Kebijakan Purbaya Jadi Sorotan

Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis, Kebijakan Purbaya Jadi Sorotan

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 19:28 WIB

Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan, Bikin Dolar Amerika Tertekan

Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan, Bikin Dolar Amerika Tertekan

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 10:06 WIB

Rupiah Meroket Hari Ini, Ini 2 Faktor Rahasia yang Bikin Dolar AS Babak Belur

Rupiah Meroket Hari Ini, Ini 2 Faktor Rahasia yang Bikin Dolar AS Babak Belur

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 15:46 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB