Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kemenkeu Klaim Penerimaan Pajak Membaik di November 2025, Negara Kantongi Rp 1.634 Triliun

Dicky Prastya | Suara.com

Minggu, 21 Desember 2025 | 15:09 WIB
Kemenkeu Klaim Penerimaan Pajak Membaik di November 2025, Negara Kantongi Rp 1.634 Triliun
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Wakil Menteri Keuangan menyatakan penerimaan pajak November 2025 membaik dibandingkan capaian bulan Oktober sebelumnya.
  • Realisasi penerimaan pajak neto hingga November 2025 tercatat sebesar Rp1.634,43 triliun, naik 2,5 persen dari bulan Oktober.
  • Per 18 Desember 2025, Wamenkeu menyampaikan data ini dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu Jakarta.

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kalau penerimaan pajak mulai membaik di November 2025 ketimbang penerimaan pada Oktober lalu.

"Di bulan November 2025, progress atau kinerja dari pengumpulan pajak kita membaik dibandingkan hasil atau capaian pada bulan Oktober yang lalu," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Wamenkeu Sua memaparkan realisasi penerimaan pajak bruto hingga November 2025 mencapai Rp 1.985,48 triliun. Sedangkan penerimaan pajak neto, yang sudah dikurangi restitusi dan diterima bersih negara, mencapai Rp 1.634,43 triliun per November 2025.

Realisasi penerimaan pajak neto ini masih 78,7 persen dari outlook 2025. Namun jika dibandingkan dari Oktober lalu (month to month atau mtm), angkanya naik 2,5 persen.

Berikut realisasi penerimaan pajak neto hingga November 2025 beserta persentase dari outlook:

  • PPh Badan = Rp 263,58 triliun atau -9 persen
  • PPh Orang Pribadi dan PPh 21 = Rp 218,31 triliun atau -7,8 persen
  • PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 = Rp 305,43 triliun atau 1,4 persen
  • PPN dan PPnBM = Rp 660,77 triliun atau -6,6 persen
  • Lainnya = Rp 186,33 triliun atau 21,5 persen

Sua mengharapkan kalau PPN dan PPnBM bisa tumbuh lebih kuat hingga akhir Desember 2025. Pasalnya kedua pajak tersebut dianggap sebagai denyut nadi perekonomian Indonesia.

Menurutnya, PPN bisa muncul apabila ada transaksi. Apabila tidak ada transaksi, maka negara tidak menerima PPN.

"Jadi kalau PPN-nya sudah tumbuh positif, berarti transaksi sudah tumbuh positif. Ini adalah denyut nadi perekonomian kita yang kita ukur lewat PPN," imbuhnya.

PPN dan PPnBM per November 2025 sendiri tercatat Rp 660,77 triliun. Angkanya membaik dari Rp 556,61 triliun per Oktober 2025.

"Kita tetap berharap akhir desember ini akan terjadi perbaikan yg lebih baik lagi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Mobil Bekas dengan Pajak Tahunan Murah, Mulai dari Rp 900 Ribu

4 Mobil Bekas dengan Pajak Tahunan Murah, Mulai dari Rp 900 Ribu

Otomotif | Jum'at, 19 Desember 2025 | 20:00 WIB

5 Motor dengan Pajak Tahunan Termurah Mulai dari Rp 60 Ribu

5 Motor dengan Pajak Tahunan Termurah Mulai dari Rp 60 Ribu

Otomotif | Jum'at, 19 Desember 2025 | 19:28 WIB

Cara Menghitung Pajak Mobil Tahunan dan 5 Tahunan agar Tidak Salah Budget

Cara Menghitung Pajak Mobil Tahunan dan 5 Tahunan agar Tidak Salah Budget

Otomotif | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:54 WIB

5 Pilihan Mobil yang Pajak Tahunannya di Bawah Rp1 Juta, Irit buat Harian

5 Pilihan Mobil yang Pajak Tahunannya di Bawah Rp1 Juta, Irit buat Harian

Otomotif | Jum'at, 19 Desember 2025 | 19:00 WIB

Viral di Medsos, Purbaya Bantah Bantuan Bencana Sumatra dari Luar Negeri Kena Pajak

Viral di Medsos, Purbaya Bantah Bantuan Bencana Sumatra dari Luar Negeri Kena Pajak

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 17:08 WIB

Indodax Setor Kewajiban Pajak Kripto, Mulai dari PPh hingga PPN Transaksi Digital

Indodax Setor Kewajiban Pajak Kripto, Mulai dari PPh hingga PPN Transaksi Digital

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 17:06 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB